ARUMI

ARUMI
Jodoh?



Sambil menunggu Sari dan Ifa mengambil bahan sambalnya, mereka sedang mengupas buah-buahan ada juga yang hanya memerintah saja seperti Linda. Memang jiwa kepemimpinannya sudah terpatri di hatinya


"Eh eh, lihat! tuh siapa..." Tari menunjuk seseorang


Tari yang tadinya ingin mengambil gambar sekelilingnya, ternyata kamera ponselnya tertuju pada seseorang yang sepertinya ia kenal


"Mana?" Fika yang celingukan mencari seseorang yang Tari tunjuk


"Itu yang pake kaos abu-abu, pinggir pantai" Tari


"Kok kayak Anwar ya" Linda


"He em, iya Anwar itu" timbal Fika


Arumi yang semulanya mengabaikan langsung antusias setelah mendengar nama Anwar, lalu Arumi mencari sosok Anwar yang memakai kaos abu-abu



"Ngapain dia kesini" batin Arumi setelah menemukan sosok Anwar


"Ngapain dia disini ya" Linda


"Bawa kamera segala lagi" sambung Linda


"Ya foto-foto dong masak mau mancing" ucap Tari tetap fokus ke kamera ponselnya sendiri untuk sekedar Selfi


"Kalian kan tahu dia itu suka foto-foto pemandangan" Puji Arumi


"Iya benar" jawab Linda, Fika hanya mengangguk


"Nanti suruh kesini aja, buat foto-foto kita dia kan kayak fotografer" Linda menaik turunkan kedua alisnya


"Ide cemerlang" Tari menjentikkan tangannya


"Dia siapa sih?" Sari baru saja datang membawa plastik bahan sambalnya dari rumah


"Kalian ngomongin dia itu siapa?" Ifa juga merasa penasaran


"Itu loh si Anwar" Fika


"Emang ada Anwar? mana coba?" Ifa celingukan


"Yang pake kaos abu-abu pinggir pantai noh" jawab Tari


Setelah Ifa tahu itu Anwar ia melirik Arumi dengan menaikan satu alisnya tanpa menoleh


Saat Arumi melihat jika Ifa meliriknya, ia hanya mengangkat kedua bahunya


"Ya mungkin saja si Anwar pengen ngambil pemandangan saja" kata Ifa sambil duduk di samping Arumi


"Geser dikit dong Lin" Ifa duduk di rasa tidak muat ia meminta Linda menggeser agar ada ruang untuk Ifa duduk


"Kamu ngabarin Anwar kalo kita kesini?" Ifa membisikkan tepat di telinga Arumi


Arumi hanya menggelengkan kepalanya


"Buahnya udah kamu cuci?" tanya Sari


"Enggak" jawab mereka bersamaan


"Halah, anggap aja itu vitamin" Fika


"Kalau kita sakit kalian loh yang biang keroknya" Sari


"Enggak-enggak"


"Kamu cuci dulu Sar, cabenya biar bersih" Ifa


"Iya" Sari mengambil cabe dan bahan lainnya untuk dicuci


Tak sengaja Anwar melewati gazebo mereka dan ia langsung menghampiri mereka


"Memang kita disini" cecar Ifa


"Kok kamu nggak ngasih tau?" kata Anwar kepada Arumi


"Ngapain kasih tau? kayak bapaknya aja" sinis Linda


Pipi Anwar bak kepiting rebus yang merasa malu mengenai perkataan Linda


"Tadinya kita mau manggil kamu kalau lewat, eh ternyata malah kamu yang kesini" jelas Tari


"Emang jodoh nggak kemana-mana" batin Anwar sambil melirik Arumi tapi Arumi sibuk dengan ponselnya


"Nggak sengaja juga. Kalian sedang ngapain disini?" Anwar


" Ya kumpul-kumpul doang sambil ngerujak" Linda


"Gabung aja, gapapa kok" Ifa


"Sekalian ambil dokumentasinya ya. Hehe" Tari


"Dasar Tari, nggak di sekolah nggak di rumah nggak disini selalu aja selfa-selfi" Canda Anwar


"Maklum perempuan" Elak Tari


"Arumi juga perempuan tapi dia jarang Selfi" Anwar


"Hah?" Arumi yang tadinya sibuk bermain ponselnya ia langsung kaget namanya di sebut


"Itu loh, kamu jangan kayak Tari suka Selfi Mulu"


"Biasanya aku juga suka Selfi kok" Arumi


"Tapi aku kok jarang liat kamu buat story'" Anwar


"Emang jarang update" Arumi


Sari datang setelah mencuci cabai dan lainnya, lalu ia kembali ke gazebo dimana teman-temannya berada


"Anwar..." Sari meletakkan wadahnya yang berisi cabai


"Iya"


"Aku kira siapa" Sari


"Sini aku aja yang nguleknya" Arumi mengambil cobek


"Ini pedes apa nggak?" sambung Arumi


"Pedes aja, biar mantul" Ifa


"Anwar, potoin kita dong. Bawa kamera kok nggak dimanfaatkan"


"Tadi udah aku manfaatin kok" elak Anwar


"Kan tadi pemandangan, sekarang beda lagi"


"Yayaya" Anwar mengalah


Anwar mengambil beberapa foto dari Tari dan teman-temannya, bukan lagi beberapa tapi banyak karena teman satu ini banyak gaya. Sedangkan Arumi dan Sari sibuk membuat sambal rujaknya


Dikira sudah cukup mengambil gambar dari Tari Anwar mengarahkan kameranya ke Arumi yang sedang mengulek sambal


"Rum, liat sini!" Anwar


'Cekrek...


Makasih ya udah mau baca novel pertamaku ❣️❣️❣️*