
Semuanya sudah siap untuk pulang kerumah, tetapi Linda masih belum juga siap-siap untuk pulang
"Kamu nggak pulang Lin?" tanya Tari
"Nanti dulu, aku ada urusan bentar. Kamu duluan aja Tar" Linda
"Terus nanti pulang kamu naik apa?" Tari
"Gampang itu" Linda
Arumi dan teman-temannya pulang ke rumah masing-masing kecuali Linda yang beralasan ada urusan
Temannya yang sudah pergi meninggalkan Linda di tempat, Linda langsung menuju pinggir pantai untuk menemui Anwar
"Dimana sih dia itu, katanya di pinggir pantai kok nggak ada ya"
Linda uring-uringan mencari sosok Anwar, ia menyusuri bibir pantai sampai matahari sudah mau tenggelam. Linda mencari terus mencari sampai di ujung perbatasan pantai ternyata ada sosok Anwar yang duduk di jembatan dimana jembatan itu menghubungkan antara Pantai Watu Gedhe dan Pantai Karang
"Akhirnya ketemu juga" Linda melihat Anwar yang duduk sambil memainkan kameranya
"Hay Anwar!" Sapa Linda yang sudah mendekat
"Hay Lin, kamu kok nggak pulang?" Anwar kaget karena Linda masih di pantai ini padahal tadi Ifa mengajak Arumi untuk pulang ke rumah
"Iya nih, tadi Tari buru-buru pulang katanya ada urusan mendadak. Terpaksa aku nggak ikut dia pulang terlebih dahulu" Linda beralasan
"Masak sih?" Anwar tidak yakin
"Iya, buktinya dia pulang duluan ninggalin aku" Linda menyakinkan jika perkataannya benar
"Terus kamu nggak pulang malah kesini, mau ngapain?"
"Emm, mau lihat sunset" Linda berfikir sejenak sebenarnya ia juga ingin bisa berduaan dengan Anwar
"Terus pulangnya?" Anwar menoleh ke Linda
"Nanti aku suruh jemput kakak aku"
"Ayolah aku juga mau di antar sampe ke rumah, anterin dong Anwaaar" Batin Linda ingin menjerit
"Oh" jawab Anwar cuek
"Cuek amat sih"
"Anwar, tolong potoin aku dong. Aku mau ada momen saat sunset hari ini"
"Gimana ya Lin ini memorinya sudah penuh, aku cuma pake memori internal doang. Tadi kan kalian sudah foto banyak, masak foto tadi harus aku hapus dulu belum aku kirim" Anwar menjawab jujur
"Yaudah nggak jadi deh, nanti foto tadi kirim ke aku ya"
Anwar menggangguk
"Iih, Anwar cuek banget sama aku. Kalo sama Arumi aja cerewet banget" Linda geram atas sikap Anwar terhadap dirinya yang berbanding terbalik jika bersama Arumi
"Aku fotoin dong pake ponsel aku!" Linda menyodorkan ponselnya ke Anwar
Dengan berat hati Anwar menerima ponsel Linda kemudian mengaktifkan kameranya untuk memotret Linda
Linda dengan berbagai macam gaya justru membuat Anwar jengkel, sudah terlalu banyak gambar yang Anwar ambil. Tapi Lindanya saja masih ingin berlama-lama dengan Anwar
"Coba aku lihat!" Linda mendekati Anwar kemudian mengambil ponselnya di tangan Anwar
"Wah bagus sekali ini, aku aploud di Instagram dulu ah"
"Ini udah mau magrib, kamu nggak pulang?" Anwar melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya
"Pulang lah"
"Kalo gitu aku pulang dulu ya" Anwar pergi meninggalkan Linda
"Yaelah, nggak di tawarin pulang bareng gitu" Kesal Linda yang berharap jika Anwar mau mengantarkan pulang
"Awas aja kau Arumi!" jerit dalam hati Linda
***
Adzan magrib Arumi tiba di rumah, Arumi masuk ke dalam rumah tak seperti di pantai yang bersenang-senang melainkan ada hawa dingin di sana
"Kamu dari mana aja?" Tika yang berada di ruang tamu
"Kan aku sudah bilang kalo aku main ke rumah Sari acara rujakan"
"Yakin di rumahnya Sari saja?"
"Iya"
"Nggak ke pantai?"
"Kak Tika tau darimana kalo aku ke pantai ya?" batin Arumi
"Ya kan rumahnya deket pantai, jadi rujakanya ya di pantai"
"Sama temen apa sama cowok?"
Deg
Arumi kaget kenapa Tika tahunya ia bersama cowok, padahal ia bersama teman-temannya
"Salah orang mungkin"
"Pakaiannya sama yang kamu pakai yang cowoknya pake kaos abu-abu" ceplos Tika
"Gawat ini, kak Tika taunya aku sama cowok lagi"
"Ohh, itu temen aku nggak sengaja ketemu"
"Katanya sama temen-temen, tapi kok cuma berduaan?"
"Nggak gitu kak, kan tadi Tari beli durian aku nggak suka jadi aku menjauh dari sana eh ternyata ada temen aku nyamperin"
"Alesan!" Tika langsung pergi ke kamarnya
"Nak, kalo kamu mau main sore pulangnya jangan sampe adzan magrib! Kamu tuh masih gadis, apa kata tetangga anak gadis kok pulangnya malem-malem!" Dian dengan amarah yang masih bisa di pendam
"Iya Ayah. Aku mau mandi dulu terus solat magrib" pamit Arumi
" Jangan lagi main sama cowok! fokus ke sekolahmu! Inget pesan ayah ke kamu!"
"Iya" Arumi mengiyakan perkataan Ayahnya
Saat mandi Arumi memikirkan kakaknya bisa tahu jika ia bersama cowok di pantai, jelas-jelas ia bersama teman-temannya
Jangan bosan-bosan ya Kaka
Maaf aku jarang update, karena aku sibuk dengan pekerjaanku
Tetap stand by yaa❣️❣️❣️