ARUMI

ARUMI
Mulai Bekerja



Arumi mengambil ponsel milik Anwar dan ia juga membuka aplikasi WhatsAppnya, kemudian Arumi mengetikkan beberapa nomor entah nomornya siapa kemudian ia memanggil nomor tersebut


Drrrrt... Drrrt....


Ponsel Arumi bergetar menandakan ada panggilan telepon


"Loh Yang ada telepon ini, nomor siapa?" Anwar terkejut ketika ponsel Arumi bergetar


"Atau kamu punya simpanan ya?" Tebak Anwar


"Coba kamu angkat" Arumi bersandar di kursi sembari menyilangkan kedua tangan di dadanya


"Aku ggak mau" Anwar meletakkan ponsel Arumi


"Kenapa? angkat aja" Arumi mengangkat dagunya


"Mungkin itu selingkuhan kamu"


"Mana ada" Jawab Arumi dengan entengnya


"Ya udah aku angkat ya" Anwar mengambil ponsel yang tadi ia letakkan di meja


Anwar menggeser tombol warna hijau


"Halo?


Nggak ada jawaban?" kata Anwar menjauhkan ponsel yang di genggamnya


tiba-tiba Arumi menempelkan ponsel milik Anwar ke depan telinga Anwar


"Halo?" ucap lagi Anwar


"Loh suaraku kok ada disini?" Anwar menunjuk ponselnya sendiri


"Astaghfirullah" Anwar meraup wajahnya dengan kasar


Dengan rasa malu, Anwar langsung mematikan panggilannya


"Hehe maaf ya Yang, udah nuduh yang enggak-enggak" Anwar menggaruk-garuk tengkuknya


"Iya. Masak nomor sendiri nggak hafal, apalagi nomor pacarnya" Arumi tetap dengan sikap cueknya


"Ya maaf Yang, kan aku juga nggak main ponsel setiap saat" elak Anwar


Ibu-ibu yang pemilik warung datang serta membawa nampan berisi makanan yang di pesankan Anwar dan tak lupa juga ikuti seorang anak kecil mungkin anaknya yang membawa dua gelas minuman


"Ini mas ketopraknya, yang ini nggak pake kol nggak pedas dan yang ini lengkap" Ibu warung itu menunjuk makanan yang memang Anwar memesan berbeda


"Iya Bu, makasih ya" ucap Anwar dengan sopan


"Iya mas, saya permisi dulu kalau butuh apa-apa tinggal di panggil aja" Pamit sang pemilik warung


"Baik Bu" Anwar mengangguk


Dan ibu penjual serta anaknya langsung pergi meninggalkan mereka berdua


"Makan gih ketopraknya" Anwar menggeser pusing yang tidak ada kolnya


"Nggak pake kol kan? nggak pedas kan?" Arumi membolak-balikkan makananlalu mencium baunya


"Nggak kok. Kan kamu nggak suka kol, kacang, tauge, Buncis...."


"Udah-udah, tau aja yang aku nggak suka" Potong Arumi saat Anwar menyebutkan nama sayuran


"Tahu lah, aku semuanya udah tahu mana makanan kesukaanmu mana yang tidak" Ucap Anwar dengan bangga


"Iya deh iya, kamu memang pacar paling terbaik deh"


"Berarti aku bukan yang pertama dong?" Anwar dengan nada ejeknya


"Ma-maksud aku untuk saat ini. Hehe.


Udah ah ngobrol mulu, kapan makannya?" Protes Arumi yang sedari tadi mereka mengobrol terus


Memang Anwar sudah tahu jika Arumi tidak suka pedas serta sayuran dan hanya beberapa yang ia suka. Anwar juga bingung Arumi tidak menyukai macam-macam sayuran tetapi badannya cukup berisi. Terus dapat gizi dari mana, di lihat-lihat Arumi juga makan sedikit mungkin ngemilnya banyak, pikir Anwar


***


Satu Minggu kemudian


Arumi kini sudah mulai bekerja kembali di pabrik xx, tentu karyawan lainnya sangat terkejut atas kehadiran Arumi hari ini. Karena sudah lama mereka tidak bertatap muka kini Arumi berada di hadapan mereka


Arumi berjalan menyusuri koridor pabrik dimana ia saat ini bekerja, ia melihat tatapan para karyawan seperti mengintimidasi tetapi Arumi harus bisa menetralkan sikapnya agar biasa-biasa saja


"Iya aku kira Arumi itu resign dari kerjanya, kan sudah lama tidak melihat dia masuk kerja"


"Eiits, aku denger dia habis kecelakaan saat mau pulang kampung"


"Kecelakaan dimana?"


"Aku juga nggak tau. Aku pernah baca dari berita jika ada kecelakaan bis dengan truk besar karena bis mengalami rem blong, dan saat itu pula katanya arah jurusannya sama persis menuju kampung halaman Arumi"


"Iya memang itu benar, Vita juga ada di sana tetapi ia selamat dari kecelakaan tersebut" Ucap karyawan C yang tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka


"Terus, Kalo Vita baik-baik saja kenapa Arumi nggak masuk kerja bersamaan dengan Vita?" kata karyawan A yang mulai penasaran


"Nah itu dia, Kata Vita saat di bis mereka duduk tidak bersebelahan. Arumi duduk di dekat jendela, tau nggak kenapa Arumi tidak masuk beberapa bulan ini?"


Segerombolan karyawan yang ngerumpi menggeleng-gelengkan kepala mereka tanda tidak tahu


"Katanya matanya mengalami buta karena terkena serpihan kaca jendela" bisik Karyawan C yang membuat mereka semakin mendekat


"Kok bisa?" Jawab serentak mereka


"Aku juga tidak tahu bagaimana kejadiannya" karyawan C mengangkat bahunya


"Terus sekarang kok bisa melihat lagi?"


"Kalo operasi, kan pasti biayanya mahal sekali"


"Nggak mungkin kan Arumi anaknya orang kaya? Misal anak orang kaya kenapa juga dia bekerja di pabrik sebagai karyawan biasa?"


Begitulah suara bisik-bisik segerombolan karyawan tersebut


Kriiiiing....


Suara bel masuk


"Udah-udah, bel masuk dah berbunyi. Ayo masuk" Ajak karyawan C


"Belum kelar nih ceritanya, nanti lanjutin loh"


"Bubar-bubar, gibah mulu dosa tau!"


ucap karyawan C yang mulai mengawali untuk bubar dari sekumpulan nya


"Ah, nggak asik lu"


Acara bergosip kini sudah berakhir setelah bel masuk berbunyi, sehingga semua karyawan harus mulai beraktivitas untuk bekerja


Hari ini merupakan hari pertama Arumi bekerja paska melakukan operasi mata, sebelum memulai bekerja Arumi terlebih dahulu menemui sang atasan untuk menanyakan apakah posisi GL masih ia dapatkan atau turun menjadi karyawan biasa


Walaupun Arumi tidak masuk bekerja selama beberapa bulan, ternyata posisi GL masih berlaku untuknya. Entah bagaimana yang Arumi dengar jika karyawan tidak masuk berbulan-bulan akan turun jabatan bahkan bisa saja langsung di PHK. Arumi tidak tahu bahwa ini semua sudah direncanakan oleh Supervisor dari jauh-jauh hari jika nanti Arumi bisa bekerja kembali


"Loh, itu kan Arumi GL kita? Kok bisa bekerja lagi ya setelah libur berbulan-bulan?" bisik lagi dari karyawan yang tak jauh dainya


"Iya juga ya"


"Eh, kemarin aja teman kita Ilham itu nggak masuk lama dia aja langsung di PHK dari atasan. Padahal nih ya, dia nggak masuk juga karena sakit. Sama-sama sakit tapi kenapa si Arumi itu masih bisa masuk kerja ya?"


"Atau jangan-jangan dia mengemis untuk meminta kerja disini lagi"


"Eheem"


Mendengar perkataan tersebut Arumi langsung berdehem, sepertinya mereka sengaja berbicara dikeraskan agar Arumi bisa mendengar


"Uuups, pasti denger nih. Ayo kerja-kerja!" karyawan yang bergosip tadi langsung bubar setelah puas membicarakan Arumi


"*Apa benar yang tadi dikatakan jika karyawan tidak masuk kerja selama berbulan-bulan di PHK, tapi kenapa aku nggak ya. Padahal saat itu aku disuruh sama Pak Arya kalo nanti sudah sembuh bisa bekerja kembali.


Oh Astaga*!"


Umpat dalam hati Arumi, saat mulai paham Arumi melongo ia langsung tahu maksud dari obrolan karyawan tadi


"Baiklah nanti jam istirahat aku akan ke ruang HRD untuk meminta keterangan jika perkataan tadi memang benar atau tidak" Arumi sudah muak atas gosip yang ia terima dari cibiran rekan kerjanya


***


Thanks ya Kaka udah mau nunggu author update


Maaf jika akhir-akhir ini jarang update


Semoga kalian bisa setia sama author. Hihihi ❤️❤️❤️