
Bulan demi bulan Arumi nyaman bekerja menjadi kasir di toko swalayan yang berada tak jauh dari rumahnya, hanya membutuhkan 30 menit untuk sampai di tempat bekerja
Setiap hari minggu Arumi libur dari pekerjaannya, ternyata pihak dari sana memberikan libur 2 hari secara berturut-turut sehingga menjadi libur panjang walaupun hanya 3 hari saja
Beruntung hari itu Anwar juga bertepatan libur yang dimana libur panjang akan di berikan setiap enam bulan sekali. Anwar mempunyai ide untuk mengajak kekasihnya berlibur agar bisa leluasa melepaskan rindunya
"Yang ayo kita liburan" ucap Anwar yang duduk berhadapan dengan Arumi
"Liburan kemana?" Arumi yang sibuk memainkan ponselnya
"Kamu maunya kita kemana" Anwar memajukan kepalanya
"Nggak tahu, aku aja belum berfikiran untuk berlibur" Arumi masih sibuk dengan layar ponselnya
"Gimana kalau kita pergi ke salah satu wisata di Jawa timur?"
"Kejahuan itu mah, pasti nggak di izinin Ayah" Arumi melirik Anwar sebentar lalu kembali menatap ponselnya
"Aku pengen menghabiskan waktu denganmu Yang! Aku kangen loh berbulan-bulan kita nggak bertemu"
"Tauk" Arumi mengangkat tangannya
"Eh eh, aku pengen muncak" Ternyata Arumi menscroll sosmednya dan berhenti saat melihat postingan camping di gunung
"Kamu mau muncak?" Anwar bertanya ke Arumi karena Arumi belum pernah muncak
Arumi mengangguk
"Nggak bermalam?"
"Nginep dong, kalo nggak bermalam nggak bisa lihat sunrisenya" Arumi dengan muka cemberutnya
"Oke. Kamu liburnya kapan lagi?"
"Minggu depan aku ada libur 3 hari" jawab Arumi jujur
"Kita muncak ya"
"Beneran?" Arumi dengan mata berbinar
"Iya dong" Jawab mantap Anwar padahal belum pasti akan mendapat izin dari Dian
"Tapi kalo nggak di izinin Ayah gimana?" Ekspresi wajah Arumi berubah drastis
"Aku yang minta izin ke ayah kamu"
"Beneran loh ya, tapi kalo nggak?"
"Pasti di izinkan, aku akan menyakinkan ayah kamu"
"Makasih ya sayang"
"Bilang sayang kalo ada maunya" cibir Anwar kemudian di balas Arumi dengan cengengesan
***
Waktu libur panjang telah tiba, Arumi dan Anwar menghabiskan waktu libur dengan mendaki gunung. Dengan susah payah Anwar meminta izin kepada Dian untuk membawa Arumi muncak akhirnya Dian memperbolehkan dengan syarat hanya 2 hari saja
Bagi Anwar 2 hari sudah cukup liburan bersama Arumi dari pada hanya satu kali jalan seperti hari biasanya. Kini mereka bersiap-siap untuk keberangkatan, beruntung ada beberapa rombongan dari berbagai kota
"Yang semuanya sudah lengkap kan nggak ada yang ketinggalan?" tanya Anwar saat hendak berangkat
"Insyaallah nggak ada" jawab Arumi mantap
"Oke, ayo berangkat sekarang"
Setelah berpamitan Anwar memakai mobil miliknya tetapi ia diantar oleh sepupunya, agar barang bawaannya mudah dibawa. Sebenarnya Arumi tidak tahu jika Anwar mempunyai mobil, saat di tanya pasti Anwar menjawab jika mobil tersebut milik sepupunya
Perjalanan dari rumah ke pos keberangkatan membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Saat Sampai di tujuan, ternyata di sana sudah ada banyak sekali para pendaki lainnya dari berbagai kota
"Lihat tuh Yang, sepertinya mereka semua pasangan kekasih deh kaya kita" Anwar melihat sekelilingnya
"Mungkin ya, di lihat dari manja-manjanya kayaknya gitu" Arumi mencibir saat melihat ada beberapa cewek yang bergelayut di tangan sang cowok
"Iri bilang bos! Hahaa" Anwar menertawakan cibiran Arumi
"Apaan sih, itu mah manjanya keterlaluan" Kata Arumi padahal dalam hatinya juga ingin seperti itu tetapi gengsinya melebihi rasa malu
"Kalau kamu mau kaya gitu, aku siap kok" Anwar dengan mengkedipkan matanya
"Mimpi!" Arumi mengibaskan tangannya di depan Anwar
Wajah Arumi memerah saat saat Anwar sudah mengeluarkan jurus manjanya, ia malu jika nanti di sana Anwar bermanja-manja dengannya dan di lihat semua orang. Pasti itu akan sangat memalukan
Hampir satu jam lamanya semua orang berkumpul untuk melakukan breefing sebentar, pemandu pendaki memberi arahan bagaimana sikap kita pada saat di perjalanan nanti dan apa yang kita lakukan jika mengalami tersesat
Semua orang sudah siap untuk melakukan perjalanan agar segera sampai di puncak, takutnya nanti tiba di sana sudah malam dan belum sempat untuk mendirikan tenda
Saat ingin berangkat tiba-tiba Arumi meminta Anwar untuk memfotonya, Arumi sangat cantik lengkap membawa tas punggung jika dilihat sepertinya begitu berat. Jaket merah yang diberikan oleh kekasihnya ia pakai tak lupa dengan topi yang memberikan kesan tersendiri
"Yang aku bawain aja ya tas kamu" Kaya Anwar saat melihat Arumi menggendong tasnya yang sepertinya kuwalahan
"Nggak usah, nanti kamu keberatan malah" Tolak Arumi
"Sini, aku udah biasa bawa barang-barang yang berat kok"
Jawab Anwar yang memang sudah biasa membawa barang-barang berat saat di pelatihan
"Kamu kan udah bawa barangku itu, belum juga yang kamu pegang. Aku mah cuma tas punggung doang" Arumi mengangkat sedikit bahunya
"Segini nggak ada bebannya tau" Anwar menjinjing tas yang di genggamnya, sebenarnya tas itu berisikan makanan instan serta cemilan-cemilan yang tadi mereka beli saat di perjalanan
"Ah kamu cerewet, kalo gitu aku jalan duluan. Bye!"
Arumi merajuk karena Anwar terus memaksa dengan terpaksa Arumi berjalan mendahuluinya tetapi Anwar terus bisa menyeimbangkan langkah kaki Arumi
"Yaudah iya, aku nggak maksa lagi" Anwar menghadang tepat di depan Arumi
"Hmm" Jawab Arumi hanya berdehem
Anwar menyodorkan tangannya kirinya dan Arumi membalas uluran tangan Anwar dengan tangan kanannya. Kemudian mereka berjalan beriringan dan tangan mereka saling bergenggaman
Sebenarnya Anwar melihat di sekelilingnya beberapa pasangan yang dimana kebanyakan cowoknya membawa barang bawaan banyak, sepertinya milik sang kekasihnya masing-masing. Anwar merasa malu jika mereka mencibirnya yang tidak mau membawa barang bawaan milik kekasihnya
Setiap post perjalanan semua orang berhenti sejenak untuk sekedar istirahat sebentar, dan kata pemandunya kurang dari satu kilometer lagi mereka akan tiba di tujuan. Tentu mereka semua semakin bersemangat agar cepat-cepat sampai di sana
Panas terik matahari tidak memudarkan semangat mereka untuk melangkahkan kakinya. Ada canda tawa yang mereka lontarkan kepada pasangan-pasangannya agar tidak merasa bosan saat di sepanjang perjalanan. Tapi berbeda dengan Anwar dan Arumi mereka hanya memasangkan earphone di telinga mereka, satu earphone dipasangkan di telinga kanan Arumi yang satunya dipasangkan di telinga Anwar dan tangan mereka masih saja saling bertautan membuat para readers iri melihatnya
Benar saja kata pemandu, tak lama kemudian mereka sudah sampai di puncak yang menjadi tempat tujuan mereka. Saat tiba di sana bukannya segera mendirikan tenda malahan mereka semua mengabadikan momen dengan berfoto, sang pemandu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya karena ia juga iri kenapa tidak membawa pasangannya sendiri
***
Thanks ya Kaka udah mau mampir di novel pertama aku
Author Minta sarannya untuk bagaimana, agar Author bisa bersemangat untuk menghayal 😂❣️❣️❣️