ARUMI

ARUMI
Outbound



Ifa mengambil Arumi dari tangan Anwar kemudian ia mencari pak Yuda. Ternyata Pak Yuda berada di tenda umum bersama para panitia lainnya.


"Kaki kamu kenapa Rum, jalannya kok pincang gitu" tanya Pak Yuda


Saat Arumi menjawab Ifa tanpa aba-aba langsung menjawab


"Ini pak, katanya ia tergilir gitu"


"Duduk sini, tak urutkan kakimu. Lisa tolong ambilkan minyak urut yang ada di kotak p3k ya" Pak Yuda menyuruh Lisa yang tugasnya mengurus jika ada kejadian yang tidak diinginkan


Dengan cepat Lisa kembali membawa minyak urut yang diminta oleh Pak Yuda


"Ini Pak minyak urutnya"


Lisa memberikan minyak urut itu ke Pak Yuda agar kaki Arumi langsung diurut


"Ini sudah waktunya sholat subuh, kalian segera bersiap-siap untuk sholat berjamaah. Sekarang Arumi bisa saya urut" perintah Pak Yuda kepada para panitia


"Nanti jangan lupa beritahu semuanya untuk mengadakan sholat subuh berjamaah, oh ya Aris nanti kamu yang jadi imamnya ya. Kalau nunggu saya urut nanti kelamaan. Kalau ngurutnya nanti bisa-bisa kaki Arumi tambah parah" terang Pak Yuda


"Iya Pak saya paham" jawab Aris yang lainnya hanya mengangguk-angguk.


***


Paginya, semua orang menyegarkan badannya dengan melakukan senam pagi. Setelah diurut oleh Pak Yuda kaki Arumi mulai membaik, ia hanya bisa duduk di tenda sedangkan yang lainnya ikut senam.



Dirasa senam sudah berakhir, tiba-tiba Anwar menghampiri Arumi yang duduk diluar tenda


"Masak apa itu Rum?"


"Ini loh masak air buat bikin teh anget sama kopi"


"Aku mau dong dibuatin kopinya"


"Mau kopi apa?"


"Emm... kopi Ireng aja, gulanya dikit ya"


"Iya"


"Jangan manis-manis, nanti kamunya kesaing lagi"


"Idiiih, gombal nih" Tawa mereka berdua


Beberapa menit datanglah Falah dan teman-temannya.


"Aku juga mau kopinya dong" Falah tiba-tiba langsung duduk di depan Arumi


Dengan muka masam disebelah Arumi, Anwar risih atas kedatangan Falah, ia sangat tidak suka jika Falah mendekati Arumi


"Kalo mau kopi noh buat sendiri, airnya juga masih panas kok" Anwar


"Aku kan maunya dibuatin Arumi" yang tadinya menghadap Anwar, Falah langsung melirik Arumi sambil tersenyum


"Kamu nggak liat kakinya kan masih sakit masak disuruh-suruh" Anwar dengan nada kesalnya


"Nggak papa kok, Tunggu ya. Kalian mau kopi nggak?" Tawar Arumi kepada Falah dan teman-temannya


***


Pukul 8 pagi, semua orang di sibukkan dengan kegiatan Outbound, Arumi berada di post panorama.


Cara mainnya, setiap kelompok hanya ada perwakilan untuk mengerjakan permainan ini. Mereka akan di beri sebuah kertas dimana kertas itu di beri lubang kecil yang nantinya mereka akan mengintip ke sebuah pemandangan lalu mereka menggambarkan apa yang mereka lihat.


Permainan ini berlangsung meriah, ada-ada saja yang mereka gambar. Ada yang menggambar rumput hanya dengan garis-garis zig-zag saja, ada yang menggambar langit dengan garis-garis halus, ada yang menggambar pohon yang mana seperti gambar anak SD dan pemandangan lain-lainnya. Tentu saja kertas mereka terlihat kosong seperti tidak menggambar apapun hanya saja ada garis-garis tertentu.


Tak jauh dari jangkauan post Arumi, di waktu senggang Anwar menghampiri Arumi.


"Hai Rum" Anwar


"Hai" Arumi


"Yang di sapa kok cuma Arumi doang sih" Goda Ika


"Hehe... Assalamualaikum ahli kubur" Anwar menahan tawanya


"Heeiii, dasar Dajjal" sungut Ika


Merasa kesal Ika langsung mengambil alih kelompok yang baru datang


"Ada apa kok kesini? nggak ada kerjaan apa?"


ucap Arumi yang memeriksa beberapa kertas sudah digambar.


"Sepi tuh liat belum ada kelompok yang datang, kalau ada biar si Bagus ambil alih"


"Ohh" Arumi mengangguk-angguk


"Boleh dong coba panoramanya"


"Ambil aja"


Anwar mengambil kertas kemudian menggambar apa yang dilihatnya. Arumi sedang sibuk dengan kertas lainnya, ia tidak mengetahui jika Anwar menggambar sambil melirik-lirik Arumi


Beberapa menit Anwar selesai menggambarnya


"Nih, buat kamu" ia langsung memberikan kertasnya lalu pergi meninggalkan Arumi


Arumi menerima kertas dari Anwar lalu melihatnya, ia tersenyum menggeleng-gelengkan kepalanya. Ternyata Anwar tidak hanya menggambar melainkan juga menulis sebuah kalimat.


"MAKASIH YAA!" teriak Arumi


Anwar hanya melambaikan tangannya ke udara tanpa menoleh kebelakang


Dalam outbound ada beberapa permainan yang melibatkan kerjasama antara tim. Ada permainan hulahoop cara bermainnya terdiri dari dua kelompok yang berbeda, setiap kelompok diharuskan saling berpegangan tangan kemudian gelang yang berukuran besar dimasukkan ke badan masing-masing secara bergantian. Siapa cepat gelang tersebut sampai di ujung yang satunya maka kelompok itulah yang pemenangnya.



Dan beberapa permainan yang lainnya.


Sebenarnya mereka terlihat lelah tapi sangat menikmati berbagai macam permainan.


Jangan lupa juga Like dan komen-nya ❣️