Almekia Kingdom

Almekia Kingdom
99. Opal - Breafing



"Lantas? Apa hubungannya kalian untuk ke kota ini?" Ruby mencoba menerka hubungan antara tujuan kami dan kedatangan kami ke kota Bloody Hell ini.


"Nah kami datang ke kota Bloody Hell ini secara khusus untuk menemui seseorang. Jendral Obsidian Nightray, ayahmu." Jawabku padanya yang langsung dibalas dengan tatapan tak percaya.


"Menurut sebuah file yang kami temukan, Obsidian Nightray dahulu pernah berjuang bersama-sama dengan paduka raja untuk merebut kemerdekaan kerajaan Almekia. Namun beliau pergi meninggalkan istana beberapa saat setelah kematian paduka Raja, sehingga beliau belum sempat terikat sumpah magic untuk merahasiakan segala informasi tentang baginda raja." Aku kembali menjelaskan pada Ruby.


"Sumpah magic?" Ruby kembali bertanya.


"Benar. Semua orang yang mengetahui segala kejadian masa lalu telah terikat sumpah magic itu. Sumpah yang sangat kuat sehingga tak dapat untuk menceritakan segala sesuatu tentang mendiang paduka Raja. Dan kalau dilanggar bisa berakibat kematian bagi yang mengatakannya." Kak Amethys membantu menjelaskan maksud sumpah magic.


"Jadi menurut jalan satu-satunya yang bisa kami tempuh adalah dengan menemui Jenderal Obsidian." Jasper mengatakan dengan penuh tekat.


"Oh jadi karena itulah kalian sampai rela mengikuti turnamen segala?" Ruby mengambil kesimpulan.


"Aku tidak! Aku ikut turnamen karena terpaksa hehe" protes Diamond, "Karena ancaman seseorang."


"Aku juga karena terpaksa si," aku menambahkan.


"Siapa ya yang memaksa?" ujar Ruby tak punya dosa.


"Kamuuuuu!" Platina, Saphir dan Kak Amethys kompak menjawab seperti koor paduan suara.


"Oiya ya, sudah lupa tuh." Ruby cengengesan. Dan semua yang hadir ikut tertawa bersamanya.


"Dan setelah sedikit berkeliling dan menjelajahi kota, aku menemukan beberapa hal yang menarik disini. Banyak misteri yang terjawab dan terpecahkan disini. Oleh karena itu aku ingin meminta bantuanmu untuk dapat mengakses seluruh wilayah di Bloody Hell ini lebih luas lagi." Kali ini Jasper menambahkan setelah suasana kembali tenang.


"Aku bisa mendampinginya. Dia bisa mengunakan Acces card-ku jika diperlukan," Zircon ikut mendukung Jasper. Sebagai pemenang turnamen tahun ini tentu Zircon memiliki hak istimewah itu. Kebebasan.


"Boleh saja," Ruby tak keberatan sama sekali.


"Rencananya besok aku, Saphir dan Platina akan pergi meninggalkan kota ini. Yah Diamond dan Opal akan ikut mengantar kami sampai ke markas West Line tentunya." Kak Amethys menceritakan rencana kami untuk memulangkan kembali para gadis ke istana.


"Kak Diamond sudah menceritakan sebekumnya padaku. Aku juga sudah menginstal navigasi map free zone ke gear merahnya." Ruby menjelaskan apa yang telah dilakukannya untuk kami.


"Benar. Dan satu lagi aku ingin bertanya padamu. Sebenarnya untuk apa ayahmu pergi ke tempat di daerah West Line? Tempat yang kau ingin aku memeriksanya itu?" Diamond membenarkan ucapan Ruby sekaligus bertanya.


"Itu adalah sebuah reruntuhan kuno. Aku juga tak pernah kesana. Ayahku bilang dulunya ruins itu masih masuk kedalam wilayah Almekia. Dan pastinya banyak tersimpan rahasia kerajaan disana. Oleh karenanya ayahku ingin menyelidiki kesana, tapi sampai sekarang pun beliau belum kembali." Ruby menjelaskan tentang hilangnya ayahnya.


"Misteri tentang kerajaan Almekia?" Jasper terdengar antusias menyambutnya.


"Jade, apakah dia juga tahu tentang reruntuhan itu?" Tanyaku sedikit mencurigai kepergian Jade yang secara misterius dan tiba-tiba. Merasa tidak tenang.


"Tentu saja. Jade sering ikut membantu ayah untuk menjelajahi reruntuhan itu. Mungkin Jade tahu sesuatu tentang apa yang ada disana. Dan kemungkinan juga Jade sedang ada disana sekarang." Ruby mempertimbangkan kemungkinan keberadaan Jade saat ini.


"Ok berarti sudah fix ya. Besok tim yang berangkat ke West line adalah Amy, Saphir Platina, aku dan Opal. Selanjutnya para gadis akan tinggal di markas itu untuk menunggu jemputan." Diamond mengambil kesimpulan pembicaraan kami.


"Setelah itu aku dan Opal akan memeriksa reruntuhan untuk mencari keberadaan Paman Obsidian."


"Dan tim yang tetap tinggal Bloody Hell adalah aku, Jasper dan Ruby." Zircon menyebutkan anggota tim kedua yang masih harus di kota ini.


"Baiklah misi kita mulai besok pagi. Bahkan sebelum matahari terbit kami akan meninggalkan kota ini agar tidak terlalu menarik perhatian." Aku mengakhiri breafing singkat kami.


"Ini mungkin akan menjadi saat-saat terakhir kita untuk berkumpul bersama seperti ini. Semoga kita dapat berjumpa dan berkumpul lagi secepatnya."


Kuulurkan lenganku kedepan, kurentangkan telapak tanganku ditengah barisan kami. Satu persatu dari teman-temanku juga mengulurkan lengannya, menumpukkan telapak tangannya di atas telapak tanganku.


"For our friendship and glorius of almekia kingdom!!" pekikku keras-keras.


"For our friendship and glorius of almekia kingdom!!" kami berdelapan kembali mengulangi pekikanku dan serempak melemparkan telapak tangan kami yang bertumpukan ke udara. Menandai tekat bulat kami untuk melanjutkan misi masing-masing.


*


*


*


Keesokan harinya, pagi-pagi sekali bahkan sebelum matahari terbit kami semua delapan orang putra putri Almekia Kingdom telah berkumpul di hanggar gear Middle Part kota Bloody Hell.


Tak ada rasa kantuk atau rasa malas yang melanda kami meskipun hari masih pagi buta seperti ini. Yang ada malah semangat membara, semangat untuk kembali pulang. Pulang ke kampung halaman kami, istana kerajaan Almekia kingdom.


"Apa semua gear sudah diisi fuels sampai penuh?" Tanyaku memastikan kesiapan rombongan kami pada Diamond dan Jasper yang sedang berdiri bersama.


"Sepertinya sudah. Tinggal nungguin itu mereka bertiga, entah berapa banyak lagi barang yang mau mereka bawa," Jawab Diamond.


Poenix, gear merah Diamond sudah siap dan stand by bersama Hydra, gear hijauku. Sementara itu Leviathan gear kak Amethys, Serpent gear Saphir serta Seraphin gear Platina masih belum ready.


Ketiga gear itu masih dalam posisi maintenance, terbuka kokpidnya dengan masing-masing pilotnya yang sibuk memasukkan barang-barang kedalamnya. Barang-barang belanjaan mereka yang kebanyakan barang yang tidak penting.


"Sistem navigasinya sudah diinstal ke setiap gear?" Zircon ikut menghampiri aku, Jasper dan Diamond. Ruby dengan setia mengekor dibelakangnya. Udah kaya pasangan suami istri aja mereka kemana-mana selalu bersama. Bahkan di pagi buta begini, niat banget kan?


"Sudah. Aku Sudah menginstal kesemua gear kami." jawabku memastikan navigasi map sudah OK.


"Nanti kita bagi menjadi dua grup. Kau jalan bersama Kak Amethys duluan. Sedangkan aku akan mengikuti bersama Saphir dan Platina beberapa kilo meter dibelakang kalian." Aku menjabarkan strategi formasi yang akan kami pakai nanti pada Diamond.


"Aku dan Amy kan sama-sama bisa menjaga diri. Amy bisa ditukar dengan Saphir atau Platina untuk memudahkan tugasmu menjaga dua orang," Tolak Diamond mentah-mentah.


"Tidak. Rombongan pertama ini pembuka jalan. Aku sengaja memilih kalian yang bisa bertarung dengan tenang daripada kedua gadis itu," jawabku tak mau kalah, memberikan pendapatku.


"Opal benar. Saphir atau Platina pasti akan panik jika menghadapi serangan dadakan" Jasper ikut setuju mendukung keputusanku.


"Atau kau masih menganggapku sebagi salah satu orang yang harus dilindungi?" tanya Diamond sedikit curiga padaku. Merasa tidak senang.


"Iya. Jujur saja perjalanan ini merupakan perjalanan yang panjang. Aku takut kau akan kehabisan stamina nanti disaat yang genting," jawabku masih ingat betul batasan waktu yang dimiliki Diamond untuk bertarung dengan mengendarai gear. Terlalu berbahaya untuknya bertarung lama.


..._______#_______...


🌼Yuuuuks gaes PLIIIIS jangan lupa kasih LIKE, VOTE dan KOMEN 🌼