ARUMI

ARUMI
Baikan



Tepat hari ketiga, mereka bersiap-siap untuk pulang ke rumah, sebenarnya Anwar melewati kota J dimana Arumi bekerja di kota tersebut. Anwar ingin sekali bertemu dengan Arumi tetapi di urungkan karena ia tidak sendirian melainkan membawa Linda, ia juga berfikiran nanti jika bertemu dengannya akan menjadi salah paham. Dengan begitu ia langsung pulang bersama teman komunitasnya


Sepanjang perjalanan Anwar sedang berperang dalam pikirannya, sampai-sampai saat lampu merah ia menerobos karena tidak fokus menyetir


"Loh Anwar, tadi lampu merah kok kamu nerobos sih" Linda


"Masak sih?" Anwar menengok ke belakang memang benar, ia sendirian tidak ada motor yang di belakangnya


"Kok bisa begini ya aku, fokus Anwaaar Fokuss!" Batin Anwar yang mulai tersadar dari lamunannya


"Untung nggak ada polisi, kalo ada di kejar kita. Kamu fokus nyetir dong" Kesal Linda


"Ah crewet!" ucap Anwar pelan tanpa di dengar Linda


Anwar tiba di rumah malam-malam ia segera memarkirkan motornya di garasi dan langsung masuk ke rumah untuk segera membersihkan tubuhnya yang lengket


Setelah sibuk ritual mandinya ia tidak lupa menuaikan kewajibannya sebagai umat muslim. Di lihatnya nomor Arumi aktif Anwar segera menelfon tapi Arumi tidak mengangkat sama sekali walupun Anwar berulangkali menelfon. Dengan kesal karena panggilannya tidak di angkat ia segera mengirim pesan kenapa ia tiba-tiba cuek seperti ini


Sambil menunggu balasan dari Arumi, Anwar menggeser-geserkan instastory seseorang. Anwar kaget melihat story milik teman-temannya yang ikut komunitas tadi merekam kegiatan dari hari pertama sampai terakhir ini


Deg


"Jangan sampai Arumi lihat ini, bakalan jadi salah paham! Eh tunggu-tunggu, apa mungkin Arumi jadi cuek gara-gara lihat story ini ya. Haduh ini jelas banget kalo aku sama Linda berboncengan. Aaaarghhh"


dalam hati Anwar berteriak


"Ayo dong Rum bales pesanku, aku telfon juga nggak pernah diangkat"


"Gimana ini coba"


Anwar gelisah memikirkan Arumi, saking gelisah ya ia sampai tertidur dengan ponsel yang masih menyala


Keesokan harinya Anwar bangun tidur langsung mencari ponsel dan berharap Arumi membalas pesannya, akan tetapi justru ada pesan dari Linda bukan Arumi. Anwar hanya mengabaikan pesan dari Linda tanpa membalasnya


Sudah hampir seminggu Arumi tanpa kabar, Anwar semakin gelisah memikirkan bagaimana perasaan Arumi. Anwar sudah bertekad menyusul Arumi ke kota J untuk menanyakan kabar Arumi


Sebenarnya Anwar tidak tahu lokasi tempat kosan Arumi, ia ingat Arumi pernah memberitahu jika ia ngekos bersama Vita. Dengan begitu ia bisa menanyakan alamatnya tanpa susah-susah mencari lokasi sendiri tanpa diberitahu Arumi


Flashback off


"Begitu ceritanya, beneran yang kalo kegiatan sama sekali aku nggak terus-terusan dengan Linda. Kita cuma temen boncengan doang kok, kamu harus percaya" ucap Anwar jujur


"Oh" Arumi ber'OH' ria


"Cuman 'Oh'?"


"Kenapa?"


"Aku cerita panjang lebar kamu hanya merespon 'Oh' doang?"


"Masih mending aku jawab, yaudah kalo gitu aku tinggalin aja kamu di sini" Kata Arumi menghadap kesamping lalu ia beranjak dari duduknya


Saat kakinya hendak melangkah, tiba-tiba Anwar menarik tangan Arumi agar diam di tempat


"Sayang, maafin aku ya" ucap Anwar tulus


"He'em Iya" Arumi tersenyum sambil mengangguk


"Kita baikan kan?"


"Emang kita berantem?"


"Lah, kemarin-kemarin? kamu nggak marah?"


"Sebenarnya sih aku marah, tapi kamu ada disini sudah lebih dari cukup untuk kamu jelasin tentang kesalahpahaman aku"


"Duduk dulu sini dong, masak kamu nggak kangen aku?"


Goda Anwar


"Nih, mulai deh" Arumi pasang muka masam


"Enggak-enggak, Kamu cantik deh kalo lagi cemberut"


"Bodoamatlah!"


"Udah-udah aku kesini nggak mau berantem ya, aku maunya kangen-kangenan sama kamu" Anwar genit


"Idih, dasar bucin"


"Terserahlah"


"Eeeem, yang kamu akhir bulan nggak pulang ke rumah?"


"Emang ada apa?"


"Kalo kamu pulang kan kita bisa jalan" Anwar menaik turunkan kedua alisnya


"Gimana ya, perjalanan untuk pulang kan butuh waktu lama. Nanti aku lelah di perjalanannya, mungkin kalo ada libur panjang aku akan pulang kampung"


"Apa mau aku jemput kalo kamu pengen pulang?"


"Nggak usah, nanti kamu kelelahan loh. Kan kita bisa telfonan setiap hari"


"Telfonan gimana? kemarin aja pesanku yang banyak nggak kamu bales satupun, aku telfon beberapa kali juga nggak kamu angkat"


"Itu kan beda"


"Iya deh iya"


"Ini udah malem, kamu nggak pulang?"


"Iya ini aku mau pulang. Aku boleh minta peluk nggak?"


"Aku tabok kamu!" Arumi mengangkat tangannya hendak mau seperti menampar


"Peluk doang, nggak macem-macem"


"Nggak ada peluk-pelukan!"


"Yaudah deh, kalo gitu tangan kamu sini" Anwar menarik tangan Arumi


Cup...


Lalu ia memberikan kecupan di tangan Arumi.


Arumi termenung akan perlakuan Anwar barusan


"Itu tanda kalo aku sayang banget sama kamu, Udah ya aku mau pulang"


"Ayo aku anterin ke parkiran"


Di parkiran


Anwar memasang helmnya dan menghidupkan mesin motornya lalu ia segera melaju ke jalan raya


"Bye sayang" Anwar melambaikan tangannya


"Iya, hati-hati!"


Setelah kepergian Anwar dari sana, Arumi langsung bergegas masuk kembali untuk mengajak Vita pulang karena anak gadis nggak boleh pulang kemalaman


Semenjak kemarin Anwar menemui Arumi di kota J, semenjak itu juga hubungan mereka menjadi hangat kembali walaupun masih di selingi pertengkaran kecil tetapi mereka bisa mengatasinya dengan candaan


Mendekati akhir-akhir bulan Arumi disibukkan dengan over timenya kata lain dari lembur. Mungkin karena sering lembur ia jarang sekali memberi kabar orang rumahan bahkan Anwar juga. Setiap pulang ia langsung mandi, langsung tidur begitu bangun ia juga langsung bekerja. Itu yang di lakukan setiap harinya


"Anak ini kerjanya bagus, cekatan, hasilnya juga memuaskan. Apa aku coba merekomendasikan jadi GL ya"


Batin Bu Ida yang memerhatikan Arumi dari kejahuan


Tak mau berperang dalam pikirannya, ia langsung menghampiri meja kerja Arumi


"Rum saya lihat kamu kerjanya selalu target padahal yang lainnya kurang dari target, apa kamu tidak kelelahan harus bekerja keras seperti ini setiap harinya"


kata Bu Ida yang memang melihat Arumi yang kerjanya selalu mencapai target


"Alhamdulillah tidak Bu, saya hanya ingin bekerja sesuai prosedur dari sananya dan saya akan berusaha untuk mencapai target agar saya tidak mengecewakan Bu Ida nantinya" jawab Arumi tegas


"Oke, jangan lupa prosesnya sesuai standard ya" Lalu Bu Ida langsung pergi meninggalkan Arumi


"Baik Bu"


Maafin aku ya kak


Masih belajar di flashbacknya


Kasih saran dulu biar aku bisa memperbaikinya ❣️❣️❣️