Beloved Mister 1-2

Beloved Mister 1-2
Pertemuan tak terduga



“Aku terlahir dari keluarga yang broken home, semenjak dalam kandungan ayahku telah pergi


bersama wanita lain dan meninggalkan ibuku yang pada saat itu sedang mengandung


diriku, ayahku sangat kasar dan tak jarang memperlakukan ibuku dengan buruk.


Ibuku kerap kali menerima perkataan kasar kotor dan bahkan menerima pukulan tangan ayahku, walau ibuku sedang mengandung diriku namun ayah tak segan-segan berlaku kasar kejam terhadap ibuku.


Setelah aku mulai memasuki sekolah dasar, tiba-tiba dataglah seorang pria berjambang


menghampiriku lalu memeluk erat diriku sembari memberiku kecupan di kening di


pipiku. Aku sadar bahwa pria ini merupakan pria asing bagiku, pria itu berkata “kau


Janet kan anakku” sembari memeluk diriku, aku sangat bingung dan kulihat ibuku


menangis sedu di pojok kamar kami, dan aku masih belum memahami apa yang sedang


terjadi namun yang ingat ialah bahwa aku tidak memilii seorang ayah.


“ayahmu sudah meninggal!! jangan cari ayah lagi ayahmu itu jahat terhadap keluarga


kita!! demikian ucap ibuku yang kerap kali kudengar ketika aku mulai merindukan


seorang ayah karena melihat teman-temanku selalu bercerita tentang betapa hebatnya ayah mereka!!


Aku tak tahu apa yang harus kuceritakan tentang ayahku! yang aku tahu ayahku seorang


pria kejam jahat!! Ayah mengapa kau tinggalkan kami seperti ini, mengapa kau


biarkan kami begitu menderita, mengapa ayah tidak datang saat pemakaman ibu,, mengapa ayah???


Aku hanya bisa menangis dan meratapi kepergiaan ibuku yang tak akan pernah kembali


lagi!! aku begitu hancur kala mengingat perbuatan ayahku yang tak berperasaan


itu!! tak jarang aku meneteskan air mata ketika mengingat perjuangan ibu untuk


dapat menyekolahkan aku dan adik semata wayangku!! Namun karena fisik ibuku


yang sudah menua, aku terpaksa tinggal bersama paman dan bibiku yang dengan iklas mau merawat mendidik dan menyekolahkanku!


Kenangan pahit yang telah kualami sejak aku dalam kandungan kini harus aku jalani lagi


dengan penuh kepiluan! disaat aku mulai mengenal tentang cinta, disaat itu pula


aku harus merasakan pedihnya dicampakkan!!!


“Jen aku gak bisa berbuat apa-apa untuk menghiburmu tapi aku harap aku bisa selalu


ada di dampingmu!! Tommy mencoba menenangkan Jen sembari merangkul dengan


lembut, Jen masih terus menangis meratapi pemakaman ibunya, air matanya pun


sudah tak terbendung lagi yang ada ialah isak tangis yang kian membuat Tommy


semakin berempati.


Waktu pun terus berlalu, Jen pun mulai melakukan aktivitasnya seperti biasa walau


kesedihan yang sangat mendalam itu masih menyesakkan baginya.


_____________________________*___________________________


Bang Her’ abang sudah dengar kabar dari Jen gak?? “ahh nggaklah Mik, aku sudah tak


berkomunikasi lagi dengan Jen!! ohh gitu bang,, tapi apakah abang sudah


benar-benar gak peduli lagi dengan Jen?? ucap Mike sembari menepuk bahu Heru’


“Hmm gimana yah Mike, aku sudah terlalu banyak membuat Jen terluka!! jadi abang sekarang


nyerah bang!!! “aku bukannya nyerah tapi--- ahh udahlah bang, percuma berarti


aku kasih tau abang tentang keadaan Jen sekarang!! lalu Mike mencoba pergi dan


Heru pun menahannya karena merasa sedikit penasaran.


“memangnya ada apa dengan Jen?? abang bukannya gak peduli udahlah,, “Mike coba bilang sama


abang!!


Jadi beberapa hari yang lalu ketemu dengan Jen’ tapi Jen terlihat agak kurus! wajahnya pun gak seceria dulu lalu aku coba dekatin dan ngajak ketemuan yah sekedar ngopi-ngopilah, lalu kami pun ngobrol


dan Jen cerita semuanya, aku sedih juga dengarnya! Mike pun terduduk di sebuah


sofa yang berada di ruang keluarga.


“Mik!! coba ceritakan!!


lalu Mike menceritakan semua yang terjadi, Jen yang beberapa


waktu lalu juga telah kehilangan adik semata wayangnya yang meninggal akibat


dihukum Tuhan. Hari-hari Jen dilewati dengan penuh duka air mata walau Tommy


selalu berusaha menghiburnya!


Begitulah bang Her’ jujur aku ikut sedih melihat keadaan Jen,, Jen menceritakan ini


sambil menangis bang!! Heru pun terdiam dan menyenderkan dirinya di sofa sambil


menghela napasnya’ “Jen sebenarnya aku ingin berada di sampingmu saat in tapi


entah berapa banyak luka yang sudah kutorehkan padamu, akankah kau akan


menerima kehadiranku lagi!!


___________________________**__________________________


Yahh semua bahan makanan di kulkas udah pada habis yah,, hmm yaudah deh mending aku


ke mini market dulu mumpung hari ini gak masuk kerja. Jen pun bergegas pergi ke


sebuah mini market terdekat dengan menggunakan celana selutut dan jaket merah


sehingga penampilannya terlihat casual.


Saat sedang sibuk memilih bahan makanan, “kakak Janet kakak Janet!! suara seorang


anak kecil yang semakin jelas terdengar dan saat Jen membalikkan diri.


Hallo kakak Janet!! ucap seorang anak laki-laki tampan dengan menggunakan seragam


sekolah dasar sembari tersenyum ceria’ aahhh Dion!!! heheh iya kakak Janet aku


Dion,, apa kakak sudah lupa aku?? Jen memandang anak tersebut dan sujud di


lantai area mini market tersebut. Aduhh adik Dion kamu sudah makin besar ya


dek?? hehhe iyaa kakak, kok kakak gak pernah main ke rumah sih?? sembari


mengelus kepala anak kecil tersebut Jen menghela napasnya’ Hmmm Dion kakak


sibuk jadi gak sempat hehee,, ohh gitu…


Dion!!! Dionn!! suara seorang pria memanggil nama Dion dengan suara yang cukup keras.


Papi,, Dion di sini!! Dion pun melambaikan tanganya sambil tersenyum.


“Dion kamu


kok main pergi aja, kan papi jadi bingung nyariin kamu!! iya papi aku ketemu


kakak Janet nih!! Dion menunjuk kea rah Jen’ Heru dan Jen saling bertatapan


sejenak, “ahh terimakasih Janet!! ahh iyaa pak Heru sama-sama!!


Heru dan Janet terlihat canggung, tak banyak kata yang dapat terucap dari


masing-masing, namun hanyalah keheningan sesaat. amm saya pergi dulu pak Heru, “ahh


iya Jen hati-hati!! bye bye kakak Janet janji yah main ke rumah sama Dion!!


sembari Dion menarik-narik jaket Jen dengan wajah tampan yang sangat mirip


dengan ayahnya.


Iya Dion kakak janji akan datang kalau kakak gak sibuk!! Jen mengelus kepada Dion


sambil tersenyum seakan menghipnotis Heru yang kala itu sedang menatap Jen


dengan wajah ang terlihat murung.


Berjumpa denganmu pada waktu yang tak ku sangka, rasa bahagia menyelimutiku namun aku


sadar akan posisiku saat ini tak lebih hanyalah orang asing bagimu sehingga aku


harus bersandiwara agar dirimu tak mengetahui jika saat ini jauh dalam lubuk


hatiku, aku sangat mengaharapkanmu!!


“Jen maafkan aku, tidak kata maaf pun tak akan cukup untuk menebus kesalahanku


padamu!! kau terluka karenaku kau menangis karenaku kau kecewa menderita juga


karenaku!!


Semenjak pertemua di sebuah mini market tersebut Jen pun mulai membuka diri untuk


berkomunikasi kembali, karena Dion yang terlihat sangat menyukai kehadiran Jen.


                                                        ***