Almekia Kingdom

Almekia Kingdom
86. Zircon - Fight



Setelah menemui Diamond di ruangannya aku beranjak ke ruangan karantina peserta. Check in kehadiran dan pengarahan singkat sejenak. Seperti biasa panitia menjelaskan peraturan untuk babak final ini yang kurang lebihnya dengan pertandingan sebelumnya.


Setelah breafing singkat selesai, panitia mempersilahkan kami kedua finalis untuk memberikan sedikit kata-kata sambutan. Sambutan yang akan disiarkan secara langsung di layar-layar super besar di seluruh turnamen hall. Yang akan dapat ditonton secara langsung oleh seluruh pemirsa yang hadir di gedung ini.


'Apaan coba?' Aku paling malas kalau harus berurusan dengan pemberian speach begini.


Jade dan aku dipanggil untuk melakukan rekaman di ruangan siaran. Disana sudah ada Ruby yang sudah siap on air di tengah studio.


Panitia mengatakan pada kami, Jade yang akan berbicara setelah Ruby selesai. Yah paling tidak aku bisa melihat dulu apa saja yang harus diomongkan nanti. Bisa dicontoh kurang lebihnya ngomong apa.


Dari layar di ruang studio dapat kulihat hasil rekaman yang disiarkan secara langsung itu. Ruby sudah bersiap memberikan sambutannya. Wajah cantik gadis itu terlihat jelas di layar. Wajah yang sejak tadi ingin kulihat sebagai penyemangat pribadiku sebelum pertandingan final ini.


Ternyata dia sudah sibuk mengurusi segala tentang turnamen ini dari tadi. Pantesan saja tidak ada di ruangannya waktu aku mencarinya.


"Haloooo selamat sore semuanya? Akhirnya kita sudah sampai di babak final yang dinanti-nantikan. Jangan lupa berikan dukungan kalian untuk finalis andalan masing-masing." Ruby mulai memberikan sambutannya.


"Siapakah yang akan berhasil menjadi juara turnamen tahun ini? Siapa pula yang akan menjadi pria yang akan menikah denganku nanti? Jadi gak sabar dan deg-degan juga ni akunya." Ruby berkata dengan tingkah genitnya yang membuatnya semakin imut.


"Daripada hanya menebak-nebak bagaimana kalau kita langsung saja kenalan dengan kedua finalis kita? Mari kita sambut tuan Jade dan tuan Zircon yang akan menyapa kalian." Ruby mengakhiri sambutannya dengan mempersilahkan Jade menggantikan tempatnya yang menghadap mic.


"Selamat sore, aku Jade Nightray. Pastikan kalian untuk mendukungku karena aku yang akan memenangkan pertandingan hari ini." Jade memberikan sambutan singkatnya dengan nada sangat sombong.


'Brengsek! Sambutan macam apa itu?' Umpatku kesal. Mana bisa ditiru coba? Bisa digebukin masa kalau aku bersikap sesombong dirinya.


"Halo...Aku Zircon. Aku akan berusaha memenangkan pertandingan final ini." Sudah cukup gak usah banyak-banyak, aku mengangguk dan mundur dari mic. Menyelesaikan sambutanku. Bodoh amat kalau sambutanku terkesan garing dan tidak menarik.


Selanjutnya MC mengambil alih pembicaraan dan mempersilahkan aku dan Jade untuk ke hanggar gear. Melakukan beberapa persiapan sebelum pertandingan. Jade langsung meninggalkan ruangan tanpa permisi dan aku mengikuti langkahnya dari belakang untuk keluar ruangan.


"Tuan Zircon..." Ruby menghampiri aku saat Jade sudah keluar ruangan.


"Ya nona Ruby?" jawabku padanya.


"Fight! You can do it!" Ruby memberiku semangat dengan mengepkan kedua jemarinya.


"Thanx," aku berterima kasih sebagai jawaban untuknya. Kemudian beranjak pergi dari ruangan itu ke hanggar gear.


Tepat pukul empat sore, sesuai waktu yang dijanjikan untuk pertandingan final turnamen Bloody Hell. Aku sudah berada di hanggar gear, menaiki gearku Fenrir.


Kuambil sebilah pedang bergagang biru dengan ukiran kepala naga di tangkainya. Kuselipkan di pinggang Fenrir. Kuambil juga dua bilah pedang pendek yang kuletakkan di kedua lututku. Terakhir kuambil dua senapan Laras pendek dan kugenggam erat di kedua tanganku.


"All set?" tanyaku pada Fenrir saat aku menghidupkan engginenya.


"All preparation done," jawab Fenrir.


Tak beberapa lama kemudian langit-langit hanggar gear terbuka dan dapat kudengan gemuruh teriakan memenuhi seluruh arena. Langsung saja aku menerbangkan gear biruku dan kudaratkan di tengah arena pertandingan.


Jade dengan gear hijaunya juga telah hadir disana. Berdiri tegak di tengah arena siap menantangku. Dapat kulihat gear hijau itu memakai rangkaian senjata yang sama persis denganku. Dua buah senapan, satu pedang panjang, dan dua short blade.


'Huh benar kata Opal, dia mengambil senjata yang sama persis dengan musuhnya. Dia benar-benar lawan yang menarik.'


"Hari ini adalah pertandingan final. Yang artinya pertandingan terakhir untuk musim ini. Jadi jangan sampai melewatkan kesempatan ini untuk bertaruh pada jagoan kalian masing-masing!"


"Tebaklah dengan tepat siapa yang akan memenangkan pertandingan hari ini! Pertaruhan akan dimulai bertepatan dengan dibunyikannya pistol tanda dimulai pertarungan!" Seperti biasa sang wasit juga tak lupa mengingatkan para penonton untuk bertaruh dan berjudi sebelum pertandingan kami dimulai.


“Baiklah sekarang akan saya perkenalkan sekali lagi dua orang gearmaster hebat yang telah berhasil melaju sampai ke babak final ini..."


"Di sebelah kanan dengan gear birunya Fenrir, adalah Tuan Zircon. Dia adalah pemuda tampan misterius yang baru pertama kali mengikuti turnamen ini." Sang wasit mengenalkan aku dan disambut dengan tepuk tangan riuh, teriakan, pekikan, siulan dan segala macam kegaduhan dari seluruh arena.


"Dan dihadapannya telah siap menantangnya dengan gear hijaunya Grock, Tuan Jade Nightray putra dari Jendral Obsidian Nightray. Tuan Jade adalah pemenang turnamen tiga kali berturut-turut sebelumnya." Sekali lagi tepuk tangan dan dukungan-dukungan membahana di seluruh arena, dukungan yang tentu saja jauh lebih meriah daripada yang diberikan padaku.


Bagaimana tidak, Jade sudah terkenal dan memiliki nama disini. Sementara aku hanya dikenalkan sebagi pemuda misterius yang baru pertama kali mengikuti turnamen ini. Benar-benar kalah pamor.


Aku dapat mamastikan pastilah sebagian besar orang akan bertaruh atas nama Jade daripada aku. Membuat pertandingan ini semakin menarik dan menantang saja, membuatku semakin bersemangat untuk menghajar dan mengalahkan Jade Nightray.


"Kalian berdua siap?..." Sang wasit bertanya kesiapan kepada kami berdua.


“Ready?!....GOOOOOO!!!”


Dari kejauhan terdengan ledakan pistol yang ditembakkan oleh sang wasit di suatu tempat di arena. Langsung disambut dengan tepuk tangan dan gemuru riuh dari penonton di segala penjuru arena.


Aku mengingatkan diriku...'THE BATTLE BEGIN'.


“Let’s have fun, Fenrir.” Ujarku pada Fenrir.


Mengingatkannya bahwa pertandingan kami telah dimulai. Aku langsung menodongkan kedua laras senapanku pada gear Jade dan tanpa kompromi lagi kutembaki gear itu. Gear hijau itu langsung melesat meliuk-liuk menghindari rentetan tembakan ganas yang kulancarkan.


Gear hijau Jade dengan cepat memperbaiki posisinya dan segera melancarkan serangan balasan. Dia menerjang mendekatiku sambil terus menembakkan kedua senapan di tangannya ke arahku.


Aku pun tak mau kalah, kutembaki juga gear itu dengan kedua senapan yang kugenggam ditanganku. Kugerakkan gearku juga mendekatinya, menerjangnya.


Kedua gear kami sama-sama tak memperdulikan tembakan yang mengenai tubuh gear kami. Ledakan-ledakan terjadi saat peluru-peluru dari senapan kami beradu dan saling bertemu, menghancurkan satu sama lain.


Ledakan dan percikan api juga terjadi saat salah satu dari kami gagal menahan serangan peluru dan peluru itu mengenai tubuh gear kami. Kami berdua tek memperdulikannya, semakin memacu gear kami dekat dan semakin dekat.


"PLAAAANK"


Suara keras terdengar di segala penjuru arena pertandingan saat kedua gear kami bertemu, bertabrakan. Kedua senapan kami beradu, saling menghunus, bertabrakan, dan menekan satu sama lain. Gerakan kedua gear kami terhenti, karena saling mendorong dan mengerahkan kekuatan pada senapan-senapan kami yang berhadapan.


Kedua gear kami berhadapan, saling memandang satu sama lain seolah kami berdua dapat melihat wajah sang pengemudinya masing-masing dari sana. Saling mengeram dan menumpahkan emosi terpendam kami dengan penuh kebencian.


Bagiku pribadi tak sulit untuk membayangkan wajah menyebalkan Jade dengan hanya melihat gearnya. Semakin membakar semangatku untuk menghajar pria itu. Mengalahkan pria brengsek dan menyebalkan itu. Aku pasti akan bisa menghajarnya.


Kubulatkan tekadku, kukerahkan segala konsentrasi dan daya upaya untuk melawannya.


..._______#_______...


🌼Yuuuuks gaes PLIIIIS jangan lupa kasih LIKE, VOTE dan KOMEN 🌼