
“Aku terlahir dari keluarga yang broken home, semenjak dalam kandungan ayahku telah pergi
bersama wanita lain dan meninggalkan ibuku yang pada saat itu sedang mengandung
diriku, ayahku sangat kasar dan tak jarang memperlakukan ibuku dengan buruk.
Ibuku kerap kali menerima perkataan kasar kotor dan bahkan menerima pukulan tangan ayahku, walau ibuku sedang mengandung diriku namun ayah tak segan-segan berlaku kasar kejam terhadap ibuku.
Setelah aku mulai memasuki sekolah dasar, tiba-tiba dataglah seorang pria berjambang
menghampiriku lalu memeluk erat diriku sembari memberiku kecupan di kening di
pipiku. Aku sadar bahwa pria ini merupakan pria asing bagiku, pria itu berkata “kau
Janet kan anakku” sembari memeluk diriku, aku sangat bingung dan kulihat ibuku
menangis sedu di pojok kamar kami, dan aku masih belum memahami apa yang sedang
terjadi namun yang ingat ialah bahwa aku tidak memilii seorang ayah.
“ayahmu sudah meninggal!! jangan cari ayah lagi ayahmu itu jahat terhadap keluarga
kita!! demikian ucap ibuku yang kerap kali kudengar ketika aku mulai merindukan
seorang ayah karena melihat teman-temanku selalu bercerita tentang betapa hebatnya ayah mereka!!
Aku tak tahu apa yang harus kuceritakan tentang ayahku! yang aku tahu ayahku seorang
pria kejam jahat!! Ayah mengapa kau tinggalkan kami seperti ini, mengapa kau
biarkan kami begitu menderita, mengapa ayah tidak datang saat pemakaman ibu,, mengapa ayah???
Aku hanya bisa menangis dan meratapi kepergiaan ibuku yang tak akan pernah kembali
lagi!! aku begitu hancur kala mengingat perbuatan ayahku yang tak berperasaan
itu!! tak jarang aku meneteskan air mata ketika mengingat perjuangan ibu untuk
dapat menyekolahkan aku dan adik semata wayangku!! Namun karena fisik ibuku
yang sudah menua, aku terpaksa tinggal bersama paman dan bibiku yang dengan iklas mau merawat mendidik dan menyekolahkanku!
Kenangan pahit yang telah kualami sejak aku dalam kandungan kini harus aku jalani lagi
dengan penuh kepiluan! disaat aku mulai mengenal tentang cinta, disaat itu pula
aku harus merasakan pedihnya dicampakkan!!!
“Jen aku gak bisa berbuat apa-apa untuk menghiburmu tapi aku harap aku bisa selalu
ada di dampingmu!! Tommy mencoba menenangkan Jen sembari merangkul dengan
lembut, Jen masih terus menangis meratapi pemakaman ibunya, air matanya pun
sudah tak terbendung lagi yang ada ialah isak tangis yang kian membuat Tommy
semakin berempati.
Waktu pun terus berlalu, Jen pun mulai melakukan aktivitasnya seperti biasa walau
kesedihan yang sangat mendalam itu masih menyesakkan baginya.
_____________________________*___________________________
Bang Her’ abang sudah dengar kabar dari Jen gak?? “ahh nggaklah Mik, aku sudah tak
berkomunikasi lagi dengan Jen!! ohh gitu bang,, tapi apakah abang sudah
benar-benar gak peduli lagi dengan Jen?? ucap Mike sembari menepuk bahu Heru’
“Hmm gimana yah Mike, aku sudah terlalu banyak membuat Jen terluka!! jadi abang sekarang
nyerah bang!!! “aku bukannya nyerah tapi--- ahh udahlah bang, percuma berarti
aku kasih tau abang tentang keadaan Jen sekarang!! lalu Mike mencoba pergi dan
Heru pun menahannya karena merasa sedikit penasaran.
“memangnya ada apa dengan Jen?? abang bukannya gak peduli udahlah,, “Mike coba bilang sama
abang!!
Jadi beberapa hari yang lalu ketemu dengan Jen’ tapi Jen terlihat agak kurus! wajahnya pun gak seceria dulu lalu aku coba dekatin dan ngajak ketemuan yah sekedar ngopi-ngopilah, lalu kami pun ngobrol
dan Jen cerita semuanya, aku sedih juga dengarnya! Mike pun terduduk di sebuah
sofa yang berada di ruang keluarga.
“Mik!! coba ceritakan!!
lalu Mike menceritakan semua yang terjadi, Jen yang beberapa
waktu lalu juga telah kehilangan adik semata wayangnya yang meninggal akibat
dihukum Tuhan. Hari-hari Jen dilewati dengan penuh duka air mata walau Tommy
selalu berusaha menghiburnya!
Begitulah bang Her’ jujur aku ikut sedih melihat keadaan Jen,, Jen menceritakan ini
sambil menangis bang!! Heru pun terdiam dan menyenderkan dirinya di sofa sambil
menghela napasnya’ “Jen sebenarnya aku ingin berada di sampingmu saat in tapi
entah berapa banyak luka yang sudah kutorehkan padamu, akankah kau akan
menerima kehadiranku lagi!!
___________________________**__________________________
Yahh semua bahan makanan di kulkas udah pada habis yah,, hmm yaudah deh mending aku
ke mini market dulu mumpung hari ini gak masuk kerja. Jen pun bergegas pergi ke
sebuah mini market terdekat dengan menggunakan celana selutut dan jaket merah
sehingga penampilannya terlihat casual.
Saat sedang sibuk memilih bahan makanan, “kakak Janet kakak Janet!! suara seorang
anak kecil yang semakin jelas terdengar dan saat Jen membalikkan diri.
Hallo kakak Janet!! ucap seorang anak laki-laki tampan dengan menggunakan seragam
sekolah dasar sembari tersenyum ceria’ aahhh Dion!!! heheh iya kakak Janet aku
Dion,, apa kakak sudah lupa aku?? Jen memandang anak tersebut dan sujud di
lantai area mini market tersebut. Aduhh adik Dion kamu sudah makin besar ya
dek?? hehhe iyaa kakak, kok kakak gak pernah main ke rumah sih?? sembari
mengelus kepala anak kecil tersebut Jen menghela napasnya’ Hmmm Dion kakak
sibuk jadi gak sempat hehee,, ohh gitu…
Dion!!! Dionn!! suara seorang pria memanggil nama Dion dengan suara yang cukup keras.
Papi,, Dion di sini!! Dion pun melambaikan tanganya sambil tersenyum.
“Dion kamu
kok main pergi aja, kan papi jadi bingung nyariin kamu!! iya papi aku ketemu
kakak Janet nih!! Dion menunjuk kea rah Jen’ Heru dan Jen saling bertatapan
sejenak, “ahh terimakasih Janet!! ahh iyaa pak Heru sama-sama!!
Heru dan Janet terlihat canggung, tak banyak kata yang dapat terucap dari
masing-masing, namun hanyalah keheningan sesaat. amm saya pergi dulu pak Heru, “ahh
iya Jen hati-hati!! bye bye kakak Janet janji yah main ke rumah sama Dion!!
sembari Dion menarik-narik jaket Jen dengan wajah tampan yang sangat mirip
dengan ayahnya.
Iya Dion kakak janji akan datang kalau kakak gak sibuk!! Jen mengelus kepada Dion
sambil tersenyum seakan menghipnotis Heru yang kala itu sedang menatap Jen
dengan wajah ang terlihat murung.
Berjumpa denganmu pada waktu yang tak ku sangka, rasa bahagia menyelimutiku namun aku
sadar akan posisiku saat ini tak lebih hanyalah orang asing bagimu sehingga aku
harus bersandiwara agar dirimu tak mengetahui jika saat ini jauh dalam lubuk
hatiku, aku sangat mengaharapkanmu!!
“Jen maafkan aku, tidak kata maaf pun tak akan cukup untuk menebus kesalahanku
padamu!! kau terluka karenaku kau menangis karenaku kau kecewa menderita juga
karenaku!!
Semenjak pertemua di sebuah mini market tersebut Jen pun mulai membuka diri untuk
berkomunikasi kembali, karena Dion yang terlihat sangat menyukai kehadiran Jen.
***