Beloved Mister 1-2

Beloved Mister 1-2
Gadis manjaku



“Kediaman oma Carla”


“Janet, jangan lupa bekalmu yah,” ujar sang nenek dengan lembu sembari mempersiapkan bekal di kotak makan.


Iya oma, terimakasih sudah repot-repot nih oma. Ujar Jen sembari mendekap sang nenek.


“Iya Jen, kamu harus sehat! karena jadwal kuliahmu cukup padat dan juga kamu harus bekerja.”


Iya oma, aku sudah cukup senang bisa tinggan sama oma disini. Ujar Jen dengan wajah dipenuhi senyuman.


“Jen, mulai minggu depan kamu gak perlu kerja lagi!”


Kenapa oma?? tanya Jen dengan nada yang cukup heran.


“Iya, kamu cukup belajar dengan baik untuk kuliahmu dan oma mau kamu les musik yah.”


Iya oma, terserah oma aja. kalau gitu, Jen berangkat dulu yah oma.


“Iya sayang, sini cium oma dulu,” dengan penuh kelembuatan sang nenek pun memberi kecupan sayang tepat di kening Jen.


Bye oma… Jen melambaikan tangannya mengiringi kepergiannya.


“Perusahaan X”


“Jen, nanti tolong ke ruangan abang yah!!” ujar Tommy saat Jen tiba di kantor.


Baik bang. Jawab Jen, lalu bergegas menyelesaikan pekerjaannya.


Tok tok tok…


“iya, silakan masuk!”


Permisi bang, abang manggil aku kan tadi pagi?? ujar Jen saat tiba di ruangan Tommy.


“iya Jen, silakan duduk! mau kopi hangat??” Tommy menyodorkan secangkir kopi hangat special untuk Jen.


Iya, thank you bang Tom.


“Jen! jujur abang udah senang banget kamu mau kerja bersama disini, selama beberapa tahun ini. Tapi ternyata keputusan dari oma mau kamu full kuliah aja.”


Ohh itu, iya bang. Oma sudah ngomong sama ke aku.


“Iya Jen, abang harap kamu kuliah yang rajin yah.” Ujar Tommy dengan raut wajah yang seakan tak rela jika Jen tak lagi bekerja bersamanya.


Tommy Ehpraim, itulah nama lengkap dari Tommy. Seorang pria bertubuh tinggi sekitar seratus delapan puluh centi meter, berkulit kuning langsat, tampan, cerdas, sukses dan memiliki postur tubuh yang cukup kekar.


Sejak awal kedatangan Jen di keluarga Ehpraim, Tommy suah mulai menyukai Jen. jen yang merupakan gadis rajin, cantik, ramah dan sopan tersebut telah berhasil mencuri perhatian Tommy.


Namun, Jen ternyata telah terlanjur jatuh cinta pada dosen tampan di kampus awalnya dulu. Dosen tampan tersebut pun telah menjadi seorang duda dengan satu orang anak laki-laki. Herruon Daniswara atau biasa dipanggil dengan nama Heru, merupakan sahabat Tommy sejak berada di masa kuliah.


Setelah Tommy mengetahui bahwa wanita yang dia sukai telah jatuh cinta pada sahabatnya sendiri, Tommy begitu marah dan tak bisa menerima kenyataan tersebut.


“Kediaman Oma Carla”


“Oma, kenapa Jen harus berhenti kerja sih..” ujar Tommy yang terkadang masih manja dengan sang nenek.


Jen harus fokus kuliah Tommy. Tukas sang oma sembari membelai punggung Tommy.


“Iya om, aku tahu. Tapikan aku butuh Jen di kantor.”


Hmmp, kamu kan bisa mengajak Jen jalan-jalan juga!! ujar sang oma dengan tersenyum.


“Iya oma, tapi pertemuanku bersama Jen sudah cukup terbatas.”


Yasudah, malam ini nginap aja di rumah oma! tukas sang oma yang membuat Tommy tersenyum bahagia.


“Serius oma??” tanya Tommy dengan penuh antusias.


Iya Tommy, tapi kamu jangan gangguin Jen yah.


“Yes, siap oma!!” Tommy tertawa bahagia bersama sang oma tercinta.


Saat malam tiba…


Jen, bagaimana kuliahmu? tanya sang nenek sembari menyantap makan bersama.


Kuliahku cukup padat oma, karena ini sudah memasuki semester yang cukup berat sih.


Ohh begitu! yang penting kamu sekarangkan cuma fokus kuliah Jen! ujar sang nenek sembari melempar senyuman pada Tommy.


“Jen, kamu gak kangen sama abang??”


Aishh, apaan sih bang Tom!! tukas Jen yang terlihat canggung.


Ahahha… kalian ini masa gak akur begitu sih! tukas sang oma.


Bang Tom nih oma… rengek Jen manja pada sang nenek.


Yasudah, oma mau istrahat dulu. Tommy dan Jen silakan kalau mau ngobrol! lagian besok weekend kan! ujar sang nenek, lalu meninggalkan meja makan.


“Jen, besok kamu ada waktu luang?”


Ah, entah bang! mungkin aku mau ngerjai tugas aja sih.


“Ohh gitu. Emm, kalau besok kita ke mall gimana??”


Emm, aku belum bisa putuskan selarang bang! aku mau istrahat dulu.


Kenapa bang? Jen menarik kembali tangannya.


“Hmpp, selamat istrahat yah..” ujar Tommy dengan perasaan yang sedikit canggung.


Iya bang, thank you.


Jen pergi menuju kamarnya yang berada di lantai dua.


Argh… sudah jam segini pak Heru ngapain aja yah!!!


Gumam Jen saat merebahkan dirinya di kasur, sembari bermain ponsel dan berniat untuk menelpon sang kekasih hati.


Hallo pak dosen bawelku… ujar Jen saat memulai pembicaraan bersama si dosen tampan.


Iya bawelku, aku sudah selesai ngerjain tugas kok! makanya aku telpon bapak… ujar Jen dengan nada manjanya pada Heru yang saat itu sedang berbincang dengannya via udara.


Hmmp… pak Heru sepertinya sedang sibuk dengan tuas-tugas mahasiswanya. Gumam jen sembari terus tersenyum saat menatap layar ponselnya.


Keesokan harinya…


“Jen, abang harus segera pulang karena ada sedikit urusan di kantor.” Ujar Tommy yang terlihat terburu-buru ingin bergegas pergi.


Iya bang, hati-hati dijalan yah…


“Iyaa Jen, lain kali abang akan ajak kamu jalan-jalan yah!!” Tommy mengusap kepala Jen lalu melangkah pergi.


Drrttt… “sayang, aku sore ini ke rumah yah!” by: Bawel sayang


Aishh, pak Heru mau ke rumah!! gumam Jen saat membaca pesan whatsapp dari Heru.


Oma, pak Heru bilang mau datang ke rumah.


Ohh iya Jen, silakan aja! oma mau pergi ke rumah saudara, kamu jaga rumah yah.


Oma pergi sekarang? ujar Jen sembari menghampiri sang nenek untuk membantu membawakan barang-barang yang akan dibawa.


Oma pergi dulu Jen, bye bye…


Setelah beberapa saat kemudian…


Non Janet!! ada nak Heru di depan! ujar seorang asisten rumah tempat Sunny berdiam tersebut.


Ohh, okay! persilakan masuk saja!


Baik non…


Jen yang sedang duduk di sebuah ruang keluarga, sembari menunggu pujaan hatinya.


“Hallo sayang..” bisik seorang pria dari arah belakang sembari memberikan pelukan mendadak.


Pak Heru! isshh jangan begini, nanti ketahuan sama mbak di rumah!!


“Hmmp, tapi mbak kan lagi pergi ke mini market sayang…”


Emm, iya pak. Jen hanya tersipu saat sang dosen tampan tersebut mendekap dirinya dengan mesra dan hangat.


“Jen, kita jalan-jalan..”


Maaf pak, oma bilang aku jaga rumah!


“hmmp, jadi kamu gak mau lagi nih pergi sama aku!!” ujar Heru dengan nada sedikit menggoda Jen yang masih polos tersebut.


Hmmp… Jen menggelengkan kepalanya.


“Lalu apa sayang?” Heru meraih kepala Jen dan mendekatkan kepalanya pada kepala Jen.


Ahh, aku…--- Jen terlihat sangat canggung dan kikuk dihadapan duda tampan tersebut.


“Kenapa sayang??” Heru pun mendekap Jen dengan penuh kelembutan.


“Jen, aku sangat mencintaimu. Aku akan tetap berjuang untuk hubungan ini.”


Terimakasih pak, aku juga sangat mencintai pak dosen bawelku ini. Balas Jen sembari membalas pelukan Heru dengan penuh kehangatan.


Sepanjang sore menjelang malam tersebut, Jen begitu menikmati akhir pekannya. Heru yang terus bersamanya,berbincang-bincang hingga tak sadar akan waktu yang sudah menunjukkan pukul 22.00.


“Jen, ini sudah malam! besok kamu harus kuliah pagikan?” tukas Heru yang baru tersadar akan waktu berharga mereka segera berakhir.


Iya pak, kalau begitu bapak pulanglah. Kasihan Dion menunggu bapak lama! ujar Jen yang menghantarkan Heru ke pintu depan.


“jam segini oma kenapa belum pulang?” ujar Heru sembari menyalakan mobil Honda brio miliknya.


Entah pak, sepertinya oma nginap deh…


“Oke, kamu istrahat yah, dan biar asisten rumah yang mengunci pintu rapat-rapat yah!!”


Iya pak, jangan khawatir! hmmpp…


“Oke sayang…” Heru pun pergi meninggalkan kediaman Jen sambil melambanikan tangannya.


Malam yang indah dan penuh kebahagiaan bagi Jen dan Heru, walau hingga saat ini hubungan mereka masih tak ada yang mengetahui, kecuali Tommy.