ARUMI

ARUMI
Dirumah Ica



Setelah meletakkan tasnya, Ica membawa minuman serta beberapa cemilan untuk disuguhkan Arumi.


"Nih Rum minum dulu", Ica


"Ya Allah kok repot-repot sih Ca", Arumi


"Enggak, santai aja", Ica


"Aku minum loh yaa", Arum


"Iya habiskan minumannya, kalo bisa sampe botolnya juga", Ucap Ica sambil tertawa


"Mana bisa", jawab Arumi sambil ikut tertawa


Beberapa detik mulai hening


"Emmm., Rum...", Ica


Arumi menoleh ke arah Ica


"Kamu akhir-akhir ini kenapa kok sering melamun?", Ica


"Enggak kenapa-kenapa Ca", Arumi


"Kalo kamu enggak kenapa-kenapa nggak kaya gini,"Ica


"Gini Gimana sih?", jawab Arumi sambil tertawa kecil


"Pokoknya kamu beda akhir-akhir ini, coba ceritain ke aku.. kita udah sahabatan lama loh yaa masak kamu nggak mau terbuka sama aku?",jawab Ica sedikit meninggi


"Yaudah aku cerita kamu jangan bilang ke siapa siapa!", Arumi


"Ya enggaklah, emang mau ceritain ke siapa coba," Ica


"Tau", jawab Arumi mengangkat bahunya


"Buruan sih ceritain, kamu kenapa akhir-akhir ini kok sering melamun?", Ica yang mulai penasaran


"Iya iya, sabar dong", Arumi


Arumi menghela nafas panjang


"Huuuuh..... gini loh Ca aku bingung banget kita mau Ujian terus berpisah aku nggak tau harus mau ngapain kalo udah lulus sekolah," ucap Arumi memejamkan matanya


"Gimana sih Rum, katanya kalo lulus langsung kerja kenapa ini malah bingung-bingung sendiri", Ica


"Maksud aku itu cari kerja nggak harus besoknya langsung kerja kan? harus nunggu panggilan dulu, pasti ada waktu senggang itu kan cukup lama, aku bingung mu ngapain untuk mengisi waktu senggang", Arumi


"Yaelah, gitu aja kok dibuat pusing", Ica


"Maksudnya?", Arumi


"Untuk mengisi waktu senggang mu itu kan bisa di pake nonton TV, bersih-bersih, nyuci, tiduran, main handphone, dan lain-lainnya," jawab Ica tertawa terbahak-bahak


"Iiiihh, apaan sih Ca. serius loh aku," Jawab Arumi sedikit kesal


"Hehe, iya-iya becanda" jawab Ica sambil mengangkat tangan membentuk V


"Terus kamu mau ngapain?", sambung Ica


"Sayang ya rum, padahal kamu tuh orangnya pintar kenapa nggak kuliah aja sih", Ica


"Semua orang pasti maunya lanjut kuliah Ica, terus mau gimana lagi butuh biaya yang banyak itu mah", jawab Arumi sambil menepuk pelan pundak Ica


"Iya rum aku tau itu", jawab Ica tersenyum


Arumi melihat jam yang ada di pergelangan tangannya ternyata sudah lama mereka berbincang-bincang, tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 3 sore.


"Eh Ca, aku pulang dulu ya udah sore banget ini", Arumi


"iya rum. Kok nggak terasa ya, cepet banget waktunya", Ica


"Kamu sih yang lama itu ketawanya", Arumi dengan sedikit tertawa


"Kamu juga kok yaa", Ica pun juga ikut tertawa


Arumi bersiap-siap pulang kerumahnya,


"Ca, aku balik dulu ya. Salam kan sama Ibu Bapak kamu", Arumi


"Iya iya, bawel nih sahabat aku" Ucap Ica sambil berpelukan kecil


"Pulang gih, nanti di cariin orang rumah loh kamu" sambung Ica


"Iya Ca, da daa... Aku pulang dulu, muaach", jawab Arumi dengan kiss jauh


"Dasar Arumi Putri Dianningrum", jawab Ica sedikit tersenyum dan menggelengkan kepalanya setelah kepergian Arumi.


15 menit perjalanan kerumah Arumi


Di Sana ada beberapa orang yang ingin menjahit baju. memang kakaknya Arumi, Tika seorang penjahit walaupun penjahit rumahan soal membuat baju nggak kalah sama yang dijual lainnya.


Arumi segera masuk kerumahnya,


"Assalamualaikum", Arumi


"Waalaikumsalam", jawab serentak yang ada di dalam rumahnya


Setelah orang yang menjahit sudah pergi Arumi mendekati kakaknya


"Kak kok banyak banget lainnya, ada DP pula. Mau dibuatkan berapa emangnya?", tanya Arumi kepada Tika


"Ini loh tadi orangnya mau dibuat untuk acara nikahan, 2 keluarga besar loh dek.. bayangin berapa orang jumlahnya? hmm??", Tika


"Yaa pokoknya banyak lah kak. Itu acaranya kapan?", Arumi


"Satu bulan lagi dek", Tika


"Emang kakak bisa menjahit sebanyak itu? satu bulan lagi", Arumi


"Kan ada adikku yang cantik ini, kakak bantuin ya menjahitnya lumayan loh untuk bayar sekolahanmu," Tika


"Jelas dong kak, tapi aku yang mudah aja yaa.. soalnya aku mau repot kalo ada yang salah", jawab Arumi sambil nyengir kuda


"Iya dek, iyaa" Tika