Almekia Kingdom

Almekia Kingdom
108. Diamond - Royal Blood



"Kau benar, aku memang berdarah solaris murni. Tapi Agatha, istriku bukan keturunan ras solaris. Jadi tak mungkin kau akan memiliki darah murni jika kau adalah anak dari kami berdua." Lanjut ayahku dengan nada sangat lemah dan sedih.


Untuk beberapa saat aku hanya bisa terdiam dan tertegun. Berusaha mencerna ucapan ayahku yang terdengar pelan saja di telinga. Tapi entah mengapa mampu bergaung dan menggema di dalam kepala dan dadaku.


"Apa? Apa maksud ayah?" Aku benar-benar bingung sekarang setelah cukup lama terdiam. Apa ayah ingin mengatakan bahwa aku bukanlah putranya? Bahwa aku bukan putra kandung dari ayah dan ibu? Apa mereka memungut aku dari suatu tempat?


'Jangan bercanda! Benar-benar tidak lucu!'


Sangat tidak lucu bahwa setelah dua puluh tiga tahun hidupku, tiba-tiba ayahku mengatakan bahwa beliau bukan orang tua kandungku. Huuuh rasanya seperti drama picisan saja, anak yang terbuang? Anak pungut yang tak diharapkan?


"Apa kau sudah dengar waktu kau tertembak dan terluka, kau membutuhkan banyak sekali darah. Baik untuk operasimu yang alot atau transfusi darah paska operasi. Kami tak bisa mendapatkan darah yang cocok untukmu dari bank darah istana. Semuanya menggumpal, tak ada yang bisa didonorkan untukmu."


"Aku sudah dengar cerita itu," jawabku cepat-cepat.


"Dan tahukah kau siapa yang akhirnya dapat mendonorkan darahnya untukmu?" Ayah kembali bertanya dengan nada misterius.


"Yang kudengar ayah dan ibu dipanggil ke ruang operasi. Jadi kurasa kalian berdua adalah orang yang mendonorkan darah kalian untukku." Aku memang tak tahu dengan pasti kejelasan peristiwa itu. Karena waktu itu aku sedang koma tentu saja.


"Yah aku memang mendonorkan darahku untukmu. Tapi tidak dengan ibumu, darahnya sama sekali tidak cocok denganmu." Ayahku kembali menjelaskan.


"Kau membutuhkan sangat banyak darah waktu itu. Aku sendirian tak akan bisa mendonorkan terlalu banyak darah untukmu. Lalu ada satu lagi pendonor yang cocok untukmu..."


"Siapa? Siapa dia, Yah?" Aku cepat-cepat memotong ucapan ayahku saking penasarannya.


"Nefrit..." jawaban ayahku kali ini begitu pelan terdengar. Tapi Ucapan pelan itu seakan lebih dahsyat dari petir yang menggelegar di dalam hatiku. Menggaung dan bergema berkali-kali di dalam kepalaku...Sebuah nama yang sama sekali tak pernah dan tak berani sekalipun kubayangkan.


"Apa? Paduka ratu...Bagaimana mungkin?" Otakku benar-benar terasa blank sekarang. Segala gemuruh serasa berkecamuk hebat di dalam dadaku.


Bagaimana mungkin satu-satunya darah yang cocok untukku selain darah ayahku, hanyalah darah paduka ratu? Bagaimana mungkin seorang ratu agung kerajaan Almekia yang telah mendonorkan banyak sekali darahnya untukku? Sungguh mahal dan berharga sepertinya kehidupan keduaku ini.


Tapi bagaimana bisa kedua orang itu? Seorang Ratu negeri ini dan Perdana Menteri? Orang-orang agung dan paling terhormat di kerajaan ini. Tidak mungkin ada sesuatu yang tidak sesuai dengan norma kan? Tidak mungkin ada sesuatu yang terjadi diantara mereka kan? Tidak mungkin aku adalah putra dari mereka berdua kan? Mau tak mau segala pikiran dan akal sehat akan mengarah kesana.


"Tidak. Bukan seperti yang kau pikirkan. Aku sama sekali tak ada hubungan asmara apapun dengan paduka Ratu Nefrit. Dia adalah wanita baik-baik, agung, suci, murni yang sangat terhormat." Ayahku berkata demi melihat raut wajahku, seakan dapat membaca apa yang ada di dalam otakku.


"Lalu? Aku ini anak siapa? Apa aku ini benar anakmu, ayah?" Tanyaku frustasi. Ingin penjelasan lengkap.


Cukup lama ayah terdiam dan tak menjawab. Terlihat berpikir keras, mau mungkin sedang menimbang baik dan buruknya. Memikirkan apa harus mengatakan kenyataan ini kepadaku sekarang.


Beberapa detik berlalu, detik-detik panjang yang berubah menjadi menit. Waktu yang terasa selama tak bergulir, demi menanti sebuah jawaban.


"Bukan," jawab ayahku singkat dan pelan. Terdengar nyata kepiluan dan kesedihan disana.


"Lalu aku ini anak siapa, ayah? Siapa orang tua kandungku sebenarnya?" Tanyaku semakin emosi, sedih dan tak berdaya. Rasanya begitu menyesakkan di dada demi mengetahui kenyataan ini.


"Kau putra Nefrit..."


Apa? Bagaimana mungkin aku putra dari bibi Nefrit? Bagaimana mungkin aku adalah putra seorang Ratu negeri ini? Lantas siapakah ayah kandungku?...


Jika ibuku adalah seorang Ratu, apakah...Apakah mungkin Almarhum Paduka raja adalah ayahku? Apakah mereka berdua adalah orang tua kandungku?


Kalau dipikir-pikir dan diurutkan lagi lagi memang sangat aneh. Waktu aku sekarat dan berada di persimpangan antara hidup dan mati yang kutemui disana adalah almarhum paduka raja. Jika aku tak mempunyai hubungan apapun dengannya bagaimana dia bisa menemui aku? Bisa jadi beliau memang bisa datang menemui aku disana karena didalam darahku mengalir darahnya juga. Karena aku adalah putra kandungnya sendiri?


“Diamond anakku, bimbinglah Jasper adikmu. Kutitipkan Jasper, Nefrit dan kerajaan ini padamu. Jagalah Almekia kingdom dengan seluruh jiwa ragamu”


Kembali terngiang dalam ingatanku tentang pertemuanku dengan almarhum paduka raja waktu aku sekarat di antara hidup dan mati. Kembali terngiang pula permintaan yang beliau ajukan padaku.


Mengapa aku tak menyadarinya? Aku mengutuk kebodohan ku sendiri. Padahal dengan gamblangnya Paduka Raja menyebutku dengan panggilan Diamond anakku. Beliau menyebut Jasper sebagai adikku. Dan beliau juga menitipkan Jasper dan bibi Nefrit padaku. Beliau telah mengatakan keluargaku yang sebenarnya.


Bahkan lebih jauh beliau juga mempercayakan kerajaan almekia untuk aku jaga? Apakah karena aku juga pewaris tahta kerajaan? Putra kandung dari paduka ratu dan paduka raja?


Aku terdiam, membisu dan membatu tak sanggup bereaksi apapun kali ini. Pikiranku rasanya begitu penuh. Penuh dengan informasi mengejutkan dan tidak masuk akal yang baru saja kudengar.


Rasanya begitu menyesakkan dan menyedihkan mengetahui keluarga yang sudah memeliharaku dan hidup bersamaku selama 23 tahun ini ternyata bukanlah keluargaku yang sebenarnya. Ternyata aku hanyalah anak yang mereka pungut dan peliharaan.


Dan yang lebih menyakitkan lagi adalah mengetahui bahwa keluarga asliku adalah keluarga kerajaan. The Royal family of Almekia Kingdom. Lalu apa yang sebenarnya telah terjadi? Apakah mereka membuangku? Mengapa tak ada yang tahu bahwa aku adalah putra dari raja dan ratu kerajaan ini?


Kalau melihat dari usiaku yang lima tahun lebih tua dari Jasper, seharusnya akulah yang menjadi putra mahkota kerajaan ini kan? Seharusnya akulah yang lebih berhak menjadi raja selanjutnya?


Gila! Benar-benar gila! Bukannya aku berniat untuk menjadi raja. Tidak, aku sama sekali tak berminat menduduki tahta kerajaan. Yang kuinginkan adalah mengungkap semua kebenaran dibalik misteri ini. Aku ingin mengetahui rahasia dibalik semua kekacauan besar yang tak masuk akal ini.


Diamond, apapun yang terjadi kau tetaplah putraku." Ayahku akhirnya bersuara setelah cukup lama terdiam untuk memberiku kesempatan berpikir. Memberi aku waktu yang cukup untuk memahami kenyataan.


"Kau benar ayah, apapun yang terjadi aku tetap putramu dan ibu. Aku tetaplah putra kalian berdua." Ujarku pada ayahku.


Ayahku langsung membalas ucapanku dengan senyuman sendu. Senyuman sedih seolah dirinya telah kehilangan seorang putranya.


..._______#_______...


🌼Yuuuuks gaes PLIIIIS jangan lupa kasih LIKE, VOTE dan KOMEN 🌼