
Di sepanjang jalan menuju koridor mereka bergandeng tangan seperti seorang anak kecil, walaupun para karyawan melihat dengan tatapan tidak suka tetapi mereka tidak menggubrisnya
"Rum di sana aja,sepi orang" Leni menunjuk tempat yang sepi
"Oke" Tangan Arumi di tarik oleh Leni agar cepat-cepat sampai di sana
"Tolongin fotoin aku dong" Leni menyerahkan ponselnya
"Nggak usah, pake ponsel aku aja" menggerak-gerakkan ponsel yang ia genggam
"Tau aja kalo HP aku kentang, Hehe" Leni cengengesan
"Udah buruan pose" Arumi mengibas-ngibaskan tangannya
Leni langsung segera berpose, takutnya orang sekitar melihat tingkahnya
"Satu, Dua, Ti ga"
Cekrek.. Cekrek.. Cekrek..
"Nih udah" Arumi menunjukkan layar ponselnya
"Kamu gantian nggak?" tawar Leni
"Iya dong, kamu dari sini aja" Arumi memposisikan Leni dimana ia berdiri saat mengambil gambar
"Seragam kamu nggak dicopot dulu?" Leni menunjuk ke seragam kerjanya Arumi
"Nggak usah, nggak papa"
"Yaudah. Satu.. Dua.. Tigaa.."
Cekrek..
"Coba aku liat dulu" Arumi merampas ponselnya dari genggaman tangan Leni
"Baru aja satu kali jepretan"
"Nggak usah, ini udah bagus kok" Arumi memperbesar kecilkan layar ponselnya
"Bagus dong, siapa dulu yang foto" Leni menggerak-gerakkan alisnya
"Iyaya, Leni Agustyna memang top" Arumi sebut nama Leni lengkap
"Baru Deket sebentar udah tau aja nama panjang aku"
"Ya tau lah, orang baca name tag kamu" Arumi menunjuk name tag Leni dengan sorot matanya
"Hehee, iyayaa" Leni menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
Kring...Kring...Kring...
"Pas banget bel masuk udah bunyi" Leni
"Yaudah, ayok masuk" Arumi menarik tangan Leni yang berjalan menuju pintu masuk
"Siap Ibu GL" goda Leni
Arumi hanya menggelengkan kepalanya, kemudian melangkah Leni beriringan untuk masuk ke dalam Line dan mulai bekerja kembali
Satu Bulan Berlalu
Sudah satu bulan berlalu Arumi di tinggal oleh sang kekasih untuk melaksanakan kegiatan pelatihannya yang ingin menjadi seorang tentara
Sejak itu ada rasa rindu yang menyelimuti hatinya di kala jarak yang jauh dan tanpa berkomunikasi yang cukup lama
Hari weekend seperti biasanya, Arumi hanya berdiam diri di kamarnya sembari menonton drama Korea favoritnya. Saat film mencapai klimaksnya, tiba-tiba ada panggilan masuk nomor yang tidak dikenal, Arumi mencoba menjawab panggilan tanpa bersuara
0815799455xxx 📲
"Halo Assalamualaikum" Suara sebrang sana
"..." Arumi berdiam mengerutkan dahinya mendengar suara yang tak asing baginya
"Halo yang?" orang di sebrang sana bingung tidak ada suara apapun
"Arumi sayang?"
"Iya?" Kini Arumi tahu siapa yang menelfon saat ini
"Akhirnya ada jawaban dari kamu yang" Anwar menghela nafas
"Kamu pake nomornya siapa?"
"Aku pinjam dari teman aku"
"Katanya nggak boleh bawa ponsel?"
"Nggak tau juga, kalo tau begini dari kemarin aku bawa ponselku"
"Emang nggak di marahin sama sananya?"
"Nggak, ternyata boleh bawa asal di kumpulkan. Kalo setiap akhir bulan bisa di ambil tapi cuma 2 hari aja"
"Bagus dong kalo gitu"
"Bagus apanya? nyesel aku nggak bawa ponsel dari rumah"
"Udah nggak papa, kan ini udah ngasih kabar"
"Iya yang. Aku kangen banget sama kamu"
"Kangennya sama aku doang? sama orang tua kamu nggak?"
"Jelas dong sama mama papa aku, tapi kalo sama kamu beda"
"Bedanya apa coba?"
"Ya pokoknya bedalah yang"
"Yayaya. Gimana latihan kamu di sana?"
"Alhamdulillah sih lancar, ternyata latihan ini juga ada yang gugur untuk masuk ke tahap selanjutnya"
"Kamu harus semangat ya, buat ngejar cita-cita kamu"
"Iya kamu juga yang semangat kerjanya, jangan lirik cowok loh ya"
"Nggak papa dong, cuci mata aja. Kan aku juga nggak bisa liat kamu langsung"
"Jangan gitu ah yang"
"Ih, kok jadi kaya anak kecil sih"
"Video call dong yang pengen liat muka kamu"
"Ah, jangan!"
"Kenapa emang?"
"Aku jelek yang, rambut aku di botakin ini"
"Gapapa"
"Bentar ini ada topi"
Anwar mengambil topi yang berada didekat tempat duduknya. Kemudian Anwar beralihkan dari panggilan telfon ke Videocall
"Udah yang" Anwar kini sudah memakai topinya
"Nah gitu dong, aku bisa liat muka kamu"
"Iyaya"
"Coba lepasin topinya" muncul sifat jail Arumi
"Nggak mau, nanti kamu ketawa liat kepala aku botak" Anwar menggelengkan kepalanya la
"Nggak deh, buruan ah"
"Nggak mau yang"
"Nggak asik kamu" Arumi dengan muka cemberutnya
"Yaudah Iya, jangan ketawa loh"
Anwar mengalah dan langsung melepaskan topinya
"Hhhhuupfss..." Arumi menahan tawanya agar tidak keluar
"Tuh kan udah aku bilang" Seketika Anwar langsung memakai kembali topinya
"Hahahaa..." Arumi sudah tidak bisa lagi menahan tawanya
"Udah ketawanya? Nggak lucu yang"
"Udah udah udah" Arumi sudah tidak lagi tertawa
"Kamu udah tau jeleknya aku, jangan tinggalin loh"
"Yang mau ninggalin kamu siapa sih?"
"Mungkin kamu aja ada niatan"
"Enggak sayang, percaya dong sama aku"
"Iya aku percaya sama kamu. Udah ya yang, aku nggak bisa lama-lama ini aja pake ponsel temanku. Kalo pake ponsel sendiri mah bebas kita videocallannya"
"Iya Gapapa kok"
"Bye sayang, tunggu aku pulang ya"
"Siap komandan" Arumi memberi hormat
"I Love you" Bisik pelan Anwar
"Apa? Nggak kedengeran" jawab Arumi bohong
"I Love you" kata Anwar dengan suara biasa"
"Kurang keras!"
"I Love you!!" Anwar dengan suara yang di keraskan
Tak lama Kemudian ada suara tawa dari di sekitar Anwar
"Udah ya yang, love you. Muah"
"Iyaa, love you to"
Arumi mematikan panggilan videonya bersama Anwar
Setelah panggilan berakhir Anwar langsung mengembalikan ponsel milik seseorang yang tak berada jauh dari tempat duduknya
"Nih ponsel lo" Anwar menyodorkan ponsel Hafiz yang ia pinjam
"Udah kangen-kangennya?" Hafiz mengambil ponselnya dari tangan Anwar
"Udahlah" Anwar memposisikan duduknya yang lebih nyaman
"Dasar bucin!" Hafiz
"Eh, jaga ya perkataan Lo. Semua orang pasti akan bucin saat ia sudah menemukan seseorang yang berharga di hidupnya"
"Sok puitis Lo"
"Awas aja kalo kedepannya Lo lebih bucin daripada gue" Anwar menunjuk-nunjuk Hafiz
"Emang kenapa?"
"Ya aku olok-olokan lah elonya" Anwar ingin merebahkan tubuhnya tiba-tiba
"Eh eh eh, kalian nggak dengar apa kita di suruh komandan kumpul di aula!" Reza yang muncul di balik pintu kamar
"Waduh, kita nggak denger Za"
Hafiz dan Anwar ingin langsung memakai seragamnya tapi
"Nggak usah ganti seragam, kita bebas kok pake baju apa aja katanya cuma briefing doang" jelas Reza
"Oke baiklah"
Mereka berdua langsung bergegas keluar menuju aula tempat dimana berkumpulnya
***
Hayo siapa yang kalo telfonan sama doi berjam-jam?
Kalian itu ngomongin apa aja sih?
Hihihi, maafin aku ya Kaka buat cerita panggilannya panjang-panjang
Moga nggak bosen bacanya ❣️❣️❣️