ARUMI

ARUMI
Rujak



Arumi berjalan keluar rumah, ia melewati Tika tanpa berpamitan terlebih dahulu karena ia masih dalam mode badmood


"Mau kemana kamu!" ucap Tika yang melihat Arumi yang tidak berpakaian rumahan


"Aku ada acara kumpul-kumpul sama teman-temanku"


"Dimana"


"Di rumahnya Sari, dekat kok dengan Pantai WG"


"Yaudah, pulangnya jangan kesorean nanti di cariin ibu kamu"


"iya kak, Assalamualaikum" Arumi menyalami kakaknya sekedar berpamitan


"Waalaikumsalam salam"


"Tumben Arumi nggak izin dulu, hari ini kok main keluar langsung biasanya juga izin mau kemana. Biarlah mungkin kemarin dengar pembicaraan ayah tentang dia" Tika berfikiran jika Arumi sedang tidak mood


***


Perjalanan menuju ke rumah Sari memakan waktu selama setengah jam, dalam perjalanan mereka berdua mengoceh tidak jelas kadang bernyanyi sambil teriak-teriak


Sesampainya di halaman rumah Sari, Arumi turun dari motor dan melepaskan helmnya lalu mereka berjalan menuju pintu rumah Sari


"Assalamualaikum", tok..tok. Ucap mereka bersamaan


"Waalaikumsalam, kok cepet udah nyampe" Sari keluar dari kamarnya


"Udahlah, Ifa sih naik motor aja kek naik pesawat. Ngebut banget" Arumi melirik Ifa dengan mata tajamnya


"Panas tau kalo pelan-pelan" Ifa mengibaskan tangannya


"Sudah-sudah bertengkar nya, duduk dulu aku mau buatin minum sebentar" Sari melerai kedua temannya yang sedang adu mulut


"Eh, nggak usah Sar. Langsung aja nyiapin bahan-bahannya, yang lain mana?" ucap Ifa yang hendak duduk di kursi


"Nggak tau, katanya jam 2. Ini udah kelewat setengah jam. Pasti pada molor" Sari menengok ke dalam rumah untuk melihat jam dinding


"Kita tunggu aja sambil nyiapin bahan-bahannya" Arumi


"Iya, aku mau kebelakang ambil wadahnya" Sari


"Iya" ucap Arumi dan Ifa


Sari masuk ke dalam rumah untuk mengambil barang-barang yang akan digunakan nanti, sekarang tinggallah Arumi dan Ifa duduk di ruang tamu


"Duh, pegel banget pinggangku" Arumi menggerak-gerakkan tubuhnya ke kanan dan kiri


"Yaelah, baru setengah jam aja udah encok apa lagi kalau mau kerja jadi pegawai bank titil"


"Nggak ah, aku aja belum pengen jadi pegawai bank"


"Sebenarnya sih Ayah pengen banget kalau aku bisa masuk ke bank, tapi aku pengen mencari pengalaman kerja lebih dulu. Insyaallah, 2-3 tahun merantau aku bakal daftar jadi pegawai bank agar bisa mewujudkan keinginan ayah" Arumi mengingat akan permintaan ayahnya saat setelah lulus


"Kenapa? enak tau bisa jalan-jalan juga"


"Boros ah, ngeluarin bahan bakar mulu"


"Enggak kok, kan nanti juga di ganti sama gajian. Hahaaa"


"Nggak bisa buat simpanan dong uangnya, masak sekali gajian cuma buat keinginan kita aja? Kan mestinya kita harus mengelola uang dan bisa menyimpan untuk kedepannya"


"Yelah-yelah, jiwa anak akuntansinya mulai beroperasi ya bund" Cibir Ifa


"Kan kita sama-sama anak akuntansi ya harus pintar-pintar dong"


"Terserah" Ifa menyerah


'Gluntang


Suara piring jatuh yang di bawa oleh Sari


"Aduh, jatuh lagi. Rusak nggak ya" Sari meletakkan beberapa wadah ke meja


"Hati-hati dong Sar, sayang sama piringnya" Ifa


Sari kembali untuk mengambil piring yang tadi jatuh, lalu berjalan ke arah teman-temannya


"Coba liat, rusak nggak" Ifa mengambil piring dari tangan Sari lalu membolak-balikkan di lihatnya ada yang rusak apa tidak


"Ini retak dikit" Ifa menunjuk piring yang sepertinya retak


"Iya nih" Sari melihatnya


"Hayo, nanti di marahin nggak sama ibu kamu?" Arumi


"Enggaklah, di dapur piring nggak cuma ada satu doang. Masih banyak lagi,jadi nggak usah khawatir ya" Sari


(Disini piringnya dari bahan seperti karet jadi kalau jatuh piringnya nggak langsung pecah hanya retak saja)


'Tin..Tin.. Ciiiiit


"Eh suara apa itu"


Sekali lagi tinggalkan jejak ya kak


bisa lewat like atau komennya ❣️❣️❣️