
Hari demi hari Arumi lakukan masa magang dengan susah senang hati, panas dan hujan pernah ia lewati. Pasar yang menjadi transaksi jual beli barang serta ada jasa pengangkut.
Pada kondisi panas, Arumi sangat merasa lelah bahkan kehausan. Biasanya Yanti mengajak Arumi untuk berhenti sejenak. Yanti berfikiran mungkin ini merupakan hal yang pertama bagi Arumi.
Saat kondisi hujan, pasar tampak berbeda dimana yang mulanya ramai tapi saat hujan justru menjadi sepi. Lingkungan yang mulai becek dengan beberapa genangan air dan lebihnya bau yang sangat menyengat, karena air bercampur kan dengan sampah pasar.
Setiap akhir bulan koperasi meminta Arumi, Vita dan Emi untuk merekap transaksi selama sebulan ini. Ada yang memisahkan antara beberapa transaksi, memindahkan file ke laporan dan lain-lainnya.
Disela-sela para karyawan berkumpul bersama di selingi canda dan tawa. Ada beberapa karyawan yang selalu menggoda mereka para magang.
"Dilihat-lihat sepertinya Emi udah punya pacar nih" Goda Aji
"Iya ji, setiap hari liat handphone selalu senyam senyum terus" Irfan
"Hayo ngaku" Agus, sebagai pimpinan cabang koperasi
"Enggak kok pak, ini loh liat video lucu makanya aku tertawa" Elak Emi
"Kalo liat video lucu itu tertawa ada suaranya, masak tertawa cuma senyum doang?" Aji
"Enggak pak" Emi sambil tertawa kecil
"Ini Vita juga sepertinya usah punya pacar" Irfan
"Enggak pak, Ini Arumi juga punya pacar" Vita
"Hah..." Arumi kaget
"Kayaknya Arumi memang belum, mungkin teman laki-lakinya banyak karena dia kan mengikuti beberapa organisasi di sekolahan" Irfan
"Kok Kak Irfan tahu?" tanya Arumi
"Tuh liat di seragam kamu beda dari seragam lainnya" Irfan
Semuanya melihat lengan yang ada di seragam Arumi.
"Wow, tingkatannya tinggi sekali ini" Puji Agus
"Salam Pramuka" Sapa Aji sambil memberi hormat pada Arumi
"Emm. cuman jadi anggotanya aja kok Pak" Arumi
"Gapapa, itu udah bagus kok" Agus
Memang Emi sudah mempunyai pacar setiap berangkat magang ia selalu barengan tapi kalo pulang Emi sendirian. Sedangkan Vita baru masa pendekatan dengan siswa sekolah lainnya. Arumi? bahkan ada yang mendekati ia selalu cuek.
***
Keesokannya Arumi mendapat undangan dari sekolahan untuk menghadiri acara pelantikan Bantara bagi siswa kelas 10 selama 3 hari 2 malam. Sebenarnya acaranya hanya di lakukan Sabtu Minggu, tapi setelah diadakan meeting bagi pihak panitianya sebisanya hari Jumat sudah datang untuk mempersiapkan segalanya.
Dari mulai arahan, lokasi, materi, outbond dan beberapa kegiatan lainnya. Dan para panitia sudah dibagi menjadi beberapa Kelompok untuk di tempatkan di post-post yang berbeda dengan materi yang berbeda.
Untuk beberapa organisasi di sekolahan Arumi selalu bersama dengan Ifa. Ica memang tidak berminat pada organisasi tidak seperti kakaknya yang selalu aktif di sekolahan.
"Siap komandan" Arumi sambil memberi hormat.
Hari-H nya....
Hari ini Arumi izin tidak ikut magang selama 2 hari, dan itupun izin dari pihak sekolahnya.
Dirumah, Arumi mempersiapkan segala perlengkapan untuk acara PERSAMI nanti. Arumi sudah meminta izin pada kedua orangtuanya dan mereka memperbolehkan.
"Bu masak apa hari ini?" Arumi mendekati ibunya di dapur
"Ini masak sayur asam. Makan dulu kamu sebelum berangkat" bu Ningrum
"Ini mau makan" Arumi mengambil piring
"Makan yang banyak biar tenaganya full" Bu Ningrum berjalan keluar.
Setelah adzan Dhuhur, Arumi bergegas mandi dilanjutkan dengan bersiap-siap berangkat. Hanya butuh 35 menit Arumi sudah siap dengan seragam kebanggaannya yaitu seragam cokelat, seragam Pramuka.
Sebenarnya ia suka memakai seragam Pramuka karena seperti seorang polisi, dimana Itulah cita-cita Arumi semasa kecil. Karena ia tahu dengan ekonomi keluarganya cita-citanya ia harus urungkan.
15 menit temannya Arumi datang.
"Udah lama nunggunya Rum?" Ifa
"Enggak juga kok, nggak mampir dulu Fa?"
"Enggak usah Rum, nanti kita terlambat. Aku tanya Rindi sudah ada beberapa yang disana kok"
"Baiklah"
Arumi masuk kedalam rumahnya
"Bu, aku berangkat yaa" Arumi menyalami ibunya
"Iya Nak, ibu akan beritahu ayah nanti. Hati-hati di sana yaa, makannya jangan sampai telat loh" Bu Ningrum khawatir karena memang Arumi mempunyai mag yang akan kumat jika ia telat makan.
"Iya Bu, di sana udah ada waktu sendiri-sendiri kok. Ibu nggak usah khawatir." Arumi meyakinkan ibunya
"Yaudah hati-hati yaa nak"
"Ifa mau pamit sekalian Tante" Pamit Ifa sambil mengambil tangan Bu Ningrum
"Hati-hati semuanya" Bu Ningrum
"Iya Bu" jawab bebarengan
Makasih udah mau mampir 🤗
.