
"Enggaklah, di dapur piring nggak cuma ada satu doang. Masih banyak lagi,jadi nggak usah khawatir ya" Sari
'Tin..Tin.. Ciiiiit
Suara rem motor dari luar rumah Sari, ternyata teman-temannya baru saja datang
"Apa itu mereka?Lihat yuk!" Ifa bertanya kepada Arumi dan Sari tapi mereka hanya menganggap bahunya tanda tidak tahu
Kemudian Arumi, Ifa serta Sari keluar untuk memastikan siapa yang berada di luar apakah teman-temannya atau bukan
"Duh telat 45 menit enaknya dihukum apa ya" Ifa keluar pintu melihat jam yang ada di tangannya
"Hukum hukum, jauh Fa dari rumahku ke sini belum lagi nunggu si percil-percil ini" Tunjuk Linda ke teman-temannya yang datang bersamanya
"Noh tuh Lisa pake dandan segala, jadi lama tadi" Tunjuk Tari ke Lisa yang sedang melepaskan helmnya
"Aku aja yang dia salahin" Lisa mengalah
"Sebenarnya yang lama tuh milih buah-buahannya, mereka sih milih buah yang aneh-aneh. Masak buah naga juga mau di rujak" Fika turun dari motor lalu membawa plastik yang berisi buah-buahan
"Anggap aja itu buat cuci mulut Ka" ucap Linda yang memang ia memilih buah naga nya
"Eiits, udah dong berantemnya atau nggak jadi rujakan ini?" Ancam Arumi
"Jangan bercanda dong Rum, kita jauh-jauh ke sini masak nggak jadi" Linda
"Iya" Tari, Lisa dan Fika hanya mengangguk
"Kita mau rujakan di sini atau di pantai aja?" Sari
"Enaknya dimana gaes?" Ifa
"Pantai" jawab Linda dan Tari bersamaan
"Aku ngikut ajalah, disini kek di pantai kek yang penting makan rujak" Lisa
"Yaudah pantai aja, disana juga ada Gasebo banyak kok" Sari
"Bentar ya aku ambil barang-barangnya" sambung Sari lalu masuk kedalam rumahnya
"Aku bantu Sar" Arumi masuk kedalam tanpa menunggu jawaban dari Sari
"Iya" Sari menjawab sambil berjalan
***
Di Pantai WG
Mereka bertujuh menuju pantai yang dekat dengan rumah Sari hanya membutuhkan waktu 10 menit untuk bisa sampai di sana
"Sana gazebonya kosong kok" Tari menunjuk gazebo yang tidak di tempati
"Jangan, di warung Bu Dhe aku aja siapa tau dapat gratisan. Hehe" ucap Sari
"Kamu nih ya soal gratis langsung nomor satu" Linda
"Hahahaa"
Sari mencari warung Bu Dhenya yang berada di tengah-tengah warung, tentu saja membuat Sari kebingungan karena di sana semua warung sama
"Sini-sini, untung ada yang kosong" Sari berlari untuk meletakkan barang bawaannya kemudian ia berjalan ke warung Bu Dhe nya
"Untung lah, liat tuh semuanya udah ada yang nempati" Ifa melihat sekelilingnya, dimana di setiap gazebo sudah ada orangnya
"Taruh sini" Fika meletakkan buah-buahannya
"Kamu bawa pisau nggak? cobek? dan sambalnya?" Arumi
"Astaghfirullah, aku lupa bawa. Aku ingat udah aku taruh di meja tinggal bawa aja" Tari menepuk jidatnya pelan
"Nih, aku bantuin pukul kepalamu!" Ucap Lisa mengarahkan tangannya ke kepala Tari tapi Ia langsung menghindar
"Sssst, ini ada apa sih?" Sari datang membawa tikar agar nanti tidak mengotori gazebo yang mereka tempati
"Ini nih, si Tari lupa bawa pisau cobek dan bahan-bahan sambalnya" Linda mengadu
"Astaghfirullah Tari, emang yang kamu ingat itu apa??" Sari
"Kalau aku sih yang penting kumpul-kumpul" Tari mengelak menunjukkan giginya
"Yaudah pisau sama cobeknya aku pinjam sama Bu Dhe aku" Sari kembali ke warung untuk mengambil pisau dan cobek
"Nanti buat sambalnya gimana?" ucap Arumi setelah Sari dari warung
"Terpaksa aku ke rumah buat ngambil bahannya, nggak mungkin kan aku minta juga ke Bu Dhe aku" Sari
"Aku temenin ya" Ifa
"Boleh" Sari dan Ifa ke rumah Sari menaiki motornya untuk mengambil beberapa bahan sambalnya
"Kamu sih lupa segala, jadi repot tau" ucap Lisa setelah Sari dan Ifa sudah pergi
"Iyayaa, maap" Tari merasa bersalah
"Untung kita di warung Bu Dhenya Sari, kalau warung lainnya malu-maluin dong" Fika
Sambil menunggu Sari dan Ifa mengambil bahan sambalnya, mereka sedang mengupas buah-buahan ada juga yang hanya memerintah saja seperti Linda. Memang jiwa kepemimpinannya sudah terpatri di hatinya
"Eh eh, lihat! tuh siapa..."
.
.
.
Thanks Kaka udah mampir
Jangan bosan-bosan yaa ❣️❣️❣️