ARUMI

ARUMI
Muncak 3



Malam Harinya


Setelah jamaah Isya terlaksana, kini semua orang bersantai ria menikmati angin malam bersama teman-teman bahkan kekasihnya. Setiap tenda terdapat lampu senter yang masing-masing mereka bawa dari rumah, hal itu membuat warna-warni tenda tersebut sungguh indah meskipun pada malam hari


Tak lupa di tengah-tengah mereka yang dibiarkan lapang tadi guna acara api unggun malam harinya. Pukul 8 malam mereka semua berkumpul di area tengah-tengah tempat api unggun berada untuk melaksanakan acara berkumpul bersama


Ternyata ada yang membawa sosis, ayam, jagung untuk mereka yang ingin pesta barbeque. Dengan begitu semua orang bisa berkenalan dari berbagai kota. Tentu hal tersebut sangat membantu dalam hal berinteraksi. Berbaur dengan alam ternyata mampu menjernihkan pikiran dan oleh sebab itu kita juga tahu bagaimana cara supaya alam tetap lestari


Semua orang melingkar mengelilingi api unggun yang sudah dinyalakan, dengan beberapa lagu yang mereka nyanyikan guna meramaikan suasana. Ada yang membawa gitar, kentrung, gendang, bahkan ada yang memakai botol juga sebagai alat musik


🎵Rita Ruby Harland – Pecinta Alam🎵


Ketika aku daki dari gunung ke gunung


Disana ku temui kejanggalan makna


Banyak pepohonan merintih kepedihan


Dikuliti pisaumu yang tak pernah diam


Batu batu cadas merintih kesakitan


ditikam belatimu yang bermata ayal


hanya untuk mengumumkan pada khalayak


bahwa disana ada kibar bendera mu


Oh alam, korban keangkuhan


Maafkan mereka yang tak mengerti arti kehidupan


***


Acara berkumpul mereka akhiri tepat pukul 12 malam. Mereka yang merasa lelah mulai mengantuk beranjak tidur di tenda masing-masing, akan tetapi berbeda dengan Arumi dan Anwar mereka malah masih asik dengan mengobrol


"Yang kamu nggak lelah?" tanya Anwar saat duduk di sebelah Arumi


"Enggak" geleng Arumi


"Nggak ngantuk?"


"Enggak" geleng lagi


"Nggak pengen tidur?" tanya Anwar beruntun


"Enggak. Kalo kamu mau tidur ya tidur aja" geleng lagi lagi kemudian menghadap ke arah Anwar


"Aku masih mau nemenin kamu. Kamu beneran nggak ngantuk? tuh lihat semua cewek aja sudah pada tidur" Anwar menunjuk ke sekeliling menggunakan dagunya


"Biarin!" nada Arumi yang sedikit sewot


"Yang tau nggak?" tanya Anwar


"Nggak tau lah, kan belum ngomong" Arumi menengok ke Anwar tetapi langsung menghadap ke depan


"Kenapa malam ini bintangnya hanya muncul sedikit?" tanya Anwar sembari menatap ke atas


"Emang kenapa?" jawab Arumi pun juga ikut menapatap ke atas sama yang dilakukan oleh Anwar


"Karena mereka takut"


"Kok takut sih?"


"Iya mereka takut karena ada yang lebih cantik dan indah daripada mereka. Dia adalah seorang gadis yang duduk di sampingku, cantik parasnya akan mengalahkan para bintang hingga mereka pun memilih untuk menyembunyikan diri" Terang Anwar dengan senyum tulus, entah dapat darimana hingga lelaki itu pandai menggoda sekarang


"Udah mulai gombal nih ya" ucap Arumi malu-malu sembari mencubit kecil di lengan Anwar


"Aduh, sakit Yang" Anwar mengelus-elus bekas cubitan


"Salah siapa sekarang suka menggombal, atau jangan-jangan kamu gombalin cewek lain juga kan?" tuduh Arumi


"Nggak ada, ketemu cewek aja jarang kok"


"Masak di sana nggak ada?"


"Jarang, paling cuman pelatihnya"


Aku mau di nyanyiin dong" Arumi dengan nada manja


"Mau nyanyi apa? Hmm?" Anwar memajukan kepalanya mendekati wajah Arumi


"Terserah kamu aja" Arumi mendorong jidat Anwar ke belakang


"Bentar ya aku ambil gitar dulu di tenda" Anwar beranjak dari duduknya menuju ke tenda depan Arumi


Setelah mengambil gitar di tendanya, Anwar kembali lagi ke tenda Arumi. Beruntung tenda mereka tidak berjauhan hanya saja berhadapan. Memang pihak dari sana memperbolehkan letak tenda cowok cewek bercampur, asalkan mereka bisa menjaga diri dari hal yang tidak diinginkan


"Kamu yang nyanyi ya, aku yang gitar" tawar Anwar setelah mengambil gitar dan


"Nggak mau, kan aku maunya kamu yang nyanyiin bukan nyanyi bareng" muka Arumi langsung cemberut


"Iyaya sayang" Anwar luluh melihat muka cemberutnya Arumi


"Nah gitu dong"


Dalam hati Arumi ia senang sekali, setiap permintaannya selalu Anwar kabulkan


Saat Anwar tengah bernyanyi ria Arumi menjauhi dari posisi duduknya ke tenda milik Anwar, sedangkan Anwar masih berada di tenda Arumi. Dengan sengaja Arumi memotret Anwar yang sedang bernyanyi dan bermain gitar



"Tampannya" kata Arumi melihat hasil motretnya


"Siapa yang tampan?" Anwar berhenti bernyanyi saat mendengar ucapan Arumi


"Ehh, nggak siapa-siapa kok" Arumi seperti tertangkap basah


"Kamu lihat apa kok sampe senyum-senyum sendiri"


Anwar menaikkan satu alisnya


"Mana ada. Udah ah lanjutin nyanyinya dong" elak Arumi sembari membaringkan badannya


"Jangan ketiduran loh"


"Biarin!" Arumi tidak menggubris perkataan Anwar ia tetap membaringkan badannya menghadap ke arah Anwar


Lagu demi lagu Anwar bernyanyi membuat Arumi mengantuk seperti anak kecil yang di dongengkan oleh ibunya. Dilihatnya Arumi tidak ada gerak, Anwar meletakkan gitarnya dan mendekati Arumi. Ternyata Arumi tidur dengan posisi tengkurap, ia membalikkan tubuh Arumi dengan pelan agar tidak membangunkan Arumi. Dirasa posisi sudah nyaman, tak lupa ia juga menyelimuti seluruh tubuh dari kaki sampai pundak Arumi


Ditatapnya wajah pulas nan polos Arumi saat tidur membuat Anwar senang bukan main karena bisa menatap sesuka hatinya, jarang-jarang Anwar melihat Arumi saat tidur.


"Selamat tidur sayang" Dikecup pucuk kepala Arumi sebelum Anwar beranjak dari tempatnya


Mengantuk sudah menerpa matanya, ia berjalan menuju ke tenda Arumi untuk tidur. Tubuh yang lelah sedari tadi Anwar rasakan, ia ingin sekali mengistirahatkannya tetapi mau dikata apa Arumi ingin di nyanyikan olehnya dengan terpaksa Anwar mengiyakan agar Arumi merasa senang


Anwar membaringkan badannya, di lihat tenda depan yang sudah tertutup ia memastikan jika Arumi sudah aman. Perlahan-lahan matanya ia pejamkan dan nafas teratur kini iapun mulai tertidur


Pukul 3 dini hari, Arumi terbangun dari tidurnya karena ia ingin sekali buang air kecil. Arumi bangun mendekati Anwar ternyata Anwar sedang tidur pulas, Arumi ingin membangunkan Anwar tetapi ia tidak tega, pasti Anwar merasa sangat lelah. Dengan penuh keberanian ia menuju ke toilet sendirian walaupun sangat sepi


Arumi berjalan dengan pelan saat melewati segerombolan anak muda yang sepertinya sedang bermabuk-mabukan. Arumi risi mendapat tatapan mata yang genit-genit manja


Ia berjalan menunduk ketika mendekati toilet ia sudah mempunyai firasat yang tidak baik, kenapa segerombolan anak muda tersebut nongkrong kok deket toilet pikir Arumi


"Hai cantik"


"Sendirian aja neng?"


"Perlu Abang temenin nggak?"


"Awas loh nanti ada hantunya"


Ocehan-obehan dari segerombolan anak muda tadi dengan diselingi tawa yang tidak jelas, sepertinya mereka sedang mabuk berat. Arumi mengabaikan panggilan dan segera mabuk ke toilet karena ia sudah tidak bisa menahan lagi


Beberapa menit kemudian Arumi keluar dari toilet, tak lama saat membuka pintu ternyata didepan sudah ada segerombolan anak muda tadi


"Hai Sayang?" ucap salah satu pemuda itu


***


Selamat berpuasa ya Kaka


Maafkan yang sekarang jarang update ❣️❣️❣️