ARUMI

ARUMI
Kesalahpahaman Arumi



"Huuufts, (Arumi membuang nafas)


Kamu-..." kata Arumi menggantung


"Permisi kak, pesanannya" ucap pelayan memotong percakapan Arumi


"Iya. Mas boleh minta tolong nggak?" Arumi


"Apa yang bisa saya bantu?" pelayan


"Pesanan ini punyanya mbak yang di sana, tolong di anterin ya"


Arumi meminta bantuan kepada pelayan karena memang pesanan yang satunya milik Vita


"Baik. Ada lagi?" Pelayan


"Kamu mau pesan apa Anwar?" Arumi


"Aku cuppiccino latte hangat" Anwar


"Di tunggu pesanannya ya kak, permisi" pelayan pergi setelah mencatat pesanan Anwar


"Rum, kamu belum jawab pertanyaanku" ucap Anwar saat pelayan sudah tak ada di sana


"Pertanyaan mana sih?"


"Kamu kenapa berubah begini nggak kayak biasanya"


"Kamu mau tau jawabannya?"


"Iyalah, jauh-jauh aku ke sini buat ketemu kamu"


"Ya nggak usah ke sini lah"


"Aku nggak mau berantem di sini ya, jawab dulu!" Anwar yang sudah tak terkontrol ia mengucapkan dengan nada tinggi


"Kok marah kamu, harusnya aku yang marah!"


"Kamu marah kenapa?"


"Kamu pengen tahu?" Arumi memainkan ponselnya dan


"Ini Apa?" Arumi mengarahkan ponselnya



"Kamu kok dapat foto ini dari siapa?" Anwar penasaran


"Nggak penting aku dapat dari siapa, Enak ya touring sama cewek cantik, biar bisa di peluk mulu sepanjang perjalanan"


"Nggak, kita nggak pelukan kok"


"Nggak pelukan gimana, itu aja Deket banget nggak ada celah sama sekali"


"Kamu salah paham Rum"


"Itu udah ada bukti, salah paham gimana?"


"Aku jelasin dulu ya" ucap Anwar akan memegang tangan Arumi


"Jangan pegang-pegang!"


"Dengerin dulu penjelasan aku"


"Udah ya, aku mau pulang udh nggak nafsu aku!" Arumi berdiri dan langsung pergi


"Rum!" Anwar teriak


Beberapa langkah Arumi meninggalkan Anwar, ia langsung berbalik badan dan menghampiri Anwar yang masih duduk


"Kamu yang bayar pesananku! Aku nggak bawa uang!"


Dengan seribu langkah Arumi langsung meninggalkan Anwar tanpa permisi


"Dasar Arumi, sempat-sempatnya gini di saat lagi marah" Anwar menggeleng-gelengkan kepalanya pelan


Anwar merasa sepertinya Arumi sedang merasa cemburu, ia senang karena dengan Arumi cemburu berarti ia benar-benar sayang sama Anwar. Tapi ia merasa gelisah karena kesalahpahaman yang ada di foto tersebut


Drrrt...


Tiba-tiba Arumi menelpon Anwar


"Iya halo Rum?"


"Aku tunggu di parkiran!"


Tuut... Arumi langsung mematikan panggilannya


"Ada-ada aja kamu Rum" Anwar merasa senang setidaknya Arumi tidak benar-benar marah sungguhan


Dengan langkah cepat, Anwar langsung membayar pesanan yang tadi Arumi dan Vita pesan. Setelah membayar ia menghampiri Vita yang berada di meja lain


"Oh, iya. Makasih ya Anwar"


Anwar bergegas ke parkiran yang berada di depan cafe Taman kopi


"Aku kira kamu udah pulang"


"Apaan sih, katanya kamu mau jelasin?"


"Iyaya, ini aku mau jelasin"


"Jangan di sini, di sana aja!"


Arumi menunjuk ke tempat yang seperti taman mini


"Ayo"


Tap..Tap..Tap..


"Duduk sini aja" Arumi setelah menemukan bangku kosong yang ada di taman


"Oke"


Mereka duduk berdua seperti pasangan yang lainnya


"Aku mau jelasin soal tadi, sebenarnya itu nggak bener"


Arumi mengangkat ke atas satu alis tanpa menjawab


"Begini loh kejadiannya...


Flashback on


Semua teman-temannya Anwar berkumpul di basecamp yang biasa mereka nongkrong. Mereka membawa pasangan masing-masing tetapi ada beberapa yang tidak dan Anwar saat itu sendirian


Temannya Anwar yang bernama Reza ia membawa pacarnya, ternyata pacarnya membawa seseorang yaitu Linda. Tak di sangka Linda tidak ada boncengannya, Reza menyarankan Anwar bersama Linda karena yang lain sudah ada boncengannya


"Anwar, Linda sama kamu ya" Reza


"Aku nggak bisa ah" tolak Anwar


"Yaelah, Arumi juga nggak bakal marah kok. Kita kan cuma touring aja nggak bakal macem-macem"


"Suruh aja sama Dito tuh, dia juga sendirian"


"Dia sudah sama yang lain, sekarang yang kosong kan cuma kamu doang masak aku harus triple? Kaga muat lah tempatnya"


"Yasudahlah!" Anwar


"Nah gitu dong"


Linda datang bersama pacarnya Reza


"Kamu nebeng sama Anwar ya Lin?"


"Iya gapapa, yang penting bisa touring. Hehe"


Semuanya sudah siap untuk berangkat, dalam hati Anwar gelisah walaupun tidak ada Arumi ia tidak ingin nanti ada kesalahpahaman antara Anwar dan Linda


Sebenarnya Linda ikut karena ia ingin merasakan bagaimana rasanya touring bersama komunitas, ia juga tidak tahu jika Anwar ada dalam komunitas tersebut.


"Anwar kenapa ya kok diem mulu, apa dia takut kalo ketahuan sama Arumi nantinya? Ah malah bagus dong aku nggak sengaja juga"


Sepanjang perjalanan mereka diam tanpa kata hanya ada suara bising dari beberapa motor lainnya


"Anwar, kok diem" Linda memberanikan untuk mengawali percakapannya


"Fokus nyetir!" Anwar ketus


"Fokus apaan, yang lain aja sibuk bercanda ria" Linda membatin


Selama tiga hari Anwar dan Linda tidak bersama-sama selama mengikuti kegiatan, hanya akan melakukan perjalanan mereka berboncengan. Para komunitas sedang menikmati pemandangan pegunungan, iya mereka ternyata pergi ke puncak Bogor untuk sekedar refreshing. Tapi Anwar tidak menikmati kegiatan tersebut, ia masih takut nanti Arumi tahu jika ia bersama perempuan lain


"Ayolah bro, kita senang-senang! Lo nggak usah pikirin Arumi, kalo dia tahu pasti mengerti kok. Santailah, jauh-jauh kesini masak nggak lu nikmati" kata David, teman satu komunitas sekaligus teman sekolahnya


"Ah baco* Lo, sana pergi!" Anwar mengusir David agar tidak merasa menganggu waktu luangnya


Hari ini Arumi mendadak tidak ada kabar padahal nomornya tertulis online, dengan kegusarannya ia mengirim banyak pesan Arumi tidak membalas satu pesanpun. Kemarin Anwar menghubungi Arumi masih baik-baik saja tapi kenapa hari ini Arumi berubah tiba-tiba cuek


"Arumi ini kenapa ya pesanku kok nggak di bales, kenapa ini anak!" Anwar merasakan ada keganjalan dari sikap Arumi


Tepat hari ketiga, mereka bersiap-siap untuk pulang ke rumah, sebenarnya Anwar melewati kota J dimana Arumi bekerja di kota tersebut. Anwar ingin sekali bertemu dengan Arumi tetapi di urungkan karena ia tidak sendirian melainkan membawa Linda, ia juga berfikiran nanti jika bertemu dengannya akan menjadi salah paham. Dengan begitu ia langsung pulang bersama teman komunitasnya


*


Makasih ya kak udah mau mampir ke novel aku


Jangan lupa Like nya agar author lebih semangat lagi buat cerita ini ❣️❣️❣️