
Setelah acara bakar-bakaran selesai semua para panitia berkemas-kemas untuk pulang ke rumah.
"Arumi!" Anwar yang mengendarai motornya langsung menghampiri Arumi
Arumi membalikkan badannya
"Iya?"
"Ayo aku antar pulang"
"Aku pulangnya sama Ifa. Tuh orangnya"
Arumi menunjuk pada Ifa yang berjalan ke arahnya
"Gimana Rum? Anwar mau nganterin kamu?" Tanya Ifa setelah sampai di depan Arumi
Arumi menganggukkan kepalanya
"Jangan lah, Nanti aku kan bawa barang banyak. Arumi sama aku aja ya?" Ucap Ifa kepada Anwar
"Yaudah deh, nggak jadi aku antar pulang. Kalo gitu aku pulang dulu ya" Anwar mengacak kepala Arumi yang dibalut kerudung.
"Udah ah, hati-hati!"
Setelah kepergian Anwar Ifa yang berada di sebelah Arumi, ia terus memandang Arumi yang terus senyum-senyum sendiri.
Arumi merasa diperhatikan, ia langsung menepuk bahu Ifa
"Apaan sih Fa, kok ngelihatin aku terus" ucap Arumi dengan malu-malu
"Kamu sebenarnya nggak tau apa pura-pura nggak tau sih? Anwar itu kelihatan banget suka sama kamu Arumii"
Ifa berkata sambil mengenakan helmnya
"Masak sih? perasaan kamu aja kali" Arumi sebenarnya tahu jika Anwar menyukainya, tapi ia sudah berjanji pada kakaknya ia harus fokus sekolahnya terlebih dahulu
"Ya elah, kamu nih pura-pura nggak tau kan? Jangan gitu dong, kalo dia ada yang lain gimana coba?"
"Ya mau gimana lagi, biarin aja. Kita juga cuman temenan kok" Arumi menaiki motor ketika Ifa sudah menghidupkannya
"Temen macem apa? teman tapi mesra??"
"Udah-udah ayo jalan"
"Iya nyonya Anwar"
"Apaan sih"
Arumi malu setelah dikatain Ifa dengan sebutan 'nyonya Anwar'. Disepanjang jalan mereka berdua tidak mengucapkan sepatah katapun, karena Ifa sedang memfokuskan pada perjalanannya. Manusia yang berada dibelakang Ifa terlihat senyum-senyum sendiri mengingat perlakuan Anwar akhir-akhir ini.
***
Kurang lebih dari 20 menit Ifa telah sampai di depan rumah Arumi, motornya ia matikan tetapi Arumi tak kunjung turun dari motor
"Ehh Rum, turun! dah nyampe ini"
"Hehe, maju dikit dong. Dikit doang kok"
"Nih, mau disini apa masuk ke rumah kamu"
"Ehh jangan dong, masak main nyelonong aja masuk ke rumah pake motor"
"Lah iya, makanya turun"
"Iyayaa"
Arumi turun dari motor Ifa dan membawa barang-barangnya
"Kamu nggak sekalian mampir dulu Fa?" tawar Arumi
"Nggak deh udah kesorean ini, ntar aku di cariin mama aku lagi"
"Yaudah deh, hati-hati loh"
Ifa menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan ucapan Arumi. Kemudian Ifa memutar balik arah motornya
"Awas kalo ada tikungan jangan lupa belok!" Arumi berteriak saat Ifa berjalan pelan
"Ada-ada aja" jawab Ifa sambil menggelengkan kepalanya tanpa didengar Arumi
Arumi masuk kedalam rumah, ternyata hanya ada kakaknya saja yang sedang menjahit
"Assalamualaikum" Arumi
"Waalaikumsalam" jawab Tika
"Ibu dimana kak?"
"Ibu kerja, ayah di sawah"
"Aku kan nanya ibu doang"
"Ya, sekalian aku jawab ayah juga"
"Yelah yelah"
Arumi berjalan menuju kebelakang, tak di sangka ternyata Tika memperhatikan cara berjalannya Arumi yang sedikit berbeda
"Dek, kaki kamu kenapa?"
"Ini emm... cuma terpeleset kok"
"Yaudah buruan mandi, nanti malam kamu minta urut sama bi Sri"
"Nggak berani, nanti omongin kakak yaa. Hehe" Cengir Arumi
Arumi langsung kebelakang setelah meletakkan barang-barangnya, kemudian ia melepaskan seragamnya dan segera mandi
Maap ya kakak-kakak, kalo ceritanya pendek kurang banyak.
Maklum aja ini baru pertama kali aku buat novel. Semoga semuanya suka ya 😁