Beloved Mister 1-2

Beloved Mister 1-2
Pelukan hangat itu



“Kau bagaikan sinar rembulan hanya dapat kupandang dari kejauhan namun tak mampu kugapai, apakah hadirku sungguh tak berarti bagimu."


Janet yang telah kehilangan ibunya dan juga adik semata wayangnya sungguh membuat


hidupnya berubah, rasa pedih yang ia alami sejak kecil sungguh membuatnya lebih menghargai hidup dan kehadiran Tommy pun kini semakin memberi warna.


Ahaha, seru bang, coba lagi lagi bang, wow hebatt abang hebat banget sih nembaknya!!


“ia dong Jen makanya kamu harus fokus kalau mau menembak dengan tepat


sasaran!!"


Keduanya terlihat sangat menikmati setiap aktivitas yang kini sering kali dilakukan. Tommy kerap kali mengajak Jen untuk mengikuti semua kegiatan yang seakan membuat Jen lupa akan permasalahannya.


Jen terlihat begitu bahagia akan kehadiran Tommy yang  kini selalu berada di samping namun lamaran Tommy masih belum terjawab hingga saat ini.


_______________*________________


Papi!! ayoo kita ketemu sama kakak Janet, ayoo papi!! rengekan seorang anak laki-laki


yang berharap ingin bertemu Jen


“iyaa sayang, tunggu dulu sabar dulu


mungkin aja kakak Jen sedang sibuk kan!" tegas Heru kepada anaknya.


Papi katanya janji mau ngajak kakak Jen pergi tapi kok belum?? ayo papi!!


Dion terus merengek hingga akhirnya Heru mencoba untuk menelpon Jen.


“hallo Jen, maaf ganggu istrahatmu, ini Dion mau bicara denganmu!!


Dion pun merebut ponsel dari tangan Heru.


Hallo kakak Jen kakak besok kita ke taman hiburan**** yuk, kan kakak janji mau main


sama aku! ucah Dion sambil merengek kepada Jen.


Beneran kak Jen?? yee asyikk besok aku sama papi jemput yah kak!!


Tiba esok hari si suatu siang menjelang sore Heru bersama dengan anak semata mayangnya pergi menemui Jen di sebuah apartemen****.


Hallo Dion!!


Hallo kakak Janet!!


Seorang anak kecil berlari dengan penuh senyuman hangat dan kepolosan menuju ke arahku, apakah aku akan menjadi seorang ibu!!


Dion begitu menikmati kebersamaannya bersama dengan Jen yang sudah ia anggap


sebagai sosok ibu baginya.


Papi kita makan malam bareng kakak Jen yah!! pinta Dion penuh harap kepada ayahnya


“iya Dion kita akan malam bersama.


 Di sebuah resto korea*** mereka makan seperti layaknya keluarga kecil yang terdiri dari ayah ibu dan anak.


“Jen thank you sudah mau menemani Dion bermain hingga larut malam begini, maaf jadi merepotkanmu!!"


iya pak Heru gak masalah, kalau gitu aku


pulang, ehh Dion!!


Saat ingin melangkah ke luar dari mobil, Dion tertidur di pangkuan Jen sehingga Jen akhirnya ikut pulang bersama Heru untuk menghantar Dion hinggan ke tempat tidurnya.


“Jen baringkan saja di sini".


Heru menunjukkan Jen ke sebuah ruangan yang di penuhi hiasan karakter super hero.


iya pak Heru, kalau begitu saya pulang dulu yah..


"Jen tunggu!!


Heru mencoba mendekati Jen dan menggenggam tangan Jen.


Iaa kenapa pak?


“Jen!! kenapa kamu selalu ada di saat aku mulai rapuh?? kenapa kamu selalu ada Jen??


Heru mendekati Jen dan menyentuh wajah Jen menggunakan tangannya.


"Jen tolong bilang kalau kamu juga masih menginginkan aku!!" Heru memeluk tubuh Jen.


Ada apa ini?


Mengapa disaat aku sudah bersama orang lain kau harus hadir kembali?


Mengapa pelukkan ini begitu hangat hingga aku tak mampu untuk memberikan penolakkan bahkan aku merasa sedikit nyaman.


 “Jen apakah aku masih ada tempat dihatimu!!"


Heru menarik tangan Jen lalu meletakkan


tangan Jen pada dadanya.


Apa maksud bapak sebenarnya??


"Jen apakah kamu tak bisa


memanggil dengan kalimat merdu manja lagi seperti dulu yah??"


Pak heru aku gak ngerti apa sebenarnya maksud bapak!!


"Jen tolong jangan buat aku menderita lagi".


Heru kemudian memeluk erat tubuh Jen dan memegang wajah Jen dengan kedua tangannya.


 “Jen apakah kamu masih mau menerimaku lagi??


menerima lamaran bang Tommy.


Kemudian Jen tertunduk lalu mencoba mundur perlahan dari hadapan Heru.


"Jen kenapa Jen apakah sudah tak ruang lagi? kapan kamu terima lamarannya??


Pokoknya aku sudah terima, bapak jangan ganggu aku lagi!!


Jen mencoba pergi namun Heru memeluknya kembali dari belakang.


Jangan pak, lepasin aku!!


Jen mencoba melepaskan pelukan Heru dengan sebisa mungkin.


Kenapa baru sekarang pak? kenapa waktu lalu bapak malah menghinaku?? kenapa?


“Jen tolong dengarkan aku dulu! aku gak bisa hidup tanpa kamu, coba lihat Dion dia


sanyang banget sama kamu!!


Apa... jadi hanya karena Dion bukan keinginan bapak sendiri??


Jen membalikkan badan lalu Heru mencoba ingin mendekatkan wajahnya.


 “Jen coba bilang kalau kamu juga sangat mecintaiku!!"


Heru semakin mendekati wajah Jen.


Lepasin aku pak!! Jen membontak dan mencoba menghindari Heru.


“Jen apakah karena Tommy kaya kamu jadi terhipnotis dengan kekayaannya! jadi cintamu


perjuanganmu hanya sebatas uang kah??"


Stopp bapak jangan bawa-bawa nama bang Tommy, bahkan bang Tommy selalu ada untukku!! bentak Jen


“Ohh jadi karena hal itu hah!!


Heru mencengkram wajah Jen dengan tangannya!!


Lepasin aku, brengsekkk!!


“Apaa Jen? apa aku gak salah dengar kamu panggil aku brengsek sekarang?? sejak kapan aku begitu, lalu apa yang sudah Tommy lakukan padamu?? bagian mana hahh??


Heru terus menerus memeluk Jen dengan erat seakan tak ingin Jen lepas darinya kali


ini.


Aku lelah dengan semua ini, jangan ganggu hidupku lagi!!!


Jen berteriak hingga membangunkan Dion.


Papi di mana papi?? siapa itu papi??


“Dion tidur aja yah nanti papi nyusul!!


baik papi..


“kamu mau bangunin Dion Jen?


Lepasin aku pak!!


“kamu jadi sedikit agresif yah Jen!!


Apa maksud bapak???


Seorang pria yang pernah membuatku mencintai dengan begitu dalam kini memelukku erat.


Mengapa aku mengatakan hal yang sebaliknya, mengapa aku tak mampu berkata


jujur lagi dengan diriku sendiri.


Heru mengecup mesra kening Jen.


"Ilove you Jen!!


Jen menjadi terdiam tak bisa


berkata apa-apa lagi, lalu Heru mulai mengecup bagian pipi Jen hinggan


mendekati ujung kiri bibir Jen.


Pak Heru!! Jen mendorong Heru saat akan


melanjutkan kecupan tersebut.


Jangan jangan begini pak, aku sudah bersama bang Tommy, aku gak mau mengecewakan bang Tom!! tegas Jen dengan wajah yang terlihat murung namun juga masih memegang bagian pundak Heru.


 “Jen jadi aku gak punya kesempatan lagi!! Heru mendekati wajah Jen kembali.


Aaa akusudah—


Heru kemudian mendaratkan kecupan mesra dan juga lembut tepat pada bagian bibir Jen namun Heru menarik dirinya kembali keduanya sempat terdiam dan saling bertatapan tajam.


Aahh aku apa yang sudah terjadi,, ucap Jen gugup dan malu saat Heru menatap matanya lalu tersenyum lembut.


"Jen aku tahu kamu gak pernah menerima lamaran Tommy!"


Apa?darimana bapak tahu??


"tuh kamu baru bilang kok sayang,


Heru tersenyum mesra kepada Jen hal tersebut semakin membuat Jen tersipu.


 “yaudah mulai malam ini aku akan mencoba membahagiakanmu Jen!!


Malam yang begitu indah dan hangat itu telah mempersatukan heru dan Jen kembali.