ARUMI

ARUMI
Naik Pangkat



Bu Ida, atasan Arumi sangat bangga mempunyai karyaan seperti dirinya. Tak segan-segan Bu Ida sudah memutuskan untuk mengangkat Arumi menjadi GL dimana posisinya berada dibawah Leader Line. Tentu hal itu sudah mendapatkan keputusan dari sang Supervisor dan manager produksi


"Arumi, kamu di panggil Bu Ida di samping pintu B sekarang" ucap teman Arumi yang satu area


"Iya, makasih ya" ucap terimakasih Arumi dan langsung bergegas menemui Bu Ida yang katanya dekat pintu B


"Permisi Bu Ida" Arumi telah sampai


"Udah datang, mari ikut saya" Bu Ida mempersilahkan Arumi untuk mengikutinya


"Kita mau kemana ya Bu?"


"Kita ke ruangan Supervisor"


"Astaghfirullah, kenapa aku di bawa ke sana aku kok deg-degan ya. Apa aku membuat masalah? tapi masalah apa? sepertinya aku juga nggak buat aneh-aneh deh" Arumi gelisah saat berjalan memasuki ruangan Supervisor


Tok...Tok ...


Suara Bu Ida mengetuk pintu


"Ayo masuk Rum!" ajak Bu Ida setelah membuka pintu


"Permisi Pak ini seseorang yang saya ajukan beberapa hari terakhir ini" Bu Ida


"Anak ini kan yang dulu aku percepat trainingnya" Supervisor membatin setelah tahu anak yang di maksud Bu Ida


"Loh, Pak Arya" ucap dalam hati Arumi


"Baiklah, silahkan duduk dulu" Pak Arya mempersilahkan mereka berdua duduk di depan mejanya


"Kamu sudah diberitahu jika anda direkomendasikan oleh Bu Ida untuk menjadi bawahannya?" tanya Pak Arya kepada Arumi


"Maaf Pak, memang saya bawahannya Bu Ida kan?" Arumi belum paham


"Maksudnya, saya merekomendasikan kamu untuk menjadi GL bawahan saya bukan sebagai karyawan yang lainnya" kata Bu Ida menerangkan


"Beneran Bu? Tapi pasti tanggungjawabnya tambah besar" Arumi berkecil hati


"Semuanya akan mudah jika kita bekerjasama, kamu mau kan?" Bu Ida memohon


"Tapi-..." jawab Arumi di potong


"Saya sudah memutuskan jika Anda akan menjadi GL, kamu suka atau tidak suka harus menerima konsekuensinya. Jika Anda tidak mau menjadi GL bisa angkat kaki dari sini" Pak Arya menghantui dengan senyum smirknya


Tentu Pak Arya hanya manakut-nakuti Arumi agar bisa menjadi GL. Jika perusahaan mengeluarkan karyawannya secara tidak hormat akan mendapat sanksi sesuai peraturan yang telah ditetapkan kecuali ada beberapa hal yang harus untuk di PHK


"Loh kok gitu ya, harusnya kan di diskusikan terlebih dahulu. Ini malah seenak jidatnya, tapi kalo aku nggak mau terus mau cari kerja dimana coba"


Huuufts...


"Baiklah, saya menerimanya" dengan terpaksa Arumi harus mengiyakan


"Keputusan yang tepat!" Bu Ida senang bukan main karena akan mempunyai partner seperti Arumi


"Selamat ya sudah naik pangkat" Pak Arya memberi salam kepada Arumi


"Iya Pak makasih" Arumi menerima uluran tangan supervisor


"Permisi Pak, kita keluar dulu" Bu Ida izin keluar ruangan


Pak Arya hanya mengangguk. Entah kapan Pak Arya suka sekali menjahili Arumi anak polos yang masih dibawah umur untuk menjadi seorang GL


"Ayo Arumi, akan saya umumkan nanti lewat grup saja. Kalo di area nanti ketahuan sama Atasan yang lainnya" ucap Bu Ida sambil berjalan ke Line


"Terserah Bu Ida saja" pasrah Arumi


"Hari ini kamu selesaikan pekerjaanmu tadi ya, kalo besok saya akan mencari penggantimu.


Tugas GL nanti kamu memantau jika nanti ada yang tidak masuk kamu bisa mencarikan penggantinya"


"Tapi Bu, saya kan belum hafal siapa saja yang mempunyai keahlian di bidang-bidangnya"


"Tenang saja, Saya akan menuntun kamu pelan-pelan supaya hafal"


"Baiklah Bu, terima kasih sudah mempercayakan saya sebagai bawahan ibu" Arumi mengucapkan terimakasih kepada Bu Ida yang sudah merekomendasikan dirinya sebagai GL


"Sekali lagi saya ucapkan terimakasih banyak"


"Iya sama-sama"


***


Seperti hari biasanya Arumi pulang dari bekerja saat malam hari, karena disibukkan dengan over timenya. Setelah sampai di kosannya ia bergegas mandi dan langsung menuaikan sholat Isya'. Karena besok sudah weekend, Arumi bersantai ria karena ia bisa tidur sampai larut malam


Sehabis usai menuaikan sholat Isya, kini Arumi istirahat merebahkan badan dan memainkan ponselnya. Hampir satu jam Arumi melakukan panggilan kepada orang rumahan, ia mengabari bahwa baik-baik saja di kosannya. Setelah satu jam telfonan dengan orang tuanya kini ia sedang telfonan dengan Anwar


"..."


"Udah nelfonnya sama yang di rumah?" Anwar


"Udah kok"


"Bahas apa tadi?"


"Cuma nanyain kabar gimana, kegiatannya apa aja kalo hari weekend, tadi ngapain aja. Gitu doang"


"Tadi gimana kerja kamu?"


"Alhamdulillah lancar. Aku bingung ini"


"Bingung kenapa?"


"Aku direkomendasikan Leaderku untuk menjadi GL"


"GL itu apa?"


"General Leader, bawahannya Leader"


"Waahh, bagus dong. Terus bingungnya kenapa?"


"Aku kan disini belum nyampe satu tahun masak iya aku udah jadi GL? Terus apa kata orang lain satu areaku, Pasti mereka berfikir kalo aku nyogok atau gimana gitu biar bisa jadi GL"


"Dengerin aku yang, kamu kerja buat masa depan kamu. Orang lain mau ngomong kaya apa aja jangan kamu tanggepin apalagi kamu masukin ke hati kamu. Mereka hanya tahu hasilnya tanpa mengetahui prosesnya. Udah ya yang, jangan bingung lagi"


"Iya kamu benar, aku kerja juga buat masa depan aku. Makasih ya udah mau menasihati aku"


"Gausah berterimakasih yang, aku hanya ingin menyemangati kamu aja"


"Iya. Eh, terus kamu mau mengikuti pelatihan kapan?"


"Bulan depan. Mulai bulan depan sampai 3 bulan selanjutnya aku nggak bisa ngabarin kamu setiap hari, pasti disana pelatihannya tanpa membawa alat komunikasi. Aku bakal kangen kamu ini"


"Iya gapapa, aku ngerti kok. Yang semangat dong kan itu cita-cita kamu. Belum dimulai masak nggak semangat"


"Aku sih pelatihannya semangat-semangat aja, yang aku khawatirkan nggak bisa ngasih kabar kamu itu doang"


"Kamu nggak usah pikirin aku ya, pikirin masa depan kamu dulu agar bisa membahagiakan kedua orang tuamu"


"Iya yang, aku bakalan semangat buat ngejar cita-cita aku jika kamu selalu di samping aku"


"Aaah, sama saja lah"


"Udah ya yang, aku belum sholat Isya"


"Buruan gih, nanti udah ngantuk malah nggak jadi-jadi"


"Ya sudahlah, bye?"


"Iya"


"Love you "


"Iya love you to"


***


Jangan lupa sarannya ya Kaka ❣️❣️❣️