ARUMI

ARUMI
Jagung Bakar



Saat upacara penutupan berlangsung Pak Yuda juga memberikan beberapa atribut sebagai bentuk jika mereka sudah memasuki Bantara.


Pelantikan Bantara ini memang belum ada apa-apanya dengan Pelantikan Laksana yang dimana Arumi beserta teman-temannya kini menjabat sebagai Laksana.


Dulu Pelantikan Laksana sungguh menguras tenaga cukup banyak. Arumi dan teman-temannya mengelilingi gunung, iyaa mengelilingi gunung dalam sehari. Enggak sehari sih mungkin 12 jam dari jam 8 pagi sampai jam 8 malam. Kebayangkan lelahnya kek gimana :(


Lanjut ah!


Setelah pelantikan Bantara selesai kini para panitia berkumpul untuk evaluasi dari kegiatan kemarin.


"Assalamualaikum Warahmatullaahi wabarakaatu" Pak Yuda


"Waalaikumsalam Warahmatullahi wabarakaatu"


"Semuanya sehat?"


"Capek pak"


"Semuanya juga capek. Alhamdulillah kegiatan ini berjalan dengan lancar, hanya saja Acara Pai unggun ditiadakan karena hujan.


Oh ya Rum gimana kaki kamu, udah enakan?" Tanya Pak Yuda kepada Arum


"Alhamdulillah Pak, udah mendingan" Senyum paksa Arumi, sebenarnya kakinya masih terasa kini malah kakinya menjadi bengkak


"Apa-apaan nih, Dasar anak kesayangan" Umpat Winda dari dalam hati


Winda memang tidak suka dengan Arumi, entah ada hal apa yang membuat ia benci sekali. Winda tidak mau orang lain melihat kebenciannya kepada Arumi. Sekarang ia bersikap biasa-biasa saja, walaupun di hati berkata lain.


"Habis ini kalian mau ngapain?" Ucap Pak Yuda


"Pulanglah pak, mau ngapain lagi?"


"Yaah, saya udah bawa ikan, jagung, sama sosis banyak nih. berarti nggak jadi bakar-bakaran dong"


"Jadi pak, lumayan bisa makan-makan gratis. Hehe" Canda Adi


"Iya, nanti bakarannya pake kayu api unggun kemarin mungkin sekarang sudah kering. Daripada berserakan lebih baik kita gunakan bakar-bakaran"


"Kasihan Bantarannya dong pak, bawa kayu dari rumah udah berat, nggak jadi acara api unggun lagi"


"Hahahahaa" semuanya tertawa


"Kita kan nggak tau kalau mau turun hujan, salahin tuh hujannya turun nggak bilang dari kemarin-kemarin"


"Udahlah pak, ayo bakarannya. Udah nggak sabar nih, laper"


"Sebentar, saya mau memberitahikan..."


"Memberitahukan pak" Aris memotong ucapan Pak Yuda yang memang sengaja di salahkan


"Oh iya, memberitahukan kata Pak Arif kalian besok diliburkan satu hari untuk istirahat, nanti izinnya Pak Arif yang bicara dengan pimpinan magang kalian"


"Yee libur lagi"


"Ingat loh, buat istirahat jangan keluyuran nggak jelas"


"Iya pak, capek gini masak mau jalan-jalan"


"Mungkin saja" Pak Yuda mengangkat kedua bahunya


"Ayo dong pak bakar-bakarannya" ajak Aris


"Siapin dulu Apinya"


Beberapa menit Apinya sudah menyala, kini tinggal menunggu Kayu menjadi Arang.


Membakarnya tidak hanya satu, ada 3 bagian. Ada yang bagian Ikan, Sosis, dan jagung. Agar bisa cepat matang.


Semuanya disibukkan dengan membakar, tapi tidak dengan Arumi. Arumi hanya bisa duduk dan melihat teman-temannya yang asik mengoceh tidak jelas. Ia duduk di dekat Ifa yang sedang membakar berbagai macam sosis.


Tiba-tiba


"Hai Rum" Seseorang mendekati Arumi


"Halo Fal" Seseorang itu bernama Falah, sebenarnya Arumi ingin yang menyapanya itu Anwar melainkan Falah


"Mau jagung nggak rum?" Tawar Falah


"Boleh kok"


"Bentar yaa, aku bakarin sekarang"


-Falah sedang membakar jagung-


"Ini Rum jagungnya" Falah memberikan jagung yang barusan ia bakar


"Kok cuma satu sih, Aku kan juga mau" Sungut Ifa


Dari kejauhan, Ifa melihat Anwar membawa jagung bakar 2.


"Ini buat aku yaa" Ifa merebut jagung dari tangannya Arumi


"Loh, itu kan khusus buat Arumi kenapa kamu rebut sih" Falah dengan nada tidak suka


"Nggak apa-apa kan Rum?" Ifa memohon kepada Arumi sambil memperlihatkan puppy eyesnya


"Iya gapapa"


"Itu Anwar bawa 2 jagung, kamu yang minta Anwar ya yang ini aku makan"


"Kamu tuh yang minta ke Anwar jangan punyaku" Tolak Falah


"Habisnya menggugah selera punyamu. Hehe" Canda Ifa


Sebenarnya Ifa tahu jika Anwar membakar jagung untuk Arumi tapi sudah keduluan dengan Falah


"Anwar! Minta jagung satu dong" Teriak Ifa kepada Anwar


Anwar dengan senang hati menghampiri Ifa karena di sana juga ada Arumi


"Ini, mau satu apa dua" tawar Anwar


"Satu aja, kasih ke Arumi tuh dia juga pengen jagung katanya"


"Nih Rum"


"Kok yang bagus sih, yang gosong aja"


Anwar membakar jagung 2 ternyata satu nya gosong dan yang satunya bagus, ia memberikan jagung yang bagus untuk Arumi


"Nggak enak yang gosong, udah gapapa"


"Emm, makasih yaa"


Anwar mengangguk kepalanya


Bagaimana dengan Falah? Ia sudah kabur meninggalkan mereka dengan muka merah padam menahan marahnya. Ifa hanya tersenyum miring tak terlihat jelas Dimata orang.


"Haha, rasakan kamu" tawa di hati Ifa