
Kini para siswa siswi telah sampai di lokasi yang sudah ditentukan, Mereka segera membangun tenda agar mereka bisa istirahat sampai menjelang sore nanti.
Mereka bisa bekerjasama dengan baik untuk mendirikan tenda, ada beberapa siswa yang memegangi tongkat, mengikat tendanya ada juga yang bersorak-sorai menyemangati kelompoknya.
Dari kejauhan ada beberapa pasang mata melihat siswa siswi yang berisik kesana kemari mendirikan tenda. Mereka adalah para panitia yang tampak bahagia Para panitia berkumpul sambil istirahat.
"Mereka mengingatkan kita pada waktu dulu yaa" Senyum merekah sang Pradana putra, Aris
"Iyaa, pengen banget mengulangi masa-masa itu" Adi
"Yee, yang ada kamu becanda mulu. Kalo kamu yang mendirikan tenda bisa-bisanya taun depan jadinya" Sungut Linda
"Kan kita nggak harus serius amat, sekali-kali becanda gitu" Adi
"Becanda ya becanda, tapi nggak harus keseringan dong. Ingat nggak waktu itu aja kamu di marahin sama Pak Yuda karena mendirikan tendanya nggak selesai-selesai" Siska
Siska mulai dengan nada tinggi, Aris segera mendekati Siska dan menepuk pundaknya
"Sudah-sudah, yang lalu biarlah berlalu" Aris menengahi mereka
"Hehehe" Tawa Adi yang merasa dipojokkan.
***
Sore menjelang malam para panitia serta siswa siswi segera mandi untuk menuaikan solat magrib berjamaah. Disela-sela Menunggu waktu sholat Isya tiba, ada tausiyah singkat oleh Bapak Rahman yang mana beliau mengajar Agama. dan beliau Abi dari temannya Arumi, Ica.
Setelah tausiyah dikira cukup untuk mengisi waktu luang, sudah waktunya sholat Isya tiba. Kemudian Ali mengumandangkan adzan, bagi mereka yang batal segera mengambil air wudhu dan yang tidak batal bisa duduk di tempatnya.
Sholat Isya sudah dilakukan secara berjamaah, semua pada bubar pergi ke tenda masing-masing. Pukul 8 malam kini dilanjutkan dengan makan malam bersama.
Para panitia segera memporak porandakan ke semua siswa siswi agar pergi ke aula untuk acara makan malam.
Priiiiiiit... Priiiiiiit.... Priiiiiit....
Suara peluit sang Pradana putra
"Ayo semuanya segera pergi ke aula, acara makan malamnya sudah mau dimulai" teriak Aris sambil berkeliling tenda yang di ikuti beberapa panitia lainnya.
"Ayo.. Ayo.. Kalo telat Nggak usah ikut makan" suara Lantang si Linda, Pradana Putri
Semua siswa siswi sudah berkumpul tak terkecuali para panitia, Panitia yang bagian konsumsi, Imel dan Rendi segera membagikan makanannya.
"Makanan yang ada di depan kalian, jangan dibuka terlebih dahulu, nunggu semuanya sudah mendapatkan makanannya!" perintah Aris
Para panitia juga membantu membagikan makanannya.
"Oke, semuanya sudah mendapatkan makanannya?" tanya Aris
"Dalam hitungan ketiga , segeralah dibuka!
Satu...
Dua...
Tiga! Jangan lupa dihabiskan" Aris
Semuanya sudah membuka makan malamnya, mereka dikejutkan dengan menunya. Dimana ada nasi, telur, Oseng-oseng kangkung, dan sambal terong. Bagi yang suka akan merasa senang, tapi bagi yang tidak suka ya sebaliknya.
"Aduuuh, aku nggak suka sama Oseng-oseng kangkung dan sambal terong. Gimana yaa" batin Arumi sambil melihat bungkus makanannya
"Kalo nggak aku makan, nanti aku dimarahin sama yang lainnya" Arumi sambil clingak clinguk ke kanan ke kiri
Anwar melihat Arumi dengan gusarnya, ia tahu jika Arumi tidak suka sayuran dan sambal. Ia langsung mendekati Arumi dan menarik kursi yang ada di depannya.
Greeek.. suara kursi digeser
"Kamu kenapa Rum? kok gelisah gitu?" Anwar
"Emm, gapapa kok"
"Kamu nggak suka menunya ya?"
Arumi mengangguk pelan dan tersenyum
"Yaudah sini.." Anwar mengambil Oseng-oseng kangkung dan sambal terong milik Arumi, kemudian ia menukarkan telur rebus miliknya kepada Arumi.
"Loh, ini kan punya kamu masak untuk aku? Nanti kamu makan apa" Arumi kaget
"Aku makan ini" Anwar sambil menunjukkan menu yang tadinya sudah ditukarkan
"Udah gapapa, kamu makan yang banyak yaa" Anwar pergi meninggalkan Arumi ditempatnya, sebelum pergi ia mengacak rambut Arumi yang tertutup oleh kerudungnya
Ifa yang berada disampingnya merasa heran atas perlakuan Anwar kepada temannya
"Iiih so sweet Rum" Puji Ifa akan menyender dipundaknya Arumi
Arumi tau jika Ifa akan menyender di pundaknya, ia segera bergeser sedikit.
"apaan sih Fa, biasa aja kali" Elak Arumi.
Tapi ucapan tidak sesuai dengan hatinya, ia terlihat senyam senyum sendiri sambil menikmati makan malamnya.
Duh, aku nggak bisa bayangin betapa senangnya Jadi Arumi yaa 😁