ARUMI

ARUMI
Pendahuluan



Arumi Putri Dianningrum seorang gadis polos yang harus menjadi tulang punggung keluarga setelah kakak kandungnya pindah rumah. Ia harus bekerja keras untuk bisa membantu perekonomian keluarganya yang pas-pasan.


Kakaknya mau menyekolahkan saja ia sangat bersyukur, dengan syarat setelah lulus ia harus langsung kerja. Sejak itu Arumi berkeinginan untuk menyekolahkan anak dari kakaknya sebagai bentuk balas Budi.


***


Flashback on


Sepulang acara pelepasan siswa kelas 9 .


"Kak, aku pengen banget ngelanjutin sekolahku", Kata Arumi kepada kakaknya sambil nangis terisak


"Gimana ya dek kamu kan tahu kalo ayah nggak ngijinin kamu untuk melanjutkan sekolah, kakak juga nggak ada biaya untuk menyekolahkan mu", jawab Tika sambil mengelus rambut Arumi


Tika NurHayati satu-satunya kakak kandung Arumi dari orang tuanya. Ia sudah berkeluarga dengan suaminya Dayatullah yang dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Aldo. Yang kini mereka tinggal bersama orangtuanya sejak ayahnya sakit mereka langsung pindah rumah untuk merawat orang tuanya yang memang sudah tidak muda lagi.


Tiba-tiba kakak ipar Arumi langsung menghampiri mereka yang berada di ruang keluarga,


"Kalo Arumi mau ngelanjutin juga gapapa, dia juga orangnya pintar mungkin bisa mengajukan beasiswa yang berprestasi pada kepala sekolahnya", kata Dayat


"Tapi mas.... Ayah nggak ngijinin Arumi untuk melanjutkan sekolah", Tika


"Kak...." ucap Arumi sambil memegang tangan kakaknya, mungkin benar pasti ayahnya tidak memperbolehkan ia untuk melanjutkan sekolah.


"Urusan ayah biar aku yang bicara", Dayat


"Makasih kak", Ucap Arumi


Setelah Dayat berbicara dengan mertuanya, ternyata tidak sia-sia ia memprovokasikan sang mertuanya juga. Dayat keluar ke ruang tamu menemui istri dan adik iparnya.


"Gimana mas, boleh??", tanya Tika kepada sang suami


"Diperbolehkan tapi dengan satu syarat", Dayat


"Apa itu kak?", Arumi


"Kalo kamu mau ngelanjutin sekolahmu pastikan setelah lulus kamu langsung dapat kerjaan", Dayat


"Iya kak aku janji kalo sudah lulus aku langsung bekerja", jawab Arumi dengan penuh semangat


"Alhamdulillah dek" Ucap Tika sambil memeluk tubuh adiknya


"Iya kak", Arumi


Sejak itu Arumi seperti menemukan titik terang untuk masa depannya, semenjak itu ia memilih kejuruan akuntansi yang memang dimana Arumi sangat suka dengan perhitungan angka, tapi tidak untuk menghafalkan.


Flashback off


Sejak memasuki kelas 10 Arumi sangat bersemangat belajar sampai mendapat juara 1 dikelasnya, sehingga para bapak ibu guru sangat menyukai Arumi. Dan sampai kelas 11 Arumi selalu mempertahankan peringkatnya itu.


Kelas 12 dimana mana seorang siswa siswi disibukkan dengan belajar lebih giat saat memasuki Ujian Nasional, tapi tidak untuk Arumi. Ia sangat kurang bersemangat tidak seperti ujian sebelumnya waktu kelas 10 dan 11.


"Huuuh......", Arumi menghela nafas


"Kenapa rum?", Ica bertanya


"Hmmm, gapapa kok", jawab Arumi sambil tersenyum


"Kalo ada apa apa ceritain yaa, jangan di pendem sendiri", jawab Ica


Maya Assholichah sahabat Arumi yang kerap dipanggil Ica satu kejuruan sejak kelas 10,. Tinggi, putih, pintar, cantik wajahnya dan cantik juga hatinya. Ayahnya seorang guru agama dimana ia dan Arumi menuntut ilmu. Rumahnya tidak jauh dengan sekolahan hanya butuh waktu 10 menit jika berjalan kaki.


Setiap pulang sekolah Arumi dan Ica selalu pulang bersama, canda dan tawa mereka hiasi jalan yang di lewati. Sesampainya Dirumah Ica...


"Rum kamu nggak mampir dulu? Masih siang ini" Kata Ica sambil melirik atas melihat langit


"Iya juga Ca, gapapa kan kalo aku mampir dulu?", Arumi


" Apaan sih Rum, kan aku yang nawarin ya gapapa lah", Ica


"Hehehe...", Arumi menanggapi dengan meringis menunjukkan deretan giginya


"Bentar ya aku taruh tas dulu di kamar aku, kamu langsung duduk aja", Ica


"Iya Ica Sayang", jawab Arumi sambil tersenyum.


Makasih ya udah mau pampir di novel pertama aku 😁


Kalo ada yang salah mohon di maafkan