
"Maaf, memang ada apa ya buk?" Arumi mulai cemas kenapa ia bisa di panggil supervisor padahal ia sudah mengikuti training sesuai prosedur
"Saya juga tidak tahu, lebih baik kamu langsung ke sana saja nanti malah jadi Malasah kalau kamu tidak segera ke sana"
"Maaf sekali lagi buk, saya tidak tahu ruangan Supervisor nya dimana"
"Ohh, kamu belum mengenal lingkungan disini ya?"
"Iya buk, kemarin hanya materi saja yang di ajarkan"
"Baiklah, mari saya antarkan ke ruangannya"
Arumi berdiri dan mengikuti Kepala training berjalan entah Arumi tidak tahu arah-arahnya yang jelas ia pergi ke ruangan Supervisor yang dimaksud tadi
Tap...Tap...Tap...
Sesampainya di depan pintu sang supervisor, kepala training langsung mengetuk pintu
Tok.Tok.Tok.
Ceklek
"Permisi Pak, ini seseorang yang Anda cari"
"Arumi, beliau yang ingin bertemu dengan kamu"
"Baik buk"
"Saya keluar dulu Pak"
"Ohh namanya Pak Arya Pratama" Ucap Arumi dalam hati setelah membaca name tag yang ada di meja
"Anda yang bernama Arumi Putri Dianningrum?" tanya sang supervisor
"Iya Pak, itu nama saya.
Maaf lancang, memang ada apa ya Pak?" Arumi berbicara dengan hati-hati kepada atasannya langsung
"Begini, saya lihat training kamu jahitanmu juga langsung bagus. Padahal saya lihat lampiranmu tidak ada kursus menjahit"
"Itu, saya di rumah sering membantu kakak saya menjahit Pak"
"Ohh, berarti kakak kamu seorang penjahit? Lalu ibu kamu?"
"Ibu saya kerja serabutan Pak, kerja di ladang orang" ucap Arumi jujur
"Terus ayah kamu?"
"Ayah saya sudah renta Pak, sehingga tidak memungkinkan untuk bekerja lagi"
"Pantesan dia nggak kuliah, karena faktor ekonomi penyebabnya" umpat Arya setelah mendengar penuturan Arumi
"Terus, kamu nggak ada niatan untuk kuliah? saya lihat nilai kamu juga bagus-bagus"
"Sebenarnya saya juga ingin Pak, tapi saya sudah berjanji kepada Ayah saya jika setelah lulus saya langsung kerja.
Maaf Pak, saya jadi curhat" Arumi malu
"Tidak apa-apa, santai saja sama saya. Disini ada kok kuliah yang masuknya weekend, kan ini liburnya juga Sabtu Minggu"
"Tidak pak, saya sudah janji untuk tetap bekerja"
"Anak keras kepala" dalam hati Arya dengan menyunggingkan senyumnya tapi hampir tidak terlihat
"Oke, baiklah. Besok kamu sudah bisa langsung kerja di Line, tidak usah masuk ke area training lagi. Nanti Kepala training akan saya beritahu kalau kamu sudah masuk kerja mulai besok"
"Beneran Pak? langsung kerja?" dengan mata berbinar Arumi berloncat gembira sampai lupa ia berada di hadapan atasannya
"Uups, maaf Pak. Atas ketidaksopanan saya" Arumi menunduk meminta maaf
"Iya tidak apa-apa, Kamu bisa keluar"
Arya mempersilahkan Arumi keluar dari ruangannya
"Sekali lagi, terima kasih Pak. Saya permisi"
Arumi melangkah keluar ruangan dengan perasaan bahagia, ternyata ia membantu Tika menjahit di rumah memudahkan masa training nya. Dan tak lama kemudian bel pulang berbunyi mengharuskan para karyawannya untuk istirahat di rumah masing-masing
Ting! Suara pesan masuk
Arumi yang sedang menyisir rambutnya mendengar nada tanda ada pesan masuk
Anwar 📥
'Assalamualaikum Arumi'
'Waalaikum salam'
'Telfon boleh ya?'
'Boleh kok'
Drrrrt... Panggilan masuk Arumi langsung menjawabnya
"Iya?"
"Belum sih"
"Makan dulu sana, biar ada tenaga untuk bicara" goda Anwar
"Aku masih punya tenaga kok"
"Yaudah, makan dulu untuk ngisi tenaga nanti"
"Nanti aja habis magrib"
"Jangan lupa makan loh, nanti sakit siapa yang repot? kamu kan yang repot sendiri"
"Iyaya, bawel ih"
"Hehe, aku cuma memastikan kalo kamu mau makan"
"Iya nanti aku makan kok, emang kamu udah makan?"
"Udah dari tadi.
Gimana tadi training kamu?"
"Alhamdulillah lancar, aku punya kabar gembira nih"
"Kabar gembira apa?"
"Mulai besok aku sudah ikut kerja!" dengan hati senang Arumi berbicara
"Tapi kan katanya masa training sampai satu bulan, padahal kamu aja baru satu Minggu"
"Aku juga nggak tahu, tadi atasanku nyuruh aku langsung ke Line agar besok bisa langsung masuk kerja"
"Bagus dong kalo gitu"
"Iya Alhamdulillah"
"Ngomong-ngomong atasanmu cewek apa cowok?"
"Kalo kepala training cewek, tapi Supervisor cowok. Yang ngangkat aku langsung kerja itu supervisor"
"Berarti cowok.
Kamu hati-hati ya Rum, aku nggak suka ya kalo kamu deket-deket sama itu supervisor tadi"
"Enggak Anwar, kan aku emang niatnya hanya mau bekerja saja. Kamu nggak usah khawatir"
"Gimana nggak khawatir, jarang loh Supervisor langsung mengangkat karyawannya yang lagi magang beberapa hari saja"
"Kamu sedang cemburu yaa"
"Iya dong sayang, mana ada pacar sendiri di deketin orang lain nggak cemburu?"
"Kok kamu posesif gitu sih?"
"Oh, maaf yang kelepasan. Aku minta tolong ke kamu jaga hati ya di sana, jangan deket-deket sama cowok lain. Aku sayang banget sama kamu"
"Udah mulai bucin nih ya kamu"
"Bucinnya sama kamu doang kok"
"Kalo sama yang lain nggak nih?"
"Beneran nggak, aku udah jalanin hubungan kita ini dengan serius. Aku mohon ya, kamu juga serius untuk hubungan kita"
"Iya, Insyaallah aku serius"
"Awas aja kalo ketahuan kamu deket-deket sama cowok lain"
"Awas kenapa?"
"Aku langsung nikahin kamu. Hehehe"
"Ihh, tau nggak Supervisor tadi masih muda loh. Sepertinya masih bujangan, aku juga mau jadi kekasihnya" Arumi memanas-manasi hati Anwar
"Ohh, gitu ya. Yaudah aku mau langsung cari kerja aja biar bisa saingan sama supervisor tadi"
"Hahahaa..." Arumi tertawa
"Kok malah ketawa sih"
"Aku cuma bercanda aja tadi, kamu kok menganggap serius sih. Haha.."
"Aku kira beneran, yaudah ya yang aku mau sholat dulu. Kamu juga jangan lupa sholatnya"
"Iya baik komandan"
Tuuut..
Sambungan telepon mereka terputus
Jangan Lupa Like ya kaka
Aku tunggu saran-saran kalian❣️❣️❣️