ARUMI

ARUMI
Kecewa



Untuk kejuruan Otomotif yaitu Achmad Choirul Anwar...


Untuk kejuruan Multimedia adalah Abdurrahman Nur Rizqi...


Untuk kejuruan kelistrikan adalah Muhammad Shaiful Nafi'...


Untuk kejuruan Manajemen adalah ShofiyatuZzahro'...


dan yang terakhir, Untuk kejuruan Akuntansi adalah...


Maya Assholichah" ucap Bu Anisa yang sempat tertahan tadi


Deg...


Hati Arumi bagai teriris, ternyata bukan namanya yang disebut melainkan sahabatnya sendiri. Mau tidak mau ia harus berlapang dada


"Permisi ya Rum" ucap Ica yang merasa tak enak kepada Arumi


"Iya ca" Senyum Arumi yang mampu menutupi kekecewaannya


Ica segera berjalan menuju ke atas panggung untuk menerima penghargaan atas prestasinya


"Harusnya aku yang nerima penghargaan itu agar bisa membahagiakan ayah ibu juga kakak, tapi memang aku akui akhir-akhir ini aku sering tidak fokus belajar. Ya mau gimana lagi ini resiko yang harus aku terima. Aku harus ikhlas menerima semua ini" tatapan kosong Arumi ke arah panggung tepatnya mengarah ke Ica


"Loh kok nggak Arumi ya"


"Iya nih, padahal Arumi yang biasanya dapat juara satu terus kenapa kok jadi sahabatnya sendiri"


"Ini pasti akibat dari pacaran mulu sama si Anwar"


"Hei, tapi Anwar tetep dapat juara tuh"


"Sssst, diem napa nanti Arumi kedengeran"


Itulah biisikan dari sekeliling Arumi yang jelas-jelas terdengar dari telinganya


"Ya Allah kuatkan aku, maafkan aku Kak Tika udah ngecewain kakak" batin Arumi sambil menengok ke arah Tika. Sepertinya ikatan batin mereka sangat kuat seolah Tika tahu apa yang dikatakan oleh adiknya ia hanya mengangguk senyum menandakan tidak apa-apa


Kemudian Arumi kembali menghadap ke depan dan fokus untuk mengikuti acara tersebut walaupun fikirannya kemana-mana


Ica kembali duduk di sebelah Arumi setelah menerima penghargaan


Ica yang baru saja mendudukkan pantatnya di kejutkan dengan uluran tangan Arumi


"Apa sih rum?"


"Congratulation ya Ica" Arumi menggoyang-goyangkan tangannya yang belum di balas Ica


"Ohh, kirain apa. Makasih loh" Ica sambil membalas uluran tangan Arumi


Kala itu keadaan menjadi canggung


"Aduh, aku kok bisa ngalahin Arumi ya. Padahal biasanya dia yang nilainya lebih dari aku. Dia benci nggak ya sama aku" Ica merasa tidak enak untuk memandang Arumi


"Emm Rum.." dengan Beraninya Ica memulai percakapan


Arumi menoleh tanpa menjawab


"Maaf ya, kalo aku rebut posisi kamu" Ucap Ica sedikit bergetar


"Idih, tangan kamu dingin. padahal aku gerah kok bisa-bisanya ya" ceplos Arumi untuk menggoda Ica


"Nggatau ya, mungkin tadi aku deg-degan waktu ke depan atas panggung"


"Mungkin" kata Arumi sambil mengangkat kedua bahunya


"Ki-ta masih te-menan kan Rum?" Ica sedikit terbata-bata


Seketika Arumi mengerutkan keningnya lalu tangannya menyentil kening Ica pelan, kalau keras nanti make-upnya rusak :v


"Aduh, sakit tau Rum" Ica sedikit bersandiwara sambil memegang bekas sentilan tangan Arumi


"Enggak keras kok.


Udah ya kamu jangan mikir yang enggak-enggak, kita tetep temenan kok. Kamu mikir kalo kamu ngrebut posisi aku kita langsung musuhan. Hmm?"


Arumi secara gamblangnya mengungkapkan apa yang di fikiran Ica


Ica menggangguk kepala


"Kita nggak seperti mereka-mereka kan? Udah jangan difikirkan lagi"


"Makasih ya Rum, udah pengertian" Ica memeluk tubuh Arumi


***


Tiba di rumahnya Arumi langsung ke belakang mengabaikan Tika yang dari tadi memangilnya. Lalu Arumi keluar dari kamar mandi karena sepanjang jalan ia menahan untuk buang air kecil


"Lega banget"


Arumi berjalan ke ruang tamu untuk membersihkan make up-nya.


"Kak, ada pembersih muka nggak?" Teriak Arumi yang berusaha melepaskan kerudungnya


"Ini, dari tadi dah ngmong main nyelonong aja ke belakang" Tika menyerahkan botol pembersih muka dan kapas


"Hehe, aku udah nggak tahan mau pipis kak. Tau kan pake rok beginian berjalan aja susah apalagi mau pipis. Bantuin dong kak"


"Idih ogah, mau makan dulu aku. Laper"


"Aku juga ambilkan dong!" Teriak Arumi setelah Tika berjalan masuk ke dalam dapur


"Aduh gini doang kok sakit sih" Batin Arumi sambil berusaha menggosokkan kapas ke wajahnya


"Mending gausah pake make up tadi. Ehh janganlah nanti aku kelihatan jelek sendiri, tadi aja teman-temanku cantik semua" Umpat Arumi dengan sedikit merintih menahan rasa perih


"Ini makanannya nyonya" Tiba-tiba Tika datang membawa dua porsi makan siang


"Makasih kakakku yang cantik. Taruh aja di meja"


Tika duduk di samping Arumi


"Dek, kakak mau ngmong sama kamu" ucap Tika dengan serius


❤️❤️❤️