ARUMI

ARUMI
Salah Posisi



Arumi yang asik dengan pikirannya, ada seseorang yang berada di belakangnya tiba-tiba


"Dorr!!" Suara mengagetkan


"Lagi nunggu orang ya?" tanya Vina yang berada di belakangnya


"Kamu nih, ngaget-ngagetin aku aja" Arumi kesal


"Habisnya kamu kek melamun terus, kenapa sih?"


Vina langsung duduk di sebelah Arumi


"Nggak apa-apa" jawab Arumi sambil memainkan ponselnya


"Terus udah siap-siap gini kenapa kok nggak berangkat?"


Vina melihati tubuh Arumi yang memang sudah siap berangkat


"Aku nunggu jemputan"


"Siapa? Kak Tika?" Vina menoleh ke dalam rumah


"Bukan"


"Terus siapa? Biasanya juga yang antar jemput kamu Kak Tika"


"Kak Tika biar di rumah aja"


"Terus?"


"Aku nunggu temen aku jemput"


"Cowok atau cewek?"


"Cowok" Arumi tetap sibuk memainkan ponselnya sembari menjawab ucapan dari Vina


"Pacar yaa?"


"Kepo deh" Arumi menoleh ke Vina


"Emang janjiannya jam berapa?"


"Tadi habis sholat ashar"


"Lah, kan adzannya sudah satu jam yang lalu" Vina membuka layar ponselnya untuk melihat sekarang pukul berapa


"Iya Vin, Yaudah aku mau kak Tika aja yang antar aja. Mungkin temen aku lagi sibuk lupa kalo mau jemput aku"


Arumi yang merasa kecewa ia langsung kembali ke rumah untuk meminta Tika mengantarnya ke terminal. Hampir satu jam lamanya Arumi menunggu kedatangan Anwar yang belum tiba di rumahnya


"Yaudah deh aku mau minta tolong kak Tika aja. Aku telfon juga nggak aktif nomornya" Batin Arumi sembari berdiri


"Kak Tikaaa??" Teriak Arumi yang berjalan menuju ke dalam rumah


"Loh, kok belum berangkat?" Tika kaget karena Arumi sudah pamit berangkat dari satu jam yang lalu


"A-Akuu...."


Tiiin...Tiiin


Suara klakson motor


Sebelum melanjutkan pembicaraannya, Arumi menoleh keluar rumah dan melihat Anwar yang baru tiba di halaman rumahnya


"Ma-maksud aku, Aku mau berangkat sekarang. Hehee"


Tanpa malu ia mengalihkan pembicaraannya sendiri dengan gaya cengengesan


Yang tadinya Arumi ingin minta tolong Tika untuk mengantarnya ke terminal ia potong karena melihat Anwar sudah datang sebelum ia mengatakannya


"Yasudah, berangkat aja. Nanti nyampenya kemaleman loh" Tika mengingatkan


"Iya kak, Aku pamit ya. Jaga Ayah Ibu jangan sampe telat makan"


"Emang Ibumu bukan Ibuku? Dasar!"


"Hehee, Iyayaa"


"Daaa, Assalamualaikum!"


Arumi langsung bergegas keluar dari rumah dan menghampiri Anwar yang ada di halaman rumahnya


Sebenarnya Ayah Arumi sedang berada di ladang untuk mencari rumput, sedangkan Ibunya Arumi juga sedang di ladang bersama Suaminya untuk mencari pakan rumput.


Ningrum yang ingin menunggu keberangkatan anaknya kembali merantau ia di paksa Arumi untuk menemani Ayahnya di ladang, jika tidak di temani bisa-bisanya Dian menjadi marah. Sehingga yang berada di rumah hanya ada Tika yang memang sedang menjahit


"Kamu dari mana aja, kok baru datang sekarang" Arumi mendekati Anwar, lalu ia memakai helmnya


"Ban bocor" jawab Anwar cuek


Tanpa basa-basi lagi Arumi langsung naik dan Anwar langsung melajukan motornya menelusuri jalan raya yang mulai sedikit ramai


"Kok bisa ban bocor, emang kamu nggak cek dulu di rumah?" Arumi yang masih berusaha untuk berbicara


"Udah"


"Jalan"


"Oh, mungkin orang lain yang lagi iseng"


Anwar mengabaikan Arumi tanpa mengangguk atau mengiyakannya


Di sepanjang perjalanan mereka diam tanpa bersuara, setiap Arumi bertanya Anwar selalu menjawab dengan cuek. Alasannya hanya ingin fokus menyetir karena pada sore hari jalanan menjadi ramai


"Sayang" ucap Arumi pelan tapi masih bisa didengar oleh Anwar


"Hmm..." Anwar berdehem


Seketika itu hati Anwar bahagia, mendengar perkataan 'Sayang' keluar dari mulut Arumi


"Opo koe krungu


Jerite atiku


Mengharap engkau kembali..."


Ternyata Arumi sedang bernyanyi


"Ah Sial!" Umpat kesal hati Arumi


"Hihihii, sepertinya Anwar kesal mendengar kata sayang padahal aku sedang bernyanyi"


Arumi merasa menang karena sudah menggoda Anwar dengan lirik salah satu lagu sayang


"Yang..." Panggil Arumi


"Sayaang"


Arumi kesal karena sudah dua kali Anwar tidak mau menjawab


"Sayang!" Arumi menggoyang-goyangkan bahu Anwar, Anwar langsung menoleh ke samping


"Kita sholat dulu yuk, udah masuk sholat Maghrib. Sholat Maghrib juga waktunya terbatas"


Ajak Arumi


"Iya, nanti kalo ada pom atau masjid kita berhenti"


Ucap Anwar, Arumi merasa samar-samar mendengar ucapan Anwar ia langsung memajukan kepalanya ke depan agar bisa mendengar Anwar berbicara


"Kamu marah ya sama aku?" kata Arumi pelan sembari menyenderkan kepalanya di bahu Anwar


Deg


Anwar bingung ingin sekali ia menanyakan apa hubungan Arumi dengan seseorang yang di temui di taman mini tadi pagi tapi ia urungkan karena melihat di depan ada masjid


"Di depan ada masjid, kita sholat dulu"


Anwar mengelak dari pertanyaan Arumi tanpa menjawabnya


"Oke" Arumi langsung memundurkan kepalanya menjadi tegak



Tak selang berapa lama Anwar segera menepikan motornya yang ada di parkiran halaman masjid sana.


Arumi langsung turun dari motor dan melepaskan helm dari kepalanya


"Aku langsung wudhu ke sana ya"


Arumi menunjuk tempat wudhu khusus untuk perempuan


"Iya" Anwar juga langsung mengambil air wudhu yang berada di tempat lain


Mereka berdua kini menuaikan sholat Maghrib sendiri-sendiri,sebelum mereka masuk ternyata sholat berjamaah sudah selesai ia juga tidak bisa untuk sholat berjamaah karena Masjid yang ia gunakan cukup luas


Cukup sepuluh menit mereka menuaikan Sholat Maghrib, setelah itu mereka berdua langsung ke parkiran untuk melanjutkan perjalanannya


Diperjalanan Arumi merasa kedinginan ia seperti menggigil padahal ia sudah memakai jaket yang cukup tebal. Anwar mengetahui itu, ia segera menarik tangan Arumi untuk dimasukkan kedalam saku jaketnya yang berada di depan


"Udah nggak kedinginan kan?"


Anwar sembari mengelus-elus tangan Arumi


"Udah" jawab Arumi dengan perasaan bahagia


"Kalo mau tidur, tidur aja. Nggak usah temani aku menyetir"


"Iya"


Dengan senyum-senyum, Arumi menyenderkan kepalanya di punggung Anwar. Arumi merasa nyaman karena memeluk sang kekasihnya


Tubuh Arumi selalu menggeliat ke sana kemari tanpa terkecuali tangannya


"Duh, tangan ini salah posisi. Jangan sampai juniorku bangun tanpa diminta!" umpat Anwar


***


Maaf ya Kaka jika ada kata-kata yang tidak sopan mohon di maklumi. Hehe ❤️❤️❤️