Beloved Mister 1-2

Beloved Mister 1-2
Nonaku sayang



”Beloved Mister”


Author by Natalie Ernison



Mr. Tyson akhirnya melamar Jannet secara terang-terangan, dihadapan para pegawai perusahaan cabang S. Sungguh hal yang tidak terduga dalam kisah kehidupan Jannet.


”Mansion kediaman Rhepen family”


”Dad, sepertinya anak kita telah membuat kemajuan pesat dalam kisah percintaannya.” Ucap Nyonya Zema ibu dari Mr. Tyson pada suaminya, Mr. Hebrew Rhepen.


Huhh... menghela napas perlahan sembari tersenyum sendu.


”Aku pun sangat bersyukur, mom. Akhirnya, Tyson mendapatkan wanita yang sesuai pilihannya.” Balas Mr. Hebrew pada istrinya.


“Sepertinya, malam ini kita harus berbicara banyak pada Tyson, dad!” Ajak sang istri dan bergegas bangkit dari kasur.


”Pelayan! Tolong panggilkan Tyson, katakan daddy dan mommy menunggu!” Titah Nyonya Zema pada salah seorang pelayannya.


Setelah beberapa saat kemudian...


”Mom, dad! Ada apa memanggilku?” ucap Mr. Tyson yang baru saja tiba dengan mengenakan kaus santai.


”Kami ingin bicara banyak padamu,” tukas Mr. Hebrew pada Mr. Tyson


”Tentang hubunganmu bersama Nona Jen, apakah semua berjalan baik?” ucap Mrs. Zema penuh rasa ingin tahu.


”Kami berencana tunangan terlebih dahulu, dad mom. Karena, Jen harus menyelesaikan kontrak pekerjaan dengan perusahaan cabang S. Setelah semua selesai, maka kami akan segera menikah.”


”Oo my Goddess! Anak mommy sudah dewasa sekarang,” puji sang ibu sembari merangkul Mr. Tyson.


”Bukankah, kau bisa saja membatalkan kontrak pekerjaannya, kau adalah pewaris perusahaan cabang S, bukan?” tukas sang ayah heran.


”Tentu saja bisa, tapi aku tidak ingin membuat nilai Jen berkurang dimata orang-orang, hanya karena dia calon istriku. Aku ingin, Jen selalu terhormat dan mandiri.” Ucap Mr. Tyson dengan tersenyum sendu.


”Daddy dan mommy sangat bangga padamu, Tyson. Kau sangat tahu posisi dan apa yang harus kau lakukan. Sekalipun daddy telah menyerahkan hak kepemilikan perusahaan padamu, tapi kau tetap bertindak profesional.”


Mr. Hebrew bersama Mrs. Zema sangat tidak menduga akan tindakan bijak yang telah Mr. Tyson lakukan.


”Kami hanya bisa mendukung dan mendoakan yang terbaik bagimu. Selebihnya, kau sudah jelas tahu apa yang harus kalian jalani.” Jelas sang ibunya.


”Dadd, mom! Aku sangat berterima kasih atas semua kepercayaan yang telah kalian berikan padaku, dan akhirnya aku menemukan wanita yang tepat bagiku.”


”Kami sudah tahu latar belakang Nona Jen. Dia adalah mantan kekasih dari Tuan muda Heron, anak pewaris juga penerus keluarga besar Danish. Tentu nilai Nona Jen tidaklah sembarangan.” Tukas sang ibunya, Mr. Tyson terdiam sejenak.


Terlalu banyak tanda tanya yang kini bertumpuk dibenaknya. Kalau saja, keluarganya mengetahui tentang hal yang seharusnya tidak mereka ketahui.


”Keluarga Danish memang cukup terkenal dan pemilih soal pasangan bagi keturunan mereka. Tapi, daddy yakin pilihanmu adalah tepat dan terbaik.” Ucap sang ayahnya dengan wajah tersenyum.


”Itu sudah menjadi masa lalunya, kumohon jangan ungkit perihal itu dihadapan Jen. Karena, bisa saja itu menyakitkan hatinya.”


”Tidak Tyson. Daddy dan mommy hanya sekedar mengatakannya, dan tidak bermaksud lain padamu.” Tukas sang ibu.


Mr. Tyson menunduk dan seakan tidak menyukai topik baru kali ini.


”Tyson, daddy minta maaf, jika hal itu menyinggungmu!” sesal sang ayah.


Mr. Tyson tersenyum sendu, ”yah, dad mom. Aku hanya ingin melihat Jen bahagia bersamaku. Acara pertunangan akan segera terlaksana.”


Malam ini, sempat terjadi ketegangan saat Mr. Hebrew bersama Mrs. Zema membicarakan perihal kisah masa lalu Jen bersama Heron, walaupun hanya sekilas. Namun, hal itu telah membuat Mr. Tyson tidak senang.


Ternyata, kedua orang tua dari Mr. Tyson secara diam-di telah melakukan penyelidikan tentang latar belakang juga masa lalu Jen selama ini. Namun, hal itu tidak menjadi permasalahan bagi mereka. Karena sebagai orang tua, sudah sewajarnya saja jika mereka menginginkan yang terbaik bagi Mr. Tyson.


***


Setelah beberapa minggu kemudian...


”Tuan Tyson, anda ingin membawaku kemana?” Ucap Jen, saat Mr. Tyson dengan sengaja menutup kedua matanya menggunakan sebuah kain penutup mata. Niatnya ialah, ingin memberikan kejutan bagi Jen.


”Kita akan melakukan apa tuan?” tanya Jen heran, kala itu Mr. Tyson membawanya ke sebuah studio foto.


Jen masih belum yakin dengan apa yang ia dengar kini, namun itulah kenyataannya.


”Satu lagi! Jangan panggil aku tuan saat kita bersama!” Bisik Mr. Tyson.


”Tapi, aku lebih suka memanggil anda dengan sebutan Tuan Tyson. Karena, itu adalah suatu penghormatan bagimu.” Balas Jen dengan tersenyum lembut.


”Baiklah, Nonaku sayang. Aku akan memanggilmu Nonaku sayang,” bisiknya pada Jen, Jen selalu saja tertawa lepas saat bersama Mr. Tyson


”Bagi Tuan Tyson dan Nona Jannet. Silakan, mengenakan pakaian yang telah tersedia.” Ucap salah seorang photographer profesional, sembari mengarahkan Jen ke sebuah ruang ganti.


Beberepa menit kemudian...


”Apakah memang serba hitam begini, Tuan Tyson?” Tanya Jen heran sembari memperlihatkan gaun panjang miliknya.



Mr. Tyson tersenyum kagum akan kecantikan wanitanya hari ini. ”Kau sangat menawan, Nonaku,” puji Mr. Tyson.


”Gayamu benar-benar tak dapat diubah, sekalipun oleh seorang desainer terkenal.” Kekeh Jen tatkala melihat penampilan khas dari Mr. Tyson.



Mengenakan pakaian serba hitam dengan balutan jas elegant dan tak lupa kacamata hitam kesayangan dari Mr. Tyson.


Jen terus terkekeh geli saat melihat penampilan narsis Tuan kesayangannya. ”Apakah pria ini begitu percaya diri dengan penampilan seperti itu,” batin Jen.


”Sungguh pasangan yang serasi dan elegant. Aku yakin, pria ini pasti seorang jutawan bahkan billioner,” bisik para penata rias, saat melihat betapa serasinya penampilan Jen bersama Mr. Tyson


Semua mata tertuju pada penampilan kedua insan yang sedang dilanda asmara ini. Sepanjang waktu pemotretan, Jen tak hentinya tertawa saat bersama Mr. Tyson.


>>>


”Apa yang membuat Nonaku begitu bahagia?” ucap Mr. Tyson heran.


”Bagaimana mungkin aku tidak tertawa, saat melihat penampilan pasanganku yang sangat narsis ini.” Kekeh Jen, sembari mencoba mengenakan kacamata hitam milik Mr. Tyson.


Keduanya saling mentertawakan diri sendiri, dan keduanya terlihat begitu menikmati setiap detik kebersamaan.


”Aku sangat bahagia,” ucap Mr. Tyson, lalu meraih kedua tangan milik Jen, dan mengecup punggung tangan Jen.


Jen pun jauh lebih bahagia hari ini. Kali ini, langkah mereka tinggal beberapa tahap untuk menuju acara sakral yang sangat dinantikan.


Beberapa minggu kemudian...


***


Tak butuh waktu lama untuk mengadakan acara pertunangan, sebagai pengikat awal hubungan antara Mr. Tyson dan Jen.


Seluruh pengurus acara telah bekerja dengan cukup keras untuk pelaksanaan acara pertunangan Mr. Tyson bersama Jen. Sekalipun, acara pertunangan hanya untuk kalangan terdekat.


“Selamat atas pertunangan anda, Tuan Tyson.” Ucap Vestus, yang kala itu turut hadir bersama seorang wanita.


”Terima kasih, Tuan Vestus,” balas Jen juga Mr. Tyson.


”Jannet, selamat temanku tersayang,” ucap Tivana sembari memeluk Jen erat, dengan air mata haru bahagianya.


”Jen coba lihat, siapa yang akan menjadi suami masa depanku?” ucap Tivana sembari merangkul seorang pria tampan.


”Sammie,” ucap Jen terkejut. Rupanya, Sammie sang manager mudanyalah yang menjadi pendamping dari Tivana, teman baiknya.


Suasana bahagia pun terpancar dari senyumam tulus Jen juga Mr. Tyson saat bersalaman dengan para tamu undangan. Semua keluarga besar turut hadir dan memberikan berbagai hadiah special. Terlebih lagi, Mr. Tyson termasuk sosok yang cukup terkenal dikalangan dunia bisnis dan para klien perusahaan-perusahaan ternama.



Selamat berbahagia untuk Mr. Tyson & Nona Jen🥰❤️


***