Almekia Kingdom

Almekia Kingdom
40. Diamond - Chaos



Begitu kami sampai di istana ternyata suasana disana tidak sesepi yang kami bayangkan. Ada apa gerangan? Tidak biasanya istana sudah seramai ini pada jam tujuh pagi.


Dengan sedikit  kesulitan karena banyaknya orang yang berlalu lalang, Amy mengemudikan mobilnya. Kemudian setelah sampai, dia meminta bantuan beberapa orang prajurit untuk mengeluarkanku dan kursi rodaku dari mobil. Untuk selanjutnya dia mendorongku dan kursi rodaku masuk ke dalam istana.


“Hai Diamond, senang sekali melihatmu sudah bisa keluar dari rumah sakit.” Seorang pria berperawakan tegap dalam seragam militernya menghampiri kami di tengah keributan. Dia adalah Kolonel Toshi, pimpinan tertinggi South line dan atasan Opal.


“Padahal aku baru saja akan menjengukmu setelah ini. Kau dapat salam dari semua anak buahku di South line,” lanjutnya beramah tamah padaku.


“Ada apa kolonel? Mengapa disini ribut sekali? Mengapa pula anda di istana sepagi ini?” Tanya Amethys pada Toshi tanpa basa-basi.


“Ah nona Sumeragi. Ternyata anda bahkan jauh lebih cantik jika dilihat dari dekat begini.” Jawab Kolonel Toshi jelas-jelas tampak terpesona pada Amethys.


Yah bagaimana pun juga Toshi lelaki normal dan masih singgle. Wajar sekali dia terpikat dan bersifat begitu pada Amy.Tapi tetap saja ada sensasi menggelitik tidak menyenangkan untukku demi mendengarnya merayu wanitaku di depan mata kepalaku. Gak terima rasanya, cewekku ini oi!


“Saya diminta untuk menghadap, apa kalian juga ingin menghadap? Bagaimana kalau kita bersama-sama saja?” Dia menjelaskan dan memberikan jalan kepada kami. Kelihatan senang bisa berjalan berdampingan dengan Amy. Awas saja kalau kamu berani macem macem sama Amy ya Tosh!


Kami berdua serempak mengangguk dan berjalan beriringan bersama dengan kolonel muda itu, menuju ke ruang pertemuan istana.


Ada apa ini? Kenapa aku tiba-tiba merasa tidak enak? Firasat tidak menyenangkan akibat suasana yang sangat janggal ini. Pasti telah terjadi sesuatu yang sangat buruk disini. Apakah tentang Jasper?


Duh. semakin keras memikirkannya semakin membuat kepalaku sakit saja.


Kami bertiga dipersilahkan masuk ke dalam ruang pertemuan istana. Ruangan super luas dan megah dengan lantai dan dinding serta pilar-pilar besar tebuat dari batu pualam berwarna putih mengkilat.


Permadani merah terhampar memanjang dari pintu masuk sampai singgasana ratu yang jauh lebih megah lagi. Singgasana yang tebuat dari emas putih dan bertahtahkan batu delima. Banner-baner merah bergambarkan lambang kerajaan juga turut menghiasi seluruh penjuru ruangan.


Disana dapat kulihat ayahku sedang berbicara kepada beberapa orang letnan dengan sangat tegang dan resmi, memerintahkan sesuatu kepada mereka. Dibelakangnya, paduka ratu terduduk lemas diatas singgasananya. Kelihatan sangat pucat, sedih, terpuruk dan lebih berantakan dibanding penampilan kesehariannya yang terkesan cantik, sempurna dan agung. Apa telah terjadi sesuatu?


“Diamond? Apa yang kau lakukan disini nak? Kau masih belum boleh banyak bergerak, kenapa malah berkeliar disini?” Paduka ratu langsung beranjak dari singgasananya, menghambur kearahku begitu menyadari kehadiran kami.


Aku menggelengkan kepalaku untuk menjawabnya. Menghemat kata-kata karena berbicara merupakan penderitaan tersendiri bagiku saat ini.


“Ada apa, Bi?” tanyaku pada beliau.


Dapat kulihat dengan jelas tubuh paduka Ratu bergetar, air matanya mulai meleleh, beliau sedikit terhuyung kebelakang, seperti mau pingsan. Sial tubuhku bahkan tak bisa kuangkat dari kursi roda, aku tak akan bisa menangkap tubuh beliau.


Untung saja ayahku menyadarinya, beliau segera beranjak dari tempatnya dan menangkap tubuh paduka, menyangganya agar tidak jatuh.


“Jez, Jasper hilang, Diamond! Dia pergi dari istana! dia pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun padaku…” Lanjut Paduka disela-sela tangisnya yang pecah.


Jantungku seakan melorot beberapa centimeter demi mendengarnya. Tidak mungkin! Sesuatu yang paling aku takutkan telah terjadi. Bagaimana mungkin jasper dapat bertindak sebodoh itu? Dan sialnya kenapa aku tak bisa menghentikannya?


“Jasper tidak pergi sendirian. Saphir dan Platina ikut hilang bersamanya. Menurut dugaanku sersan Zircon dan sersan Opal juga bersama mereka.” Ujar ayah menambahkan, melemparkan pandangan dingin menusuk penuh rasa curiga padaku.


Hei yang benar saja, apa ayah pikir aku ada kaitannya dengan kejadian ini? Bagaimana mungkin aku tega membiarkan Jasper yang tak tahu kerasnya dunia luar istana itu pergi tanpa pengawalan? Apalagi Platina dan Saphir adik kandungku sendiri? Tidak mungkin aku akan mengijinkan gadis-gadis manja itu ikut bersamanya. Never.


“Permisi paduka Ratu, Perdana mentri dan mentri Syu, saya menghadap memberikan laporan.” Kolonel Toshi memberitahukan kehadirannya yang terlupakan oleh kami.


“Saya sudah menghubungi South line dan North line, tetapi baik sersan Opal Sumeragi dan sersan Zircon Zankovick yang seharusnya sudah tiba di markas masing-masing sejak kemarin, sampai saat ini belum tiba disana. Hamba yakin mereka ikut pergi bersama dengan pangeran Jasper.”


“Tidak! Mereka tidak akan melakukan hal sebodoh itu!” Amethys yang sedari tadi diam saja ikut angkat bicara. “Bagaimana mungkin mereka dapat pergi dari istana tanpa ketahuan oleh siapa pun?”


“Mereka pergi dengan mengendarai gearnya masing-masing. Beberapa prajurit penjaga perbatasan ibukota memergoki mereka dan sempat melakukan pengejaran menggunakan gear. Tersangka penerobosan adalah tiga buah gear yang dikenali sebagai Advandli, Seraphin dan Serphen."


Kali ini mentri Syu yang menjawab, beliau adalah mentri yang bertanggung jawab soal pertahanan dan keamanan ibukota.


"Para prajurit sempat mengejar ketiga gear itu sebelum akhirnya mereka diringkus oleh dua gear lainnya yang sudah menunggu di luar dinding penjagaan, yakni Fenrir dan Hydra. Kami masih menyimpan rekaman peristiwa itu sebagai bukti”


“Ini sudah keterlaluan, mereka pergi tanpa ijin dengan membawa gear-gear kerajaan. Dua orang putri dan seorang pangeran. Walaupun ada sersan Zircon dan sersan Opal, saya tidak yakin mereka akan baik-baik saja.” Kolonel Toshi menambahkan, membuat suasana semakin sunyi dan mencekam.


“Satu hal yang membuat saya bertanya-tanya adalah kenapa kalian berdua ada disini pada jam sepagi ini? Bagaimana kalian bisa tahu bahwa ada keributan di istana sementara hal ini masih menjadi top secret kerajaan?” Mentri Syu memanfaatkan keadaan untuk memojokkan dan mencurigai kami.


Sejujurnya beliau mempunyai dendam pribadi padaku. Mentri Syu ini adalah ayah dari sersan Mao, mantan sekretarisku di West line. Seperti kebanyakan orang beliau juga mengira aku dan anaknya adalah sepasang kekasih, dan beliau mungkin mengira aku mencampakkan Mao sehingga gadis itu meminta dipindah tugaskan dari West Line. Padahal kenyataannya Mao sendiri yang meninggalkanku.


“Semua orang tahu bahwa kalian berdua, terutama Kolonel Diamond sangat dekat dengan mereka. Tak akan mengherankan jika dia ikut membantu mereka melarikan diri”


Kalau dalam keadaanku yang biasa pasti sudah kutonjok sampai jatuh orang tua kurang ajar itu! Tapi saat ini aku benar-benar tak berdaya, selain karena keadaan tubuhku, aku juga tak punya alasan menolak keterlibatanku dalam tindakan mereka…Yah walaupun kali ini aku adalah innocent people.


“Kami hanya ingin menemui Paduka Ratu” Jawab Amethys kelihatan sangat tidak suka dengan tuduhan yang dilimpahkan padaku.


“Ahaa, Nona Sumeragi!” Cengir mentri Syu lebar penuh kebencian, jangan-jangan dia juga membenci Amy? Mungkin dia berfikir aku meninggalkan anaknya karena Amy? Padahal Mao sendiri yang mendorongku untuk mendapatkan Amy…


"Saya rasa anda juga turut andil dalam rencana ini. Sersan Opal sumeragi adalah adik kandung anda bukan?”


“Ya, memang Opal adalah adikku dan mereka berlima juga sangat dekat dengan kami. Tapi kami sungguh tak tahu apa-apa tentang rencana mereka. Kami tak tahu menahu soal kaburnya anak-anak itu. Mereka bahkan tidak pernah mengunjungi rumah sakit sejak dua hari sebelum ujian Jasper” jawab Amethys.


“Apakah ada buktinya?” Mentri Syu semakin memdesak dan  memaksa.


“Tentu saja! Anda bisa menanyakan lansung pada semua orang di rumah sakit” Tantang Amethys tak mau kalah. "Rekaman cctv kamar Diamond jg bs jadi bukti"


“Kalau begitu biar saya saja yang mencari informasi ke rumah sakit.” Kolonel Toshi menengahi pada waktu yang tepat. Sementara itu ayahku dan bibi Nefrit hanya diam membisu, mempertimbangkan kemungkinan keterlibatan kami.


“Tidak perlu. Terlalu memakan waktu dan tidak dapat dipastikan tingkat kebenarannya” tolak mentri syu.


“Kalau kalian berdua memang tidak bersalah, buktikanlah dengan ‘mind reading’ disini dan sekarang juga” tambahnya sinis.


..._______#________...


🌼Yuuuuks gaes PLIIIIS jangan lupa kasih LIKE, VOTE dan KOMEN 🌼