
”Beloved Mister - Season 2”
Author by Natalie Ernison
Kisah perjalanan hidup yang dipenuhi dengan suka duka, air mata haru bahagia. Tentunya, tidak mudah untuk dijalani. Terlebih lagi, kisah percintaan yang tidak sejalan dengan keinginan hati. Dibalik semua akhir bahagia, ada hati yang sedang berduka.
~ ~ ~
”Kota S”
Heron kini berada di kota S bersama dengan Mercy kecil juga para orang-orang kepercayaannya.
Kota S adalah kota yang dipenuhi oleh kaum keturunan serigala bangsawan. Tak banyak yang tahu mengenai keadaan kota S ini. Heron memutuskan untuk pergi menjauh dari kisah masa lalunya.
”Tuan, mengapa kita harus pergi kemari, bukankah tuan harus membangung bisnis baru di sini?” tanya sang asistennya.
”Aku hanya takut, jika aku tidak dapat menahan diriku untuk menghancurkan pernikahan Jen bersama pria itu.” Balas Heron sembari merem*a gelas yang kini berada di genggamannya. Gelas kaca tersebut bahkan pecah seketika.
”Bukankah masih banyak wanita lain tuan, mengapa harus Nona Jen?”
”Jika kau belum pernah mencintai hingga terluka, kau tak akan pernah tahu tentang arti berjuang dan melepaskan agar tidak saling menyakiti.” Ucap Heron dengan keadaan hati yang dilanda kepiluan.
”Nona Jen pasti wanita yang tak tergantikan dihidupmu, tuan,” ucap sang asistennya. Heron hanya tersenyum miring.
”Bahkan untuk membayangkan Jen tidur bersama pria lain saja, rasanya aku ingin memotong tubuh pria itu.”
”Tapi sudahlah, untuk saat ini aku harus membereskan permasalahan bisnis ilegal di kota S.” Tukas Heron, lalu pergi dari hadapan sang asistennya.
Penyesalan kini menggerogoti kehidupan Heron, dan rasanya bagaikan mimpi. Terlebih lagi, kedua orang tuanya kini menyadari betapa pentingnya Jen bagi Heron.
Kekuasaan, kemewahan, bahkan tak ada artinya lagi bagi seorang Heron Danish. Semua keterpurukannya ialah akibat keserakahan juga keegoisan keluarganya. Lahir dari keturunan bangsawan dan memiliki kedua orang tuan yang sangat kejam tanpa ampun.
Drrttt.... Ponsel milik Heron terus berdering, disaat ia sedang mengerjakan beberapa urusan pekerjaannya.
Mr. Wornerd: “Tolong urus bisnis keluarga di kota S. Saat ini ada kaum bangsawan lain yang mencoba untuk mengambil alih hak kepemilikkan.” Ucap sang ayah Heron dari balik panggilan suara.
Heron: “Mengapa harus aku yang melakukannya, apakah belum cukup kalian memperalatku!” Tukas Heron dengan nada bicara yang cukup sinis pada sang ayah.
Mr. Wornerd: “Heron, semua demi kebaikan kita bersama. Apakah kau tidak ingin anakmu bersama Nona Jannet tetap aman!”
Heron terbangun dari tempat ia kini duduk, napasnya terengah tak teratur.
Heron: “Apa yang ayah katakan! Jangan main-main denganku!” Peringat Heron.
Mr. Wornerd: “Walau bagaimanpun juga, Tyson tidak dapat melakukan hubungan ****.
Kau pikir ayah akan diam saja, melihat pria lain dipanggil ayah oleh cucuku sendiri.”
Tukas sang ayah.
Heron: “Jangan pernah ayah usik kehidupan Jen dan calon bayinya. Aku hanya ingin yang terbaik baginya.”
Mr. Wornerd: “Mengapa kau membiarkan calon anakmu memanggil pria lain sebagai ayah. Apakah otakmu sudah tidak ada lagi!” Bentak sang ayah.
Heron menendangi meja kerja miliknya, dan membuat berkas-berkas yang terletak di atas meja jatuh berserakan. Sang asisten yang melihat pun cukup terkejut.
Suatu rahasia besar yang selama ini Heron tutupi dari semua orang, namun sang ayah juga ibunya tidak kalah cerdas untuk berusaha mencari tahu kebenarannya.
Saat pertama kali Jen berhubungan intim bersama Mr. Tyson, sebenarnya itu adalah Heron. Mr Tyson ternyata tidak dapat sembuh dari penyakitnya, sehingga terjadilah sebuah kesepakatan yang begitu memilukan dan tak dapat diterima oleh keluarga.
---Kilas balik---
Mr. Tyson jatuh tersungkur dalam kepiluan, dan manangis meraung-raung. “Aku tidak berguna, sebagai pria aku sangat tidak berguna dan juga payah!” Jerit Mr. Tyson pilu.
Seketika, Mr. Tyson meraih tangan Heron dan keduanya saling bertatapan.
“Milikilah anak, dan lakukan itu seolah diriku.” Ucap Mr. Tyson dengan mantap walau air matanya tak henti-henti menetes pilu.
“Kau bajing*n!”
Bugh...
Heron memukul wajah Mr. Tyson hingga mengeluarkan darah dari ujung bibirnya.
“Apakah kau gila! Jannet bukanlah barang yang bisa kau serahkan begitu saja! Dia istrimu, istri sahmu bodoh!” Bentak Heron dan meraih krah leher baju milik Mr. Tyson sembari menggoncangkan tubuh Mr. Tyson.
“Sejak awal aku hanya ingin membuat Nona Jen bahagia dengan caraku. Namun, nyatanya dengan jalan pernikahanpun tidak cukup. Aku melakukan hal yang sangat fatal, aku telah membuat penderitaan bagi Nonaku...” ucapnya lirih dan terlihat begitu putus asa.
“Usahakan yang terbaik, dan buat Nonaku mengandung dari hasil buah cinta kalian..” lirih Mr Tyson.
“Kau memang benar-benar bajing*n tengik Tyson!” Isak Heron sembari tersungkur dalam kepiluan. Pernyataan dari Mr. Tyson sungguh tak dapat dipercaya.
“Lakukanlah, tapi kumohon biarkan Nonaku tetap menjadi istriku. Biarkan aku menebus kesalahanku hingga anak kalian bertumbuh besar. Hingga tiba satnya, aku akan mengatakan yang sebenarnya. Kumohon Tuan Heron...” ucapnya lirih dan penuh keputus asaan.
Setelahnya, Mr. Tyson bersama dengan Heron mencari sebuah ramuan dari kota kaum serigala. Sebuah ramuan yang dapat memanipulasi orang-orang sekitar.
Ramuan tersebutlah, yang membuat Jen beranggapan bahwa Heron ialah Mr. Tyson. Selama bulan madu yang mereka lakukan selama beberapa pekan penuh, bukanlah bersama Mr. Tyson. Pria yang telah membuatnya mengandung ialah Heron.
Hal itu hanya diketahui oleh dua belah pihak yang melakukan kesepakatan, yaitu hanyalah Mr. Tyson dan Heron.
Selama kepergian Heron bersama Jen, Mr. Tyson benar-benar terpuruk. Semuanya dilakukan benar-benar rapi.
>>>
Selama beberapa pekan lamanya, Jen pun kembali ke mansion milik mereka bersama Mr. Tyson.
“Sekarang, tepati janjimu untuk meninggalkan Nonaku. Kau sudah memiliki seluruh bagian berharga dalam hidupku. Kumohon, pergilah menjauh, sehingga Nonaku benar-benar telah melupakanmu sepenuhnya.” Pinta Mr. Tyson yang saat itu melakukan pertemuan bersama Heron.
Heron tertunduk dalam kepiluan. “Baiklah, aku akan pergi jauh.” Ucap Heron dengan nada lirih.
“Aku tidak akan pernah menyentuhnya, namun aku akan menjaga melindungi dan mencintainya dengan sepenuhnya.” Ucap Mr. Tyson dengan penuh keyakinan.
“Suatu saat, aku akan kembali dan mengambil wanitaku juga anakku darimu.” Tukas Heron dengan tatapan mata yang begitu lekat pada Mr. Tyson.
Mr. Tyson tersenyum sembari melangkah mendekati Heron. “Aku akan menjaga anak itu selayaknya anakku sendiri. Kau tidak perlu cemas.” Ucap Mr. Tyson seraya memeluk tubuh Heron dan air mata membanjiri pertemuan terakhir mereka.
“Jika tiba saatnya penyakitku tak dapat disembuhkan, maka kau boleh merebut mereka dariku.” Lirih Mr. Tyson.
“Jannet dan calon bayi yang berada didalam kandungannya akan selalu menjadi milikku. Untuk beberapa tahun ke depan, aku harus menjauh dari orang-orang yang sangat kusayangi.” Tukas Heron melangkah pergi dari hadapan Mr. Tyson.
“Maafkan aku Nonaku, aku hanya ingin kau memiliki masa depan bersama anak-anak dimasa depan. Bukannya denganku yang membuat duka baru dalam hidupmu..” Lirih batin Mr. Tyson.
Semenjak kepulangan dari agenda bulan madu, Jen tak pernah lagi mendapatkan kebutuhan ranjangnya dari sang suami. Berbagai alasan pun dilontarkan pada Jen.
Salah satunya, ialah takut jika saja karena berhubungan intim, dapat menyakiti calon bayi dari Jen. Jen sendiri pun tak menyalahkan sang suami, sekalipun hal itu bukan alasan yang kuat untuk menghindari persetubuhan.
Semenjak kepergian Heron ke kota S, ia dipenuhi dengan permasalahan baru daripada perusahan juga bisnis keluarga yang kini ia kelola. Lawannya pun tidaklah mudah, karena Heron berurusan dengan kaum bangsawan serigala. Hal itupun cukup mengancam keamanan keluarganya.
Berat dan tidak mudah bagi Heron untuk menerima kenyataan ini. Terlebih lagi bagi Jen, apa jadinya nanti jika Jen telah mengetahui bahwa ayah dari anaknya ialah Heron. Sementara Mr. Tyson masih tidak dapat disembuhkan, walau mereka telah melakukan beberapa proses pengobatan.
Mr. Tyson sendiri pun masih berusaha hingga beberapa tahun kedepan, jika tidak sembuh. Maka, seperti perjanjian awal mereka, Mr. Tyson akan mengatakan yang sebenarnya pada Jen. Ia juga akan menyerahkan Jen beserta anak dari hasil buah cinta Heron.
Sungguh tidak masuk akal memang, jalan yang kini Mr. Tyson tempuh. Sebagai suami, ia harus membiarkan sang istri disetubuhi oleh pria lain. Tentu tidak mudah, dan merupakan hal gila.
****