ARUMI

ARUMI
Kumau Dia



Kegiatan outbound selesai kini ada kegiatan pentas seni. Seharusnya pentas seni dilakukan setelah upacara api unggun, tapi sayang disayang karena kemarin malam hujan api unggun ditiadakan. Jadi pentas seni dilakukan setelah kegiatan outbound.


Setiap kelompok diwajibkan menampilkan kreasinya, ada yang bernyanyi, bermain musik, dance, bahkan ada drama musikal juga.


Untuk memulai acaranya para band sekolah yang terdiri dari Anwar, Bima, Candra, Dendy, dan Eko menyanyikan lagu yang berjudul "CINTA SEBATAS PATOK TENDA" yang dimana sangat populer di kegiatan Pramuka


🎵🎵🎵


Dengarkanlah suara hati ini


Suara hati yang ingin ku dendangkan


Tak mampu untuk ku sampaikan


Kan ku ungkapkan lewat laguku..


*)


Berawal dari perkemahan ini


Rasa itupun hadir di hatiku..


Menghiasi relung sukmaku


Cinta bersemi di bumi perkemahan..


Oh mungkinkah rasa cinta ini


Akan abadi untuk selamanya


Rasa ini semakin membelenggu


Cinta lokasi di bumi perkemahan


[Reff:]


Akankah cintaku sebatas patok tenda


Tenda terbongkar sayonara cinta


Akankah cintaku sebatas patok tenda


Tenda terbongkar sayonara cinta..


🎵🎵🎵


kini giliran para kelompok yang akan menampilkan pentas seninya


Semua kelompok sudah menunjukkan pentasnya ternyata Anwar naik ke atas panggung. Ternyata ia ia ingin bernyanyi sambil bermain gitar untuk sekedar menghibur yang ada di sana


"Cek...Cek....cek...satu dua tiga cek, di coba" Anwar mengambil mikrofon


"Emm, boleh nggak aku nyumbang lagu lagi?" Tanya Anwar pada para penoton


"Boleeh" Sorak penonton


"Aku mau nyumbang lagu, lagu ini buat kalian yang pengen ngemilikin seseorang yang kalian taksir,


Judulnya adalah 'Kumau Dia'. Oke gaes aku nyanyi nggak pake band, aku maunya nyanyi solo dan tentunya sambil bermain gitar"


🎵🎵🎵


Oooh... (Kumau dia)


Kuharap semua ini bukan sekedar harapan


Dan juga harapan ini bukan sekedar khayalan


Biarkan kumenjaganya sampai berkerut dan putih rambutnya


Jadi saksi cintaku padanya


'Tak main-main hatiku


Apapun rintangannya kuingin bersama dia


Kumau dia, 'tak mau yang lain


Hanya dia yang s'lalu ada kala susah dan senangku


Kumau dia, walau banyak perbedaan


Kuingin dia bahagia hanyalah denganku


Biarkan kumenjaganya sampai berkerut


'Tak main-main hatiku


Apa pun rintangannya 'ku ingin bersama dia


Kumau dia, 'tak mau yang lain


Hanya dia yang s'lalu ada kala susah dan senangku


Kumau dia, walau banyak perbedaan


Kuingin dia bahagia hanyalah denganku


Bukan kumemaksa oh Tuhan


Tapi kucinta dia (yang kucinta hanya dia)


Kumau dia (yang kumau hanya dia)


Kumau dia


Dan hanyalah dia


Aku mau dia, 'tak mau yang lain


Hanya dia yang s'lalu ada kala susah dan senangku


Kumau dia, walau banyak perbedaan


Kuingin dia bahagia hanyalah denganku


Bukan kumemaksa oh Tuhan


Tapi kucinta dia (Kucinta dirinya)


Kumau dia (Kumau dirinya)


Hanyalah dia


Tuhan, Kucinta dia


🎵🎵🎵


Saat Anwar bernyanyi penglihatannya fokus mengarah ke Arumi, tapi Arumi tak menyadari itu.


Memang Arumi sudah baik cantik juga pintar, membuat semua kaum hawa merasa iri dengannya. Mana ada yang tidak jatuh hati kepadanya, tak terkecuali Anwar.


Setelah bernyanyi Anwar menuruni tangga lalu menghampiri Arumi


"Gimana Rum?" Anwar menggerakkan alisnya naik turun


"Merdu banget,


Merusak dunia maksudnya" Arumi langsung menutup mulutnya dengan tangan


"Gitu yaa, kayaknya kamu juga nikmati aku bernyanyi deh"


Anwar meletakkan tangannya di dagunya seperti dengan memikir


"Hehe iya iya. lagumu, gitaran mu, suaramu memang top dah" Arumi mengangkat kedua jempolnya kepada Anwar


"Andai kamu tahu, lagu itu untukmu Rum" batin Anwar


"Makasih yaa" Ucap Anwar mengelus kepala Arumi


Ternyata di samping Arumi juga ada Ifa disana


"Ehem, kalo udah berdua yang ketiganya setan nih" Ifa pura-pura bergumam


"Iya emang. ketiganya kan kamu, setan"


Semua orang tertawa mendengar ucapan Anwar


***


Matahari berada di atas, menunjukkan siang hari. Semua orang sedang menuaikan sholat dhuhur sendiri-sendiri karena jika berjamaah tentu matahari akan menyengat tubuh mereka sehingga tidak fokus.


Ternyata hari ini hari terakhir dari kegiatan PERSAMI, setelah melaksanakan kewajiban sholat dhuhur semua panitia memberitahu kepada para Bantara bahwa mereka bisa berberes-beres membongkar tenda mereka.


Proses pembongkaran tenda berserta membersihkan lingkungan memakan waktu hampir 2 jam, kini pukul 3 sore semua orang di kumpulkan di lapangan untuk melakukan upacara penutupan.