
"Terlalu beresiko membiarkanmu bertarung sendirian, Diamond. Kak Amethys paling cocok untuk mendampingi dirimu." Jasper mendukung pendapatku lagi. Ikut khawatir akan keadaan Diamond.
"Huh orang lemah dan sakit-sakitan tak usah memprotes," ejek Zircon pada Diamond.
"Bisa apa kau yang cuma sanggup bertahan bertarung gear selama 10 menit hah?" Lanjutnya sinis.
"Apa kau bilang? paling tidak aku bisa melaju lebih jauh dari Opal dan Jasper di turnamen!" Ujar Diamond tak mau kalah.
"Lho kok bawa-bawa aku?" protesku padanya.
"Iya lagian aku kalahnya dari jade. Kau kan juga kalah olehnya kan," Jasper ikut protes.
"Ya kan Opal yang katanya lebih hebat dan bisa melindungiku nantinya? Tapi nyatanya dia malah dikalahkan banci seperti Simone hahahha." Ujar Diamond kelihatannya masih menyimpan dendam pada Simone, gara-gara kemarin pria itu merayu Kak Amethys habis-habisan di depan mata kepalanya.
"Waktu melawanku dia gak sesinting waktu melawan Zircon si," aku mencari alibi untuk kekalahanku.
"Maksudmu aku bisa menang melawan Simone karena beruntung?" Zircon ikut meninggi nada suaranya. Mungkin dia juga jadi emosi mengingat pertandingannya yang sangat memalukan melawan Simone. Bakal jadi aib sepanjang masa tuh.
"Memang!!" Jawabku, Jasper dan Diamond serempak kali ini. Menemukan kesepakatan untuk menghinanya.
"Coba wajahmu tak seganteng itu. Mana mau Simone mengalah untukmu hahhaha" Diamond tertawa ngakak mengingat pertandingan gila itu. "Simone benar-benar jatuh cinta pada wajah tampanmu."
"Mana tega aku menyakiti tuan Zircon yang tampan." tambahnya semakin keras tertawa.
"Benar juga. Aku tak cukup tampan untuknya. Mana mau Simone mengalah padaku huhuhu," Ujarku ikut mendukung ucapan Diamond.
"Aiiiishh Kalian awas ya!" Zircon tak dapat menemukan kata-kata untuk melawan aku dan Diamond sekaligus.
"Tapi bagaimana pun Tuan Zircon adalah pemenang turnamen. Kenyataan yang tak terbantahkan." Diluar dugaan kami, Ruby ikut membela Zircon.
"Nah lo, bininya gak terima hahahaha" celetuk Diamond diiringi tawanya. Aku dan Japser pun ikut tertawa bersamanya sedangkan Zircon semakin manyun wajahnya, kalah telah melawan tiga orang.
Tak beberapa lama kemudian ketiga wanita rempong tadi akhirnya menyelesaikan packing mereka. Ketiganya pun menghampiri kami berlima yang sedang berkumpul bersama.
"Kami sudah siap. Mari kita berangkat sekarang" Ujar Kak Amethys.
"Kami berangkat duluan, Zirc tolong kau jaga Jasper untuk kami," ujarku pamit sekalian menitipkan Jasper pada Zircon. Kusalami Zircon, Jasper dan Ruby bergantian.
"Jaga dirimu baik-baik. Jangan pergi terlalu jauh dari Zircon." Diamond juga memberikan kata-kata perpisahannya pada Jasper. Ikut menyalami Jasper, Zircon dan Ruby juga.
Kak Amethys dan Platina juga menyalami mereka bergantian tanpa berkata apapun. Sedangkan Saphir setelah menyalami Zircon dan Ruby, gadis itu menangis memeluk Jasper sangat erat sebagai tanda perpisahan mereka.
"Jaga dirimu baik-baik ya, aku akan menunggumu pulang di istana." Pamit gadis itu pada Jasper.
Jasper balas memeluk Saphir dengan sama eratnya. Untuk beberapa saat mereka berpelukan erat. Sampai akhirnya Jasper melepaskan pelukannya dan menepuk ringan pucuk kepala Saphir.
"Kau juga hati-hati di jalan. Kembalilah ke istana dengan selamat. Dan nantikan aku disana dengan aman," ujar Jasper pada gadis itu.
Sebagai penonton kami hanya sanggup berdeham dan senyum-senyum saja melihat tingkah kedua sejoli itu. Bahkan Diamond pun tak tega untuk memarahi Jasper yang telah mencium adik kesayangannya di depan matanya. Yah bagaimana pun mereka akan berpisah tak lama lagi dan entah kapan keduanya akan bisa bertemu lagi.
Kami berempat pun serempak mengikuti Saphir melompat masuki kokpid gear kami masing-masing. Tak beberapa lama kemudian Diamond dan Kak Amethys Menerbangkan gear mereka duluan keluar dari hanggar gear middle part ini. Kemudian kedua gear itu menghilang dengan kecepatan tinggi dari pandangan kami.
Lima menit kemudian aku menerbangkan gearku juga diikuti oleh gear Saphir dan Platina. Kami keluar dari hanggar gear dan terbang beriringan dengan kecepatan tinggi juga. Kubuat sambungan kepada keempat gear temanku untuk menghubungi mereka.
"Kecepatan konstan gaes, 127 km/jam. Jika tak ada halangan tepat tengah hari kita akan sampai di markas besar Westeline." Ujarku memberi komando agar seluruh temanku itu mengatur kecepatan gearnya menjadi auto pilot dengan kecepatan konstan 127km/jam.
"Ikuti arah yang kami ambil," Kak Amethys mengirimkan jalur penerbangan Leviathan dan Phoenix yang sudah terbang lebih dahulu sebelum kami.
"Good luck semuanya. Tetap waspada dan jangan lupa memberi tanda setiap ada sesuatu yang tidak beres." Lanjutnya yang langsung kami berempat balas dengan anggukan menyetujui.
Berkat peta zona bebas yang diinstal dalam program navigasi gear kami, hanya dalam waktu singkat kami sudah dapat keluar dari wilayah kota Bloody Hell dan memasuki zona bebas. Hamparan padang pasir maha luas menyambut kami. Terlihat tenang dan sunyi dalam kegelapan pagi sebelum sang surya mulai menampakkan sinarnya.
Tak perlu banyak waktu pula untuk kembali membuktikan betapa berbahayanya zona bebas ini. Baru beberapa kilo meter saja melewati tempat ini, kami mendapati bangkai gear yang masih mengepulkan asapnya. Tanda bahwa mereka meledak tidak lama sebelum kami lewat.
Pasti mereka adalah segerombolan perampok yang berusaha menyerang kami, bukan perampok biasa karena mereka juga memakai gear walaupun tidak begitu canggih. Tapi bagaimanapun juga yang namanya gear tetap saja berbahaya dan merepotkan untuk dihadapi. Diamond dan Kak Amethys pasti yang telah meringkus mereka untuk membuka dan memudahkan jalan bagi kami bertiga.
Harus kuakui mereka berdua adalah pasangan yang sangat sadis jika menyangkut pertarungan melawan perampok padang pasir ini. Mereka tak akan ragu untuk meledakkan dan menghancurkan gear lawannya. Tak ingin mengambil resiko yang membahayakan diri mereka dan kami bertiga yang akan menyusul mereka.
Parahnya hampir setiap beberapa kilometer berjalan, selalu ada saja bandit atau perampok ber-gear yang menghadang. Seakan mereka sudah mengawasi kami dari jauh, mengamati pergerakan kami dan menyerang kami pada saat yang tepat.
Kebanyakan para perampok itu telah dibereskan oleh Kak Amethys dan Diamond begitu kami melewatinya. Hanya menyisahkan bangkai-bangkai gear yang telah meledak. Dan kami pun tak tahu bagaimana nasib pilot yang mengendalikanya.
Namun beberapa kali juga kami bertiga diharuskan bertarung melawan sergapan para perampok padang pasir itu. Entah mereka berhasil kabur dari serangan kedua gear perintis kami. Atau memang mereka sengaja bersembunyi dan menunggu kedatangan kami bertiga sebelum menyerang.
Kak Amethys membuat sambungan Pribadi padaku beberapa jam kemudian setelah matahari sudah mulai bersinar dengan teriknya. Bahkan di pagi hari pun suasana padang pasir sudah begitu kering dan panas menyengat.
"Opal, kami perlu berhenti sebentar. Diamond kelelahan." Ujarnya meminta ijin.
"Baiklah. Lima belas menit. Kami juga akan berhenti sejenak untuk beristirahat" ujarku menjawabnya.
Benar dugaanku, Diamond masih belum bisa mengendalikan gear dalam waktu terlalu lama. Dia memang sudah terlihat sembuh seperti orang normal. Tetapi tetap saja mengendalikan gear selama berjam-jam akan menguras tenaganya secara konstan dalam waktu yang lama.
Kemudian kubuat sambungan kepada kedua gear Saphir dan Platina untuk ikut berhenti dan beristirahat selama lima belas menit. Kedua gadis itu sepertinya juga sudah sedikit lelah juga, wajah mereka terlihat bahagia saat aku mengatakan untuk beristirahat.
Setelahnya lima belas menit berlalu kami melanjutkan perjalanan lagi dengan kecepatan konstan yang sama. Menjaga jarak antara kedua tim kira-kira lima sampai sepupuh menit perjalanan.
Setiap satu jam sekali kami berhenti untuk beristirahat. Tentu saja untuk menyesuaikan ritme Diamond yang bahkan menolak untuk diistimewakan sebagai seorang pasien. Benar-benar keras kepala memang temanku yang satu itu. Setibanya di West Line pasti akan kupaksa dia tidur dan beristirahat di tabung penyembuh nanti. Untuk memulihkan tubuhnya.
..._______#_______...
🌼Yuuuuks gaes PLIIIIS jangan lupa kasih LIKE, VOTE dan KOMEN 🌼