Almekia Kingdom

Almekia Kingdom
80. Jasper - Fools



"Ready?....Goooo!!" terdengar wasit sudah menembakkan pistol serta meneriakkan aba-aba tanda dimulainya pertandingan semifinal kedua ini.


Dapat kulihat di layar, Simone langsung melemparkan kedua cakram gandanya keudara begitu pertandingan dimulai. Kedua senjata itu langsung mengejar dan mengincar gear Zircon, mengikuti kemanapun gear biru itu bergerak dan menghindar. Seakan kedua cakram itu mempunyai mata dan radarnya sendiri untuk dapat mengejar targetnya.


Zircon menerbangkan Fenrir kesegala penjuru arena untuk menghindari kejaran liar cakram ganda itu. Sesekali dia mengarahkan dan menembakkan pistolnya ke tubuh gear Simone yang mengontrol gerakan cakramnya dari jauh. Beberapa kali tembakan dan jurus combo Zircon masuk dan berhasil mengenai dan mekukai tubuh gear Simone.


Nampak jelas kedua gear itu sedang saling menjajaki kekuatan lawannya masing- masing. Keduanya sangat berhati- hati dalam melakukan serangannya.


Beberapa saat kemudian dapat kulihat Simone mengerahkan energi di tangan kanannya. Sepertinya dia akan menggunakan serangan chi untuk menyerang Zircon.


Di lain pihak kulihat Zircon pun sudah bersiap untuk menahan serangan energi itu. Zircon mengerahkan sebagian energinya membentuk barier shield dari udara mengelilingi gear birunya. Baerier pertahanan yang dapat menahan segala serangan chi.


Tembakan energi yang cukup besar itu dilepaskan oleh Simone dari telapak tangannya. Langsung melaju dan melesat kearah gear Zircon dengan kecepatan sangat tinggi.


Namun entah bagaimana tepat sebelum energi itu menabrak barier Fenrir, energi itu tiba-tiba meledak dengan sendirinya menjadi serpihan bunga-bunga api. Percikan bunga-bunga api yang betebaran dengan indahnya menghujani gear biru Zircon.


"Haaah? Dia tidak menyerang? Dia cuma ingin membuat kembang api?" pekikku keheranan.


"Apa maksudnya coba?" celetuk Saphir.


"Hahahaha ada ada saja," Opal ikut menimpali dan kami semua tertawa dibuatnya.


Seakan sama kagetnya dengan kami, seluruh penjuru turnamen menjadi heboh dengan gemuruh teriakan-terikan kagum dan tepuk tangan demi melihat kembang api itu. Bahkan tak jarang terdengar umpatan dan cacian pada Simone yang tak jadi menyerang Zircon. Menganggapnya menyia-nyiakan kesempatan Yang ada untuk menyerang.


Seakan tidak memperdulikan kehebohan penonton, Simone mengerahkan chi api dan menggabungkannya dengan kedua cakramnya. Kemudian dia kembali mengarahkan dan melemparkan cakramnya itu ke Fenrir. Mungkin dia mulai menyerang dengan serius kali ini. Serangan yang lebih mematikan.


Kedua senjata cakram itu bergerak memutar mengelilingi gear biru Zircon. Senjata itu berputar-putar dengan kecepatan tinggi dalam satu patern yang sedikit janggal sehingga membuat bentukan api berkobar sesuai jalur yang dilaluinya.


Kobaran api itu mengurung tubuh Fenrir dalam kobaran api yang membara. Kuamati lagi bentukan api berkobar yang mengellilingi tubuh Fenrir. Kurasa bentukan api itu sedikit janggal, berbentuk hati, love patern...Masa kebetulan? Atau memang disengaja?


"Hahahaha lihat apinya." Kali ini Kak Amethys yang tertawa renyah.


"Ini sih pernyataan cinta buat Zircon." Opal ikut menyeletuk sambil tertawa geli.


"Aku tak bisa membayangkan ekspresi Zircon saat ini ahahhaha." Tambahku tak dapat menahan tawaku membayangkan wajah kesal Zircon saat ini seperti apa. Mendapatkan pernyataan cinta se-sweet ini.


"Zircon pasti terharuuu." Celetuk Saphir sambil tertawa ngakak gak tertahankan.


Kurasa Zircon benar-benar kesal sekarang. dia mengerahkan energinya membentuk chi api juga yang digabungkannya dengan kedua senapannya. Ingin membalas serangan Simone.


Kulihat Fenrir menyatukan kedua senapannya, mensejajarkannya menjadi satu dan membidik, menembakkan bersamaan ke bagian dada gear Simone.


Kedua tembakan peluru itu melaju dengan sangat cepat kearah gear Simone tapi entah bagaimana dia dapat mengindarinya. Gear itu seakan dapat bergerak lebih cepat dari kecepatan peluru Zircon. Bahkan gear itu dapat meliuk-liuk dengan lincahnya menghindari kejaran peluru api itu. Sambil mencuri-curi peluang untuk mendekati gear biru Zircon.


Gear pink Simone kembali tak menyia- nyiakan kesempatan itu untuk menyerang gear biru Zircon. Sekali lagi dikerahkannya energi di tangan kanannya. Kemudian Simone kembali menerjang, mengacungkan tinjunya dengan tangan yang sudah dipenuhi energi.


Dapat kulihat posisi Zircon sedang tidak bagus, kuda-kudanya tidak stabil akibat tendangan tadi. Sepertinya Zircon tak akan dapat menghindari serangan Simone kali ini.


"Duaaarrrr....blaaaarrr!"


Terdengar suara ledakan yang hebat beberapa saat kemudian. Dapat kulihat kumpulan energi itu meledak disana, tapi tidak mengenai tubuh gear lawannya. Ledakan itu berhenti beberapa inci dari tubuh Fenrir, sama sekali tidak mengenai dan melukai gear biru itu.


Kumpulan energi itu meledak bukan sebagai serangan yang dahsyat tetapi sekali lagi energi itu berubah menjadi kembang api yang besar melesat dan meledak di udara diatas arena pertandingan. Menjadi bunga api yang indah dan menyala dengan terang benderang.


Ledakan bunga api itu membentuk pola yang berbentuk seperti kelopak bunga mawar yang sedang mekar sempurna. Ukuran kembang api ini bahkan jauh lebih besar dan bentuk detailnya jauh lebih indah daripada yang pertama tadi. Menghiasi langit sore diatas arena pertandingan dengan kemilau cahayanya yang terlihat berkilauan samar-samar, Indah sekali


"Apa-apaan ini? Hahahhaah" Kami berempat sontak tertawa melihat pamandangan arena dilayar kaca.


Melihat dengan mata kepala sendiri tentang keanehan demi keanehan yang terjadi di arena. Zircon... hahhahah bagaimana ekspresinya saat ini?


Seakan belum cukup membuat segala kehebohan yang sukses membuat seluruh yang hadir di tournamen hall ini ternganga, tercengang keheranan, gear pink Simone mengangkat kedua tangannya dan mengumumkan sesuatu. "Aku menyerah...Aku tak bisa melukai pria tampan seperti Tuan Zircon" Ujar Simone dengan pengeras suara gearnya sehingga dapat didengar oleh segala penjuru arena.


Segala pekikakan ketidak percayaan, kekecewaan, cemooh dan makin-makian penonton dari segala penjuru arena semakin bergemuruh dengan hebohnya. Banyak yang tidak dapat menerima keputusan Simone untuk menyerah. Mungkin mereka adalah orang-orang yang sudah bertaruh untuk kemenangan Simone dengan jumlah besar.


"Apa anda yakin untuk menyerah, Tuan Simone?" tanya wasit untuk memastikan.


"Benar. Percuma saja dilanjutkan, kalaupun menang di final juga harus berhadapan dengan Tuan Jadeku yang lebih tampan... Mana sanggup aku untuk melawannya"


"Baiklah pertandingan semifinal kedua saya nyatakan berakhir. Dengan Tuan Zircon sebagai pemenang dan beliau yang berhak untuk melaju ke babak final besok" Wasit akhirnya mengumumkan kemenanganku. Dan langsung diikuti dengan gemuruh teriakan heboh penonton dengan segala ekspresinya.


"Hahahah dia pria yang menarik!" Ujar Kak Amethys mengomentari.


"Gila! Dia pria sinting ahahaha" Celetuk Saphir


"Yah memang sangat menggelikan tapi toh kita diuntungkan oleh kesintinganya" Opal ikut menimpali sambil terkekeh.


"Hahhaha benar, Paling tidak Zircon dapat melaju ke babak final untuk kita." Jawabku ikut tertawa bersama mereka. Menertawakan pertandingan absurd barusan.


Entah mengapa pertandingan kali ini terasa sangat konyol. Seperti main-main saja. Bahkan keduanya sama sekali belum mengerahkan separuh kekuatan tempurnya tapi malah sudah berakhir begitu saja.


Tapi paling tidak Zircon berhasil keluar sebagai pemenang dan akan melaju ke babak final. Semoga saja dia dapat bertarung dengan baik besok melawan Jade. Memenangkan pertandingan dan menjadi juara turnamen tahun ini. Harapan kami hanya ada padanya sekarang.


..._______#_______...


🌼Yuuuuks gaes PLIIIIS jangan lupa kasih LIKE, VOTE dan KOMEN 🌼