ARUMI

ARUMI
Saingan?



Selang beberapa menit Arumi tak tahan dengan Aroma khas durian ia merasa pusing dan ingin mual, Tiba-tiba


"Hoek... Hoek...


Arumi mual yang sudah tak tertahankan


"Aku ke sana aja ya gaes, mual aku kepalaku juga pusing ini" Arumi izin untuk pergi jauh-jauh agar tidak mencium durian lagi


"Iya Rum. Maafin aku ya, jadi nggak enak nih" Lisa merasa bersalah sudah membuat Arumi merasakan pusing


"Udah, kalian lanjut makan aja" Arumi berjalan menjauhi mereka yang tengah asik makan durian


"Aku nemenin Arumi ya!" Anwar izin untuk menemani Arumi untung ia hanya makan rujak belum makan durian


Arumi berjalan menjauhi teman-temannya yang sedang makan durian. Dari dulu Arumi tidak suka durian setiap ada aroma durian ia langsung mual dan merasa pusing. Arumi berhenti di pinggiran pantai dan duduk di salah satu bebatuan yang disampingnya ada pohon sehingga tidak terlalu panas


"Rum" panggil Anwar yang masih berdiri di samping Arumi


"Anwar, kok kesini. Duduk aja" Arumi mempersilahkan Anwar duduk


Arumi bergeser sedikit


"Tenang, aku belum makan durian kok" Anwar tau kalau Arumi mengira ia sudah makan durian


"Oh gitu, maaf ya tadi aku tinggal"


"Gapapa. Ngomong-ngomong kenapa kamu nggak suka durian?" Anwar penasaran


"Menurut aku sih baunya menyengat banget, dagingnya juga enek gimana gitu"


"Iya emang enek rasanya, kalau udah makan baunya nggak ilang-ilang"


"Nah tuh tau"


"Kalo minuman varian durian?"


Arumi menggeleng


"Selai durian?"


Arumi menggeleng lagi


"Roti rasa durian?"


Arumi menggeleng lagi lagi


"Es krim durian?"


Arumi menggeleng lagi lagi dan lagi


"Kalo berbau dengan durian aku nggak suka" Arumi memperjelas


"Aku kira buahnya aja yang nggak kamu suka"


"Semuanya yang berhubungan dengan durian enggak suka"


"Durian itu enak loh"


"Enak bagi yang suka"


"Iya sih, dan nggak enak bagi yang nggak suka"


"Hahaa" mereka berdua tertawa


"Mau aku pesenin minuman nggak?"


"Boleh" Arumi menjawab sambil mengangguk


Anwar berjalan ke salah satu warung untuk membeli botol minuman, dan kembali menghampiri Arumi setelah membeli dua botol minuman dingin


"Ini" Anwar menyodorkan minuman kepada Arumi setelah ia membukakan tutup botolnya


"Makasih ya"


"Iya"


"Kamu kenapa hari ini?" Anwar bertanya


"Emang aku kenapa?" bukan menjawab tapi rumi bertanya balik


"Dari tadi kamu diem mulu, nggak kayak biasanya"


"Masak kelihatan berbeda ya aku?" Arumi bertanya pada diri sendiri


"Nggak kok, mungkin perasaanmu saja"


Deg


Arumi reflek tersentak, darimana Anwar tahu jika ia memang ada masalah keluarga.Yang benar saja, Anwar seperti bisa membaca situasi Arumi hari ini


"Woy kalian!" panggil seseorang


Arumi dan Anwar sama-sama menoleh karena merasa ada yang memanggil


"Kalian nggak pulang?"


Tanya Ifa setelah ia mendekat, ternyata yang memanggil tadi Ifa. Ifa mengajak Arumi untuk pulang karena sudah sore


Arumi bersyukur karena Ifa menyelamatkannya dari pertanyaan Anwar yang sulit untuk di bicarakan.


Arumi melihat jam yang ada di tangannya


"Ehh udah sore, aku pulang ya Anwar" izin Arumi


"Ohh iya"


"Kamu nggak pulang?"


"Nanti, sekalian aku mau nunggu sunset untuk ambil gambar"


"Baiklah, aku pulang dulu"


"Iya hati-hati"


Arumi berdiri dan pergi meninggalkan Anwar yang masih duduk di pinggir pantai. Kemudian Arumi mengekor belakangi Ifa, sepertinya Ifa dalam mood marah


"Kenapa Fa kok mukamu di tekuk gitu?"


"Kenapa-kenapa, kamu itu dari tadi aku chat aku telfon nggak aktif-aktif Anwar juga nggak aktif, sebenarnya kalian ngapain sih" kata Ifa sambil berjalan menghentakkan kakinya


"Ya ngomong-ngomong biasa" jujur Arumi


"Kalo kamu mau menghindar dari bau durian jangan kejahuan dong, dari tadi aku cari-cari eh malah di pinggir pantai" kesal Ifa


"Iyaya, maaf Fa"


"Ehh, tadi Anwar ngomong apa aja?" Ifa berhenti sejenak untuk mendengarkan jawaban Arumi


"Nggak ngomong apa-apa"


"Yakin?"


"Beneran iih, dia tanya kenapa aku nggak suka durian itu aja kok"


"Aku kira di mau ehem-ehem" Ifa melangkah ke depan dan berjalan ke gazebo yang teman-temannya sedang menunggu


"Ehem-ehem apaan sih"


"Beneran kamu nggak di tembak?" Ifa langsung to the point"


"What? Nggak kok"


"Kukira"


Mereka berdua sudah datang di gazebo, teman-temannya ternyata sudah beberes siap untuk pulang ke rumah


"Yah aku mau bantu malah udah beres-beres" Arumi


"Nggak apa-apa Rum, di sini juga masih ada bau durian kok. Nanti kamu malah mual lagi" Sari


"Loh Anwar kemana? dia nggak pulang??" Linda


"Katanya sekalian dia mau ngambil gambar sunset"


"Ohh gitu"


"Ayo pulang udah sore ini, nanti pada di cariin orang tua kalian" ajak Ifa


Semuanya sudah siap untuk pulang kerumah, tetapi Linda masih belum juga siap-siap untuk pulang


"Kamu nggak pulang Lin?" tanya Tari


"Nanti dulu, aku ada urusan bentar. Kamu duluan aja Tar" Linda


"Terus nanti pulang kamu naik apa?" Tari


❣️❣️❣️