ARUMI

ARUMI
Arumi Kesal



Setibanya di rumah, Anwar langsung bergegas menuaikan sholat Isya sebelum tidur. Dan ia tak lupa untuk memberi kabar Arumi bahwa ia sudah sampai di rumah dengan selamat, dan mengingatkan Arumi bahwa besok Anwar akan mengantarkan Arumi ke kota J


Setelah Arumi di antar oleh Anwar, tiba-tiba Ningrum datang menghampirinya


"Kamu sama yang tadi hubunganmu apa?" tanya Ningrum


"Itu cuma..."


"Cuma pacar Bu" Tika memotong ucapan Arumi


"Pacar toh, Ibu sih dukung-dukung aja. Sepertinya orangnya juga baik kok" Ningrum mendukung hubungan anaknya


"Iya Bu, makasih" jawab Arumi dengan malu-malu


Pagi hari Arumi bangun jam 5 karena ia sudah berjanji dengan tetangganya untuk goes ke taman mini yang ada di pinggir kota, letaknya lumayan jauh dari rumah Arumi


Sebenarnya Arumi bangun jam empat lebih lima belas menit untuk menuaikan sholat Subuhnya, tapi ia langsung tertidur kembali. Agar tidak lupa dengan janjinya ia membuat alarm tepat pukul 5 pagi


Di Depan Rumah Vina


"Vina!" panggil Arumi dengan cara berteriak


"Iya, sebentar" jawab Vina dari dalam rumahnya


"katanya jam 5, sekarang udah lebih 10 menit tau!" Arumi melihat jam di tangannya


"Iyaya, ambil sepeda nih" Vina keluar rumah dan menuju ke garasi yang berada di samping rumahnya


"Buruan, nanti mataharinya udah muncul loh"


"Arumi bawel ah"


Tak lama Vita keluar dengan sepeda ontelnya, dan segera menghampiri Arumi di pinggir jalan


"Yok buruan, pelan-pelan aja ya sambil nikmati perjalanannya"


"Jelas dong"


Kini mereka berdua sedang mengayuh sepeda roda duanya dengan bersenandung kecil yang bisa membuat mereka menikmati perjalanannya


"Kita ke taman mini kan?" Teriak Vina dari belakang Arumi


Arumi memberi jempol ke arah samping sehingga Vina tahu tanda Arumi mengiyakan


Sekitar 45 menitan mengayuh, mereka telah sampai di sana matahari sudah terbit. Lalu Arumi meminta ke Vina untuk memfoto dirinya sekarang ini


"Vin, tolong fotoin aku dong!"


"Yaelah baru aja nyampe masak langsung minta foto"


Dengan cemberut Vina turun dari sepedanya dan mengarahkan kameranya ke Arumi


"Pake Ponsel aku aja ya" Vina


"Siap, nanti aku kirimi loh" Arumi


"Iyayaa"


'Cekrek...


"Bagus Rum, udah ya"


"Langsung kirim ke aku aja"


"Oke"


Vina 📥


📷


"Makasih ya. Kamu minta gantian foto nggak?" tawar Arumi


"Nggak deh, udah rame ini"


"Yang rame kan di sana bukan di sini" Arumi menunjuk tempat istirahat yang ada di taman tampak rame


"Tapi kan nanti mereka jua liatin kesini" Alasan Vina, sebenarnya Vina memang anak pemalu


"Terserah lah, nggak mau yaudah" Arumi menyerah


"Yuk ke sana Rum" Vina menunjuk tempat bangku yang kosong


"Ayo buruan, nanti cepetan orang lain lagi" ucap Arumi sembari lari-lari kecil menuju bangku yang kosong agar tidak ditempati orang lain


Arumi dan Vita segera menaruh sepedanya di parkiran khusus sepeda roda dua yang ada di pinggir taman. Kemudian mereka langsung duduk di tempat tadi yang sudah di tunjuk


"Bagus nggak Vin, kalo aku buat story'?"


"Bagus-bagus aja" jawab Vina cuek


"Ih, kamu ya nggak asik dek"



Di tempat lain


Tak sengaja Anwar yang tengah asik melihat-lihat story, ia menemukan nomor yang tertera nama 'Sayang' kemudian ia mencoba melihat sedang apa di sana


"Arumi lagi goes, susul ke sana ah!"


Dengan seribu semangat ia segera mengganti celana training lalu menyambar kunci motor dan segera menyusul Arumi ke Taman Mini tanpa sepengetahuan darinya


Beberapa menit kemudian


"Kamu haus nggak Vin?" tanya Arumi


"Iya nih" Vina mengiyakan


"Aku beli minuman ya, kamu duduk tunggu disini"


"Iya, jangan lama-lama"


"Iya!" jawab Arumi yang sudah berjalan menuju ibu-ibu yang berjualan di taman


Tak lama Arumi sudah dekat dengan ibu-ibu yang berjualan, ia membeli dua botol minuman dan langsung membayarnya. Saat Arumi berbalik badan tiba-tiba ia menabrak seseorang


Brak...


Minuman yang tadi Arumi beli sekarang jatuh


"Maaf, maaf" Arumi langsung meminta maaf tanpa melihat siapa yang ia tabrak karena ia fokus untuk mengambil botol minumannya yang jatuh


"Arumi?" tebak seorang laki-laki


Merasa di panggil Arumi langsung mendongakkan kepalanya


"Pak Arya?" Iya, laki-laki yang Arumi tabrak ternyata Arya seorang supervisor dimana tempat ia bekerja


"Iya, maaf juga ya tadi saya buru-buru mau membeli minuman" ucap Arya sembari menunjuk ibu-ibu yang di belakang Arumi


"Oh, nggak apa-apa Pak. Justru saya yang minta maaf, saya balik badan langsung saja lari tanpa melihat ada seseorang atau tidak. Hehe" jawab Arumi dengan cengengesan


"Iya saya juga minta maaf.


Emm... apa rumah kamu sekitar sini?" tanya alamat rumah Arumi


"Tidak, lumayan jauh. Saya sedang olahraga sepeda dengan teman saya. Terus Pak Arya rumahnya juga disini?" jawab Arumi sembari berdiri


"Bukan, saya hanya menjenguk Ibu saya yang ikut dengan kakak saya"


"Emang rumahnya dimana Pak?"


"Di jalan ABC gang 01, dekat sini kok"


"Oh"


"Itu minumannya biar saya ganti"


"Nggak usah Pak, ini nggak kotor kok" tolak tawaran Arya


"Tapi..."


"Maaf ya Pak, saya sudah di tunggu teman saya. Permisi" Pamit Arumi


Arumi langsung meninggalkan atasannya di tempat yang sedang mematung melihat punggung Arumi


Saat Arumi dan Arya berbincang-bincang, ternyata Anwar tahu tanpa melihat dari awal saat Arumi menabrak. Tapi ia tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan karena jaraknya lumayan jauh


"Arumi sama siapa itu? kok kelihatan akrab banget. Apa dia ke sini cuma mau ketemu sama itu orang ya. Ah, awas kau Rum!" Geram Anwar yang melihat Arumi dan Arya berbicara seperti sudah kenal


Anwar yang tadinya ingin menghampiri Arumi, ia urungkan karena ia masih geram atas apa yang ia lihat saat ini. Anwar tiba-tiba moodnya hilang, ia langsung pulang ke rumahnya dengan perasaan kecewa, cemburu, dan campur aduk lainnya


Sore hari


Arumi sudah siap-siap untuk balik ke kota J, dan untuk saat ini Anwar mau mengantarkannya. Arumi bingung Anwar sama sekali tidak atau mengiyakan untuk mengantar Arumi


Dengan hati kesal, Arumi memastikan jika memasuki jam 4 sore Anwar belum datang ia langsung naik bis tidak lagi menunggunya. Padahal janjiannya setelah sholat ashar tapi sekarang sudah lewat


"Mana sih dia, jadi apa nggak ini! Awas saja kalo nggak jadi, nanti aku pites kapok kamu!!" Kutuk dalam hati Arumi


Arumi yang asik dengan pikirannya, ada seseorang yang berada di belakangnya tiba-tiba


"Dorr!!" Suara mengagetkan


***


Dar Dor Dar Dor!!!


Jangan lupa tanda likenya ya Kaka ❣️❣️❣️