ARUMI

ARUMI
Kebaya perpisahan



Bulan ke bulan Arumi sudah melaksanakan Ujian Nasional, jujur Arumi belum siap untuk mengakhiri masa sekolahnya. Saat mengerjakan Ujian, Arumi cukup tidak fokus belajar karena ia memikirkan bagaimana setelah ia lulus sekolah nanti.


Setelah melaksanakan Ujian Nasional, Arumi memiliki waktu senggang selama satu bulan. Ia mempergunakan waktu luang tersebut dengan cara membantu kakaknya menjahit.


Memasuki tahun pembelajaran baru banyak warga sekitar mempercayakan kepada Tika untuk menjahit seragam anak mereka. Dengan begitu Arumi bisa membantu kakaknya, ia juga bisa menyimpan uang dari hasil kerjanya. Iya, tentu Tika menggaji Arumi sesuai Seragam yang Arumi kerjakan sebagai bentuk kerja kerasnya agar bisa lebih semangat lagi.


"Alhamdulillah lumayan juga uang yang diberikan kak Tika, bisa aku simpan nih" Batin Arumi sambil menjahit seragam


"Dek habis ini kamu mau kerja dimana?" Tanya Tika kepada Arumi


Arumi seketika berhenti menjahit, lalu ia mematikan sejenak mesin jahitnya. Mesin yang mereka gunakan menggunakan listrik sehingga ada tombol OFF dan ON-nya


"Hmm, sebenarnya aku udah daftar di pabrik kak" Ucap Arumi ragu-ragu


Dengan kagetnya Tika juga langsung mematikan mesin jahitnya, kini Tika berhadapan langsung dengan Arumi


"Kok nggak bicara dulu dek, setidaknya kan minta usulan dulu ke kakak atau ke ayah ibu"


"Maafin ya kak, sebenarnya ini juga belum tau diterima atau enggaknya. Tinggal nunggu panggilan dari pihak HRD"


Tika tersenyum dengan penuh bangga, adiknya yang dulu manja kini harus menelan pahitnya kehidupan barunya


"Iya dek nggak papa, semoga diterima ya" Tika perlahan mengelus bahu Arumi


"Doain aja ya kak" Arumi memegang tangan kakaknya yang berada di bahunya


Tika menganggukkan kepalanya


"Ohh iya dek, Acara perpisahannya kapan?"


"Kurang dua Minggu lagi kak, tepatnya hari Sabtu jam 9 pagi"


"Kamu udah punya kebayanya belum?"


Arumi menggeleng pelan kepalanya


"Yaudah, habis ini kita beli kainnya yuk!" Ajak Tika penuh semangat


"Boleh kak, kata temen sekelas aku temanya warna dusty pink atau ke pink-pink an gitu kalo bawahannya terserah"


"Itu bisa diatur Rum"


Sore harinya Tika dan Arumi langsung ke toko kain membeli kain brokat untuk dibuatkan kebaya acara perpisahan Arumi dan tak lupa Tika membeli beberapa aksesoris lainnya


Begitu besar rasa sayang Tika kepada adiknya, ia rela berhenti dua hari membuat seragam sekolah hanya fokus ke kebaya Arumi


"Terserah kamu aja"


***


Dua Minggu telah berlalu, kini saatnya hari yang dinantikan semua siswa-siswi tapi tidak untuk Arumi. Arumi datang ke Acara Pelepasan siswa-siswi kelas 12 bersama kakaknya Tika


Mereka berjalan ke aula sekolah dimana tempat untuk acara pelepasan dilaksanakan. Sebelum Arumi ke ruang tersebut ia mencari tempat yang sepi terlebih dahulu untuk mengambil beberapa gambar


"Kak Tika, tolong potoin aku dong. aku duduk ya"


Dengan cepat Tika mengarahkan kamera ponselnya ke Arumi


"Buruan cepat!"


Cekrek Cekrek


"Coba liat kak" Arumi mendekati Tika lalu merebut ponselnya


"Ihh, kurang ke bawah dikit kak aku keliatan item tau nggak sih. Nanti bagian bawah sini sentuh terus sampe aku kelihatan cerah ya, Ulangi lagi!" Arumi mempraktekkan bagaimana caranya mengambil gambar yang menurutnya bagus


Cekrek


Dengan malasnya Tika mengambil gambar asal dengan beberapa kali jepret


"Nih bagus!" Tika menyerahkan ponselnya ke Arumi


Arumi meraih ponsel yang diberikan Tika dan langsung melihat hasil dari jepretan kakaknya




"Wah, gini dong baru kak Tika" Arumi mengagumi dari hasil jepretan kakaknya sesuai yang Arumi inginkan


"Udah, ayo dek nanti keburu dimulai acaranya. tuh liat kita jadi bahan tontonan nanti"


"Ih, iya kak"


Arumi dan kakaknya berjalan menuju ke aula sekolah, walaupun dipoles dengan make-up tapi Arumi tetap terlihat natural. Semua orang melihat ke arah Arumi tak jauh dari kerumunan ada sepasang mata yang diam-diam memperhatikan Arumi berjalan.


❣️❣️❣️