
Malam harinya, sesuai yang dibicarakan oleh Tika, kini Arumi tengah diajak untuk mengurutkan kaki yang tak jauh dari rumahnya
Disela-sela Bi Sri mengurut kakinya beliau tak lupa mengoceh sana sini.
"Kok bisa keseleo gini ngapain aja kamu" ucap Bi Sri sambil mengurut kaki Arumi
"Itu Bi, kakiku tergilir kan di sana habis hujan jadi tanahnya licin gitu" Arumi menjelaskan bagaimana ia bisa tergilir
"Emang kamu nggak liat kalo ada genangan airnya"
"Kan kejadiannya malam hari nggak ada penerangannya, remang-remang aja Bi"
Arumi ingin menjawab jika ia terjatuh karena didorong, tapi perkataannya harus ditepis tidak mungkin ia menjelek-jelekkan Winda temannya sendiri
Butuh 2 jam Arumi mengurut kakinya, tapi Bi Sri memutuskan untuk sekalian mengurut seluruh badannya, kata Bi Sri mungkin Arumi juga kecapean karena sudah beberapa hari ia mengikuti kegiatan pelantikan Bantara.
***
Sorenya Ifa menjemput Arumi untuk hangout bareng, Sementara kakinya Arumi sudah membaik walaupun masih terasa sedikit sakit
"Arumiiii?" Panggil Ifa diambang pintu rumah
"Iya sebentar!" Arumi menyambar tas selempangnya bersiap-siap untuk keluar dari kamar
"Kakak kamu dimana, kok sepi?" Tanya Ifa setelah Arumi muncul dari pintu kamarnya
"Kakak ke toko beli benang dan lain-lainnya. Udah ayo!"
"Kamu udah izin?"
"Nanti aku chat kakak aja"
"Yaudah, kalo dimarahin nggak aku loh ya"
"Beres itu mah"
***
Pantai Watu Gedhe
Sesampainya di Pantai Watu Gedhe, ternyata mereka tidak berduaan melainkan ada Aris dan juga Anwar
"Fa, kok ada mereka?" Bisik Arumi yang tetap memaksakan senyumnya
"Emang ada, kan mereka yang ngajakin kita"
"Kok kamu nggak ngasih tau aku?"
"Kamu nggak nanya sih, Udah ayo samperin mereka"
Ifa dan Arumi menghampiri Aris dan Anwar yang tengah duduk di salah satu warung pinggir pantai
"Hai Aris, Hai Anwar" sapa Ifa lalu ia duduk di samping mereka
"Iya" jawab Aris
Anwar hanya menganggukkan kepalanya
"Lama ya nunggu kita"
"Nggak, cuma satu jam doang kok" ketus Aris
"Yaelah, maklumi aja namanya juga cewek. Hehe"
Alasan Ifa
"Udah, kalian nggak pesen minum? atau mau makan sekalian?" tawar Aris
"Aku kelapa muda deh, kalo makannya nanti-nanti aja. Kamu mau apa Rum?" Ifa
"Aku samain kamu"
"Pake sirup yaa, 2"
"Oke, bentar ya aku pesenin ke ibunya" Aris meninggalkan ke-3 orang untuk memesankan minuman para gadis yang duduk santai di sana
"Eh Rum, ayo ke pinggir sana" Ifa mengajak Arumi untuk ke pinggir pantai
"Mau ngapain sih?" Anwar
"Biasa, cewek kan hobinya poto-poto. Ayo Anwar kamu juga ikut yaa"
"Buat apa ikut?"
"Motoin kita berdua dong"
"Aris gimana"
"Nanti juga nyusul kita"
πΆπΆπ»ββοΈπΆπ»ββοΈ
"Sini aja ya Rum"
ucap Ifa saat sudah tiba di pinggir pantai tapi yang ada batu-batuannya
"Tolong dong An, potoin aku sama Arumi" Ifa menyerahkan handphone miliknya ke Anwar untuk mengambil beberapa photo
"Deketan dikit Napa, kayak musuhan aja" Anwar yang memposisikan mereka agar terlihat bagus
Cekrek
"Coba liat dong" Arumi yang duduk langsung berdiri untuk melihat hasil fotonya
"Bagus nih" Ifa
"Iya dong, siapa dulu Achmad Choirul Anwar" Ucap Anwar dengan bangganya
"Kenapa kamu nggak di jurusan Multimedia aja? Malah ke otomotif" Arumi
"Kalo foto memfoto kan emang hobiku, aku pengen aja masuk di otomotif" terang Anwar
"Oo" ucap Arumi ber'o' ria
"Lagi dong masa cuma sebentar" Ifa
"Kalo bagus ya berkali-kali ini, dasar cewek" sungut Anwar yang hanya dijadikan sebagai fotografer dadakan
β€οΈβ€οΈβ€οΈ