
"Loh Rum, kakak kira kamu mau ngojek dari terminal. Terus yang nganter kamu itu siapa?" Tika menunjuk orang yang ada di belakangnya Arumi menggunakan dagunya
"Ini kemarin loh kak yang di aula, dia yang nyamperin kita" ucap Arumi gugup
"Oh, temen doang. Suruh duduk jangan berdiri aja" ucap Tika yang masih ingat kata Arumi yang memperkenalkan Anwar sebagai temannya
"Eh Anwar, duduk dulu sini" Arumi mempersilahkan
"Iya, permisi kak" Anwar melewati Tika saat ia akan duduk
Tika mengangguk
"Bentar ya aku mau ambil minum"
"Gausah repot-repot Rum"
Arumi tetap masuk ke dalam rumah untuk membuatkan minuman tanpa memperdulikan Anwar.
Hanya beberapa menit Arumi keluar membawa dua gelas minuman dan menaruhnya di depan Anwar
"Silahkan di minum dulu" Tawar Arumi
"Makasih ya" Anwar meminum minuman yang disuguhkan walaupun ia tidak haus hanya saja menghormatinya
"Oh ya Rum, Minggu depan teman-temanku ada acara touring kamu mau ikut nggak?"
"Minggu depan hari apa?"
"Hari Sabtu, tapi acaranya selama 3 hari"
"Aku nggak ikut kalo gitu"
"Tapi kamu ngijinin aku kan?"
"Iya, gapapa kamu ikut aja"
"Baiklah. Besok kita keluar ya?"
"Aku bisanya pagi, kalo sore aku mau balik ke kota J"
"Siap tuan putri.
Ngomong-ngomong kamu satu kamar sama siapa?"
"Aku sama Vita"
"Vita yang pake kacamata itu?"
"Iya"
Anwar melihat jam tangan di pergelangannya
"Aku pulang ya Rum, nanti aku di cariin mama aku"
"Iya deh, dasar anak mama" ledek Arumi
"Kalo nggak anak mama masak anak papa"
"Ih, kamu nih nggak tau ibaratnya gitu"
"Iyaya, aku bercanda sayang"
"Sssst, nanti kak Tika kedengeran!" bisik Arumi
"Biarinlah, kalo udah tau kalo kita pacaran malah bagus"
Anwar berdiri dari tempat duduknya
"Nggak ada bagus-bagusnya, udah sana pulang!" Arumi mendorong Anwar pelan
"Ceritanya ngusir nih"
"Emang. Wleee" Arumi menjulurkan lidahnya
Anwar berjalan ke arah Tika yang diikuti Arumi untuk sekedar pamit
"Kak, aku mau pamit pulang" Anwar menyalami Tika
"Iya dek, hati-hati pulangnya"
"Iya kak"
Anwar mendekati motornya dan ia bergegas menghidupkan mesin motornya
"Aku pulang ya, besok jam 9 aku jemput"
"Iya"
"Love you" Anwar mengelus kepala Arumi dan langsung menjalankan motornya
Arumi membalas dengan senyuman tapi hatinya berkata
"Love you more"
Esoknya
Anwar menjemput Arumi di rumahnya dan mengajak keluar hanya karena ingin berdua-duaan. (Hihihii)
Anwar membelokkan motornya ke sebuah cafe yang tak terlalu besar
"Iya gapapa kok"
"Silahkan duduk tuan putri" Anwar menggeser kursi untuk Arumi
"Kamu tadi belum sarapan kan?"
Arumi menggeleng
"Aku pesenin makanan buat sarapan ya" Anwar langsung memanggil pelayan untuk memesan makanan
Anwar bermain dengan kamera ponselnya dan mengarahkan ke Arumi
"Rum, lihat sini aku foto ya"
Arumi ber-action
Cekrek
"Memang benar, kalo udah cantik mau gaya apa tetap aja cantik" Puji Anwar
"Coba aku liat!" Arumi menyambar ponsel Anwar
"Cantik kan?"
"Cantik dong pacarnya Anwar kok ya" Anwar menjawab pertanyaannya sendiri
"Udah ah, malu aku"
Arumi malu-malu atas ucapan Anwar
***
Dua Minggu berlalu, setelah Anwar mengadakan acara touring bersama teman-temannya Arumi tidak ada kabar selama seminggu penuh, padahal ia selalu memberi kabar lewat pesan maupun telpon tetap saja tidak ada jawaban
Anwar bingung ada apa dengan Arumi yang tiba-tiba jadi cuek kepadanya, apa dia sudah merasa bosan? Yang jelas Anwar ingin tahu apa alasan Arumi yang akhir-akhir ini menjauhinya
Dengan berbekal penasarannya Anwar pergi ke kota J untuk bertemu dengan Arumi, ia sudah tahu alamatnya lewat Vita. Tapi Anwar tidak memberi tahu kepada Arumi jika ia ingin ke sana karena ingin menemuinya, mungkin kalau Arumi tahu pasti tidak di izinkan.
Di kos Arumi
"Rum, keluar yuk!" ajak Vita
"Keluar kemana?"
"Nongkrong kek, di dekat SPBU ada taman kopi loh ke sana ayo aku pengen banget"
"Males aku Vit"
"Ah nggak asik lu! sekali-kali malmingan gitu"
Vita membujuk Arumi untuk pergi ke taman kopi dekat SPBU karena sudah berjanji kepada Anwar jika Anwar ingin bertemu dengan Arumi
"Yaudah ayo, aku mau ganti baju dulu"
Vita dan Arumi berjalan ke taman kopi karena tidak terlalu jauh dari kosannya hanya butuh waktu 10 menit untuk sampai di sana. Setelah sampai di tujuan, mereka langsung duduk dan memesan cemilan dan minuman
"Kita cuma berdua aja?"
"Nggak kok, nanti ada teman-teman yang lainnya"
"Tapi beda kursi, hehe" kata Vita sambil berbatin
"Okelah, sekalian kumpul-kumpul"
Hening, hanya ada suara musik yang di putar oleh para pegawai taman kopi
Mereka berdua sibuk dengan ponselnya, dimana Arumi melanjutkan menonton drama Korea sedangkan Vita sibuk memberi kabar Anwar letak meja yang mereka duduki
Anwar mengedarkan pandangannya, ia sudah menemukan tempat duduk Vita dan Arumi ia langsung bergegas mendekati mereka
"Hai" Sapa Anwar kepada mereka berdua tapi ia langsung duduk di hadapan Arumi
Arumi mendongakkan kepalanya
"Loh, kok dia bisa kesini"
"Kenapa kamu bingung aku bisa disini?" Anwar seperti bisa membaca pikiran Arumi
"Ehem, aku ke sana ya Rum. Teman-teman udah nyampe tuh" Vita langsung berdiri pergi meninggalkan Anwar dan Arumi, Vita tahu sepertinya mereka ada masalah sehingga ia langsung pergi
"Kamu kenapa Rum, udah dua Minggu kamu nggak ngabarin aku. Aku chat nggak kamu balas, aku telfon nggak kamu angkat. Kamu sebenarnya kenapa sih?" Anwar langsung to the point
"Nggak kenapa-kenapa" jawab cuek
"Nggak! pasti ada apa-apanya, kamu tau kan hubungan kita jangan ada yang di tutup-tutupi apapun itu. Tolong cerita ke aku, ada apa sebenarnya?"
"Huuufts, (Arumi membuang nafas)
Kamu-..." kata Arumi menggantung
"Permisi kak, pesanannya" ucap pelayan memotong percakapan Arumi
Maaf ya kak, aku sukanya nge-gantungin cerita
Hihihi❣️❣️❣️