
Saat mandi Arumi memikirkan kakaknya bisa tahu jika ia bersama cowok di pantai, jelas-jelas ia bersama teman-temannya
"Kak Tika pasti salah paham ini, dia tahu darimana ya kalo aku tadi sama cowok?"
"Aku aja nggak sampe update status di pantai, Ifa dan lainnya aja fotonya pas rujakan. Terus tau aku di pinggir pantai dari siapa?"
Arumi merasa pusing memikirkan darimana kakaknya mendapat informasi jika ia bersama dengan seorang cowok
Arumi bergegas menyelesaikan ritual mandinya, kemudian ia menuaikan solat magrib. Di dalam kamarnya Arumi sedang bermain ponsel melihat media sosial saat membuka menu Instagram, di kejutkan foto Linda menjelang sunset di pantai dengan baju sama yang Linda pakai di acara tadi
"Loh tadi kan Linda ada urusan tapi kok mlah foto-foto ya, terus yang motoin dia siapa?"
"Jangan-jangan urusannya yang di maksud itu mau bertemu sama Anwar"
"jangan berpikiran negatif Arumi"
"Captionnya kok pake Sayang-sayang segala sih"
"Dia bertemu sama Anwar apa hubungannya sama kamu" Arumi memukul kepalanya sendiri
Arumi pusing memikirkan postingan Linda di Instagramnya sampai-sampai ia ketiduran dengan ponsel yang masih menyala
Kemudian ada chat masuk dari Anwar, ia mengirimkan foto Arumi dan teman-temannya di pantai tadi
Anwar 📥
Gambar (9+)
Arumi sedang pulas dari tidurnya sehingga tidak sadar jika ada chat masuk dari Anwar
Di tempat lain
"Kemana sih dia, centang dua tapi kok nggak di buka-buka" Anwar kesal yang dari tadi pesannya hanya centang dua saja
"Baru aja jam 7 malam masak dia udah tidur?" Anwar bergumam sendiri
"Coba aku telfon ah" Anwar memencet tombol memanggil
Drrrt.... Drrrt...
Panggilan pertama belum di angkat
Drrrt.... Drrrt...
Panggilan kedua juga belum di angkat
Anwar tetap ingin menelpon sampai telfonnya di angkat
Drrrt.... Drrrt...
Merasa ada sesuatu yang bergetar membuat Arumi bangun dari tidurnya, dilihatnya panggilan layar ponselnya bernama Anwar. Kemudian ia menggeser tombol warna hijau
"Iya?" Arumi dengan suara khas bangun tidur
"Eh, kamu tidur ya?" Anwar merasa tidak enak sudah membangunkannya
"He em" Arumi berdehem
"Aduh, nggak enak aku jadinya" Anwar merasa sungkan
"Ada apa ya Anwar?" Masih dengan suara seraknya
"Ohh, Iya nanti aku kirim" Arumi berusaha mengumpulkan kesadarannya
"Tadi kamu tidur jam berapa?"
"Mungkin habis sholat magrib"
"Tuh, ini aja udah jam 9 malam berarti kamu belum sholat Isya kan?"
"Belumlah, masak mimpi sambil sholat" Arumi tertawa
Hati Anwar merasa senang mendengar tertawanya Arumi
"Nggak sia-sia dong aku bangunin kamu"
"Ada"
"Apa?"
"Ganggu orang sedang mimpi indah" Goda Arumi
"Emang mimpi indah apaan?"
"Mimpi ketemu pangeran kuda putih" ucap Arumi ngawur
"Emang ada pangeran kuda putih?"
"Ada, bentuknya kepala manusia tapi tubuhnya kuda putih"
Anwar berangan-angan membayangkan bentuk dari yang di ungkapkan oleh Arumi
"Aku nggak bisa bayangin kalo ada pangeran kuda putih"
"Ih, barusan di mimpi ada"
"Yayaya, aku ngalah aja. Buruan gih sholat Isya dulu, nanti di lanjut lagi"
"Lanjut apa?"
"Ya ngobrolnya"
"Ohh, nanti kamu pengen nelfon lagi?"
"Hehe, Iya"
"Yaudah aku mau sholat dulu ya"
"Iya, aku nitip doa"
"Doa apa?"
"Emm... yang baik-baik pokoknya" Anwar sambil memikir-mikir
"Oke, insyaallah kalo aku ingat. Hehe"
"Yang baik buat kita_"
Setelah mengucapkan tadi Anwar langsung mematikan panggilannya secara sepihak, ia takut jika Arumi bertanya yang tidak-tidak
***
❣️❣️❣️