
Tuuut..
Sambungan telepon mereka terputus
Setelah telfonan, Arumi bergegas mengambil air wudhu untuk menuaikan sholat Maghrib begitu juga dengan Anwar
Seharian training membuat Arumi begitu kelelahan sehingga ia tidur lebih awal dari biasanya
Keesokan harinya
Apa yang dikatakan oleh Pak Arya selaku Supervisor bahwa Arumi langsung masuk ke Line untuk bekerja tanpa mengikuti training lagi. Dengan senang hati kepala training mengantarkan Arumi untuk menemui Leader Line guna memberitahu bagian apa yang mereka butuhkan
"Permisi Bu Ida, ini ada karyawan baru yang kemarin Pak Arya ajukan untuk langsung kerja di area ini" ucap kepala training dengan ramah
"Oh, ini orangnya. Sepertinya masih muda ya" kata Bu Ida
"Iya Bu, ini fresh graduated. Arumi, Ibu tinggal dulu ya ada tugas lainnya yang harus Ibu kerjakan. Bu Ida saya serahkan Arumi ya kepada Anda, permisi"
Kepala training langsung meninggalkan mereka berdua
"Nama kamu siapa nak?" tanya Bu Ida
"Nama saya Arumi Putri Dianningrum Bu"
"Kamu masuk kesini udah berapa Minggu?"
"Baru seminggu"
"Wah, siapa yang mengangkat kamu untuk langsung masuk Line?" tanya Bu Ida yang sibuk menscroll layar monitor dengan mouse
"Pak Arya Supervisor"
"Apa? Pak Arya yang mindahin kamu ke sini?" Bu Ida kaget
"Iya Bu"
"Sebenarnya Pak Arya kalo mengangkat karyawan orangnya tidak main-main loh, Mungkin kamu memang berbakat di bidang ini. Ibu turut bangga sama kamu, baru training satu Minggu aja langsung di suruh kerja di Line, yang nyuruh pak Arya lagi. Hebat kamu" Puji Bu Ida
"Terima kasih, Ibu terlalu memuji saya" Arumi menunduk malu
"Saya baca datamu, kamu tidak mengikuti les menjahit. Terus bagaimana caranya kamu bisa tes praktek dengan baik?"
"Saya sering membantu kakak saya menjahit di rumah"
"Ohh gitu, dilihat dari hasil praktek training kamu bagus semua.vIbu sampai bingung mau taruh kamu bagian mana"
"Mana saja Insyaallah saya bisa"
"Baiklah. Kamu langsung di bagian tahap awal yaitu membuat pola ya, saya mau lihat hasil kerja kamu dulu. Nanti kalau sudah menguasai kerja kamu bisa ibu pindah-pindah bagian, seperti yang lainnya"
"Iya Bu, saya mengerti"
"Mari saya antarkan ke bagian kamu"
***
Sudah sebulan berlalu Arumi bekerja di Pabrik xx, Bu Ida memang sering memindahkan Arumi di berbagai bagian dan Arumi cukup menguasai walaupun ia masih terbilang karyawan baru
Bu Ida benar-benar merasa bangga memiliki anak buah seperti Arumi, jika semua karyawan baru seperti Arumi ia yakin Pabrik xx akan berkembang pesat mengingat kerja Arumi yang tidak main-main
Hari ini hari weekend, Arumi libur kerja. Di hari weekend ia merasa bosan karena ia tidak ada kegiatan selain bersih-bersih, ia lebih baik bekerja daripada ia hanya berdiam diri di kos-kosannya.
Arumi yang asik menonton drama sambil tiduran, tiba-tiba ada nada panggilan dari sang kekasihnya
Drrt.. Drrt..
Anwar 📲
"Iya Assalamualaikum" Arumi mengangkat panggilan
"Waalaikumsalam" Anwar
"Kamu nggak asik ah"
"Loh loh, kenapa yang?"
"Aku enak-enakan nonton drama kamu malah telpon"
"Oh gitu, lebih mentingin dramanya daripada pacarnya sendiri"
"Ya nggak gitu juga"
"Nggak gimana?"
"Kan tadi lagi klimaksnya masak kamu ganggu"
"Ya nanti di lanjut nontonnya, sekarang giliran waktu buat aku"
"Iya deh iya"
"Rum, aku kangen banget sama kamu" Suara Anwar dalam mode serius
"Baru sebulan nggak ketemu apalagi satu tahun"
"Emang kamu nggak kangen aku gitu?"
"Emm, enggak"
"Gitu ya, yang kangen cuman aku doang nih kamu nggak"
"Kamu sih, katanya LDR-an nggak papa. ini malah kayak udah frustasi"
"Jangan, jarak kita lumayan jauh loh. Nggak usah ya, Nanti akhir bulan aku mau pulang terus kita jalan"
"Beneran loh ya"
"Iya yang"
"Bilang apa tadi?"
"Eh, nggak bilang apa-apa kok"
"Tadi bilang yang kan? Aku nggak salah denger kan?"
"Kamu salah denger kali"
"Terserahlah, aku seneng banget kalo kamu panggil aku dengan sebutan sayang. Adem rasanya"
"Kalo di panggil orang lain sayang gimana?"
"Ya aku nggak nanggepin"
"Ah masak?"
"Iya Arumi sayang"
Pipi Arumi bersemu merah menahan malu
"Pipi kamu tuh kenapa kok merah?" kata Anwar asal
"Mana, nggak ada kok"
"Tapi boong. Hahahaa"
"Kamu ngeselin tau!"
"Tapi bikin kangen kan?"
"Ih, apaan sih"
"Gapapa, kamu udah kabarin orang rumah?"
"Udah kok tadi udah telpon ibu sama ayah"
"Yaudah kalo gitu"
"Ngomong-ngomong, kamu udah daftar jadi tentara?"
"Udah kemarin kok, ini tunggu proses aja"
"Kira-kira berapa bulan lagi?"
"Entahlah, aku juga nggak tahu. Belum ada konfirmasi dari pihak sananya"
"Kalo gitu ya semangat aja"
"Iya kamu juga harus semangat"
"..."
*****
Akhir Bulan
Tepat akhir bulan Arumi pulang ke rumah untuk sekedar melepas rindu kepada keluarganya tak terkecuali dengan Anwar. Arumi pulang naik bus antar kota, lalu ia di jemput Anwar di terminal yang terakhir mereka bertemu
"Maaf, udah lama nunggunya?"
Arumi ngos-ngosan menghampiri Anwar yang sedang bermain ponselnya
"Nggak kok, cuma sepuluh menitan. Mau pulang sekarang atau mau kemana gitu?"
"Langsung pulang aja ya"
"Okee"
Setengah jam mereka sudah sampai di rumah Arumi.
Alangkah baiknya Arumi mengajak Anwar mampir di rumahnya untuk istirahat sebentar, agar Anwar tidak kelelahan saat pulang nantinya mengingat rumah Arumi dan rumah Anwar terbilang cukup jauh
"Ayo mampir dulu, pasti nanti kamu kelelahan"
"Iya, sekalian mau kenalan sama calon mertua ya"
"Terserah" Arumi pasrah
Tok..Tok..
"Assalamualaikum" Arumi masuk rumah diikuti oleh Anwar berada dibelakangnya
"Waalaikumsalam" jawab Tika
Tika mengira Arumi pulang naik ojek, ia tidak bisa menjemput Arumi karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan hari ini juga. Tika kaget ketika Arumi masuk rumah diikuti oleh seorang laki-laki
"Loh Rum, kakak kira kamu mau ngojek dari terminal. Terus yang nganter kamu itu siapa?" Tika menunjuk orang yang ada di belakangnya Arumi
***
❣️❣️❣️