Beloved Mister 1-2

Beloved Mister 1-2
Masa kelam terpahitku



“Beloved Mister”


Author by Natalie Ernison


Sudah cukup lama Jen tidak bertemu dengan Heron. Kini setelah sekian lama, keduanya pun saling mengutarakan luapan hati masing-masing. Walau pun Jen sebenarnya masih belum terlalu yakin dengan perasaannya sendiri.


~ ~ ~


“Mansion kediaman Heruon Danish family”


Heron pulang dengan rasa bahagia penuh. Tatkala Jen seakan menyambut perasaannya, setelah sekian lama. Ia terus saja tersenyum dan segera memasuki mansion megah kediaman dirinya bersama sang nenek, juga Mr. Vestus.


Baru saja ia melangkah dari pintu utama, sebuah aura lain seakan terasa begitu mencekam. Heron mengepal kedua tangannya, dan mempercepat langkahnya.


“Ohh hei Heron!” seru seorang pria bersama seorang wanita yang kini duduk di ruang keluarga Danish.


“Apa yang kalian lakukan di sini?” tukas Heron dengan tatapan tidak senang.


Seorang wanita berjalan ke arahnya dengan tersenyum miring. “Heron anakku, apakah kau benar-benar mencoba untuk melupakan keluargamu” tukas sang wanita yang mengenakan pakaian serba hitam.


“Kami hanya ingin mengunjungimu Heron. Apakah salah jika ayah dan ibu kemari?” tukas seorang pria yang juga berpakaian serba hitam.


Hmm.. Heron tersenyum miring, sembari menyisikan lengan kemejanya. “Setelah sekian lama menghilang, dan kini baru berniat mengunjungiku. Apakah kalian pikir aku senang!” Teriak Heron, membuat satu lampu hiasan dinding seketika pecah.


Di sana juga ada Vestus, yang merupakan anak dari saudara sepupu laki-laki Heron.


“Vestus!” panggil si wanita yang merupakan ibu dari Heron.


“Yah, nyonya” jawab Vestus, berjalan ke arah ayah dan ibu Heron.


Mrs. Clawie Danish / ibu dari Heron



Mr. Wornerd Danish / ayah dari Heron



“Kau sudah tumbuh besar dan juga tampan” puji Mrs. Clawie/ Claw. Vestus hanya tersenyum sembari menunduk sebagai tanda hormatnya.


“Terima kasih nyonya, tuan” jawab Vestus dengan hati-hati. Karena Mr. Wornerd dan Mrs. Clawie ialah keturunan asli manusia serigala/ werewolf. Sehingga para kaum keturunan manusia serigala sangat menghormati mereka, kecuali bagi Heron.


“Heron..—“


“Pergi dari mansionku!” Usirnya. Heron bahkan enggan untuk menatap ke arah kedua orang tua kandungnya.


“Heron, kau adalah anak ayah dan ibu. Di dalam tubuhmu mengalir darah pembunuh, jadi jangan pernah lupakan itu!” tukas Mr. Wornerd, lalu melangkah pergi dari hadapan Heron.


Hargghkk… erang Heron, sembari meninju dinding. Ia terlihat begitu marah dan sangat ingin melampiaskan rasa geramnya.


Duduk sembari memijat-mijat kepalanya. Rasanya begitu pening, dan ada sesuatu yang harus ia lepaskan.


“Paman!” panggil Vestus dari balik pintu kamar pribadi Heron. Heron pun memutar kursi santainya, dengan sorot mata yang memerah menahan amarah.


“Apakah mereka sudah pergi?” tanya Heron sembari beranjak dari kursi santainya.


“Ia paman. Tuan dan nyonya sudah pergi bersama para pengawalnya” tukas Vestus sembari duduk di sofa yang terdapat di dalam kamar pribadi Heron.


“Aku muak dengan omong kosong mereka. Bagaimana mungkin mereka bisa kemari!” keluh Heron dengan mengepal kedua tangannya.


“Paman, sepertinya nyonya dan tuan sudah mengetahui tentang keberadaan nona Jannet..—“


“Apa maksudmu Vestus!” Heron terkejut sehingga membuatnya menind*h Vestus di bawah tubuhnya.


“Paman tenanglah..—“ ujar Vestus dengan tubuh yang gemetar. Heron samgat marah jika ada yang mencoba mengusik keberadaan Jannet.


----kilas beberapa saat yang lalu----


“Vestus!” panggil Mrs. Claw.


“Yah nyonya!” jawab Vestus.


“Apakah anakku sedang menyembunyikan sesuatu dari kami!” Mrs. Claw menyipitkan matanya, dan terlihat begitu penasaran akan jawaban dari Vestus.


“Maaf nyonya, aku tidak tahu. Aku pun tidak berani turut campur dalam urusan paman Heron” tukasnya. Rupanya Vestus sangat menghargai privasi dari sang pamannya, Heron.


“Kau sangat dapat dipercaya Vestus. Tentu saja Heron sudah memperingatimu, bukan!” Kekeh Mr. Wornerd bersama Mrs. Claw. Vestus hanya menunduk.


“Ataukah seorang gadis manusia biasa itu yang membuat anakku begitu tertutup!” ujar Mrs. Claw dengan memelankan suaranya. Seketika itu juga Vestus begitu terkejut dan membelalak secara spontan.


Mrs. Claw terkekeh karenanya. “Kau sangat mudah ditebak Vestus. Mulutmu tak bicara, tapi ekspresimu sangat mudah terbaca.” Kekeh Mrs. Claw, dan seketika berubah menjadi sosok serigala bersama Mr. Wornerd juga para pengawalnya.


----***----


Mendengar pernyataan dari Vestus, Heron seketika mulai beruah wujud. Namun hanya separuh tubuhnya saja yang berubah berbulu.


Arghhkk harggkkk ahhkk… Heron mengerang parau. Tubuhnya gemetar, dan sekujur tubuhnya terasa sangat sakit. Bak tertusuk jarum yang kian menyiksanya.


“Paman! paman!” ujar Vestus dengan segala rasa paniknya.


“Ini selalu terjadi setiap mereka muncul” lirih Heron. Ia berusaha menahan segala rasa sakitnya.


“Heron!” seru seorang wanita paru baya.


“Nenek” ucap Heron lirih, sembari menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya.


“Apa yang terjadi padamu, sayang?” lirih sang neneknya.


“Mereka, mereka datang kembali nek..—“ lirih Heron dan seketika itu juga ia tak sadarkan diri.


----Kilas balik----


“Tidak! aku tidak ingin memakan itu, bu..—“ isak seorang anak lelaki kecil.


“Kau harus memakannya!” tegas seorang wanita yang ialah ibu dari anak lelaki tersebut.


“Hentikan itu! hentikan!” teriak seorang wanita dewasa sembari mendekap seorang aak kecil yang sedang terisak.


“Ibu! lepaskan Heron! dia harus memakan janin ini” tukas sang ibu dari anak lelaki kecil yang bernama Heron.


“Clawie, hentikan! jangan kau paksakan cucuku untuk menjadi seperti kalian!” peringat sang wanita itu yang ialah nenek dari Heron.


Tsk… “Ibu jangan lupa, Heron adalah seekor serigala. Ibu harus tahu itu” tukas sang ibu Heron, Mrs. Claw.


“Tidak.. tidak.. nenek…” isak Heron kecil kala itu. Sang ibunya Mrs. Claw memaksakan ia memakan janin yang baru beberapa bulan tersebut. Itu ialah sumber kekuatan para manusia serigala kala itu.


Nenek Kiarah pun tersungkur di hadapan Heron kecil yang kala itu sedang terisak dan tak berdaya, saat sang ibunya mamaksakan janin masuk ke dalam mulutnya. Menjijikan memang, namun itulah takdir para manusia serigala.


“Heron..—“ lirih nenek Kiarah dengan terisak.


“Sudahlah bu. Ini adalah jalan kehidupan para kaum manusia serigala.” Tukas seorang pria yang ialah sang ayah dari Heron kecil, Mr. Wornerd.


Sejak saat itu, Heron lebih banyak berdiam diri. Ia enggan untuk berbicara dengan siapa pun. Ia pun menjalani pendidikan home scholling. Ia tidak dapat bersekolah di sekolah yang normal hingga ia menyelesaikan pendidikan menengah atasnya. Barulah ia mulai bergabung dengan para mahasiswa mahasiwi lainnya.


Heron berusaha menjadi manusia normal. Ia bahkan menjadi seorang dosen kala itu. Ia pun pernah jatuh cinta, hingga membuat wanitanya mengandung. Itu pun karena pengaruh sesuatu yang telah di rancang oleh sang ibu.


Semenjak ia kehilangan wanitanya, Heron menjadi sosok pria yang semakin tertutup. Hingga akhirnya ia menjadi seorang dosen pun. Ia selalu menjadi pujaan para wanita/ juga para mahasiswinya.


Heron mencoba untuk membuka hatinya pada seorang mahasiswinya, yang ia anggap mirip dengan sang kekasihnya. Namun…


****