
Ruangan karantina terbilang sedikit mewah untuk ukuran bangunan-bangunan di BloodyHell ini. Di sana sofa-sofa ditata berjajar merapat ke dindingnya. Meja-meja penuh jamuan makanan dan minuman, serta layar super besar telah tersedia di salah satu dinding ruangan. Menampilkan keadaan di arena gear ground tempat kami akan bertarung nantinya.
Kuamati sekelilingku, hanya ada 11 orang disini. Meraka adalah orang-orang yang merupakan survivor babak penyisihan termasuk kami bertiga. Jade dan kedua perwakilan Ruby tidak ikut masuk ke ruangan karantina ini. Mungkin mereka menunggu di ruangan special lainnya.
Beberapa panitia juga siap berjaga untuk mengatur regulasi peserta yang akan bertarung berikutnya. Mereka berdiri di sebelah pintu yang akan menghubungkan ruangan karantina kami ke hanggar gear. Serta berjaga pula di pintu yang menghubungkan ruang karantina dan main hall.
Mungkin untuk memastikan kelancaran dan jalannya pertandingan serta mencegah adanya peserta yang kabur sebelum jadwal pertandingan nya.
Turnamen dibuka dengan sapaan dari sang membawa acara. Dan untuk mengawali babak pertama pertandingan grup A. Petarung pertama, Fei sudah dipanggil beberapa saat yang lalu untuk bersiap memasuki hanggar gear.
Tak lama kemudian dapat kami saksikan di layar gear hitam dan putih memasuki arena. Panitia menjelaskan dan memperkenalkan bahwa pilot gear putih adalah perwakilan Ruby 1, sedangkan gear hitam adalah Fei.
Tak ada wasit yang turun langsung di arena untuk pertandingan ini, tentunya tak akan ada yang dapat menghentikan pertarungan gear yang bisa saja semakin brutal. Sama sekali berbeda dengan duel gear di istana yang sudah terjamin keamanannya. Kalau disini tak akan mengherankan kalau peserta turnamen dapat saling membunuh.
Hanya ada komentator juri yang berbicara dari tempat lain bertindak sebagai wasit. Setiap peserta diberi hak untuk menyerah jika sudah merasa tidak dapat melanjutkan pertarungan, atau akan terus berjuang habis-habisan. Bertarung sampai mati tentu saja.
Begitu aba-aba dari sang wasit dimulai, gear putih langsung melesat dengan kecepatan sangat tinggi. Gear itu menebaskan pedangnya, menyayat gear hitam milik Fei dengan sekali tebas. Sunyi beberapa saat sampai akhirnya gear hitam itu jatuh tersungkur, terbelah menjadi dua dan tak bisa berdiri lagi.
Untuk sesaat suasana sempat sunyi, semua yang hadir membutuhkan waktu beberapa detik untuk mencerna kejadian yang baru saja mereka saksikan. Kejadian yang terlalu cepat.
Sorakan riuh dan tepuk tangan langsung menggema dimana-mana ketika sang juri mengumumkan kemenangan dari gear putih perwakilan Ruby.
"Gila! Bagaimana dia bisa melumpuhkan lawannya dengan sekali tebas?" Tanyaku keheranan dan berdecak kagum tanpa bisa ditahan.
"Dia mengalirkan chi angin untuk mempertajam pedangnya," Jawab Zircon sambil kedua matanya tetap memperhatikan layar.
"Tapi tetap saja tak semudah yang terlihat. Dibutuhkan tenaga yang sangat besar dan ketepatan tinggi untuk bisa melakukan tebasan begitu. Yang pasti pilot gear putih itu memiliki kemampuan tempur yang mengerikan." Zircon menambahkan.
"Sekarang giliranku" Saphir pamit pada kami, memenuhi panggilan dari panitia untuk ke hanggar
"Doain aku ya," lanjutnya berlari ringan ke arah hanggar gear. Aku dan Zircon langsung mengangguk padanya sebagai penyemangat.
Tak lama kemudian gear hijau yang dikendlikan Saphir memasuki arena diikuti oleh gear jingga yang piloti oleh Jack. Begitu wasit meneriakkan tanda dimulainya pertandingan, gear jingga langsung menodongkan senapannya, memberondong Saphir dengan tembakan yang bertubi-tubi. Untuk beberapa saat gear hijau Saphir hanya diam tak bergeming.
Rupanya Saphir belum bisa mengendalikan gearnya sepenuhnya, membuat jantungku seakan melorot beberapa centi saking mencemaskan keadaannya. Apa dia akan baik-baik saja?
Tapi betapa salahnya aku beberapa saat kemudian Saphir sudah dapat mengendalikan gearnya. Gear hijaunya bergerak dengan sangat lincah dan meliuk-liuk untuk menghindari rentetan tembakan dari musuhnya.
Saphir agak sial mendapatkan musuh dengan senjata senapan. Sementara dirinya hanya mendapat dua pedang kembar sebagai senjata.
Selama beberapa saat Saphir hanya terbang kesana kemari sambil mencari celah untuk menyerang Jack dengan gear jingganya. Kemudian entah memang sudah direncanakannya atau kebetulan saja, gear Jack terjepit di sudur arena sehingga tidak dapat dengan leluasa untuk menembakkan senapannya.
Gear jingga itu terdiam beberapa saat sebelum menyatakan menyerah. Suara sorakan dan tepuk tangan kembali bergemuruh saat juri mengumumkan kemenangan Saphir.
Ada rasa lega dan bangga sekaligus yang kurasakan demi mengetahui kemenangan gadisku ini. Tak diragukan lagi, kemampuan gearnya bisa diandalkan. Bahkan mungkin lebih baik dari kemampuanku.
"Giliranmu Jez, good luck," Zircon mengingatkanku sebelum panitia memanggil namaku.
"Tentu. Aku tak akan kalah" Jawabku dengan penuh keyakinan dan percaya diri.
Begitu sang petugas memanggil namaku aku langsung menyahut dan beranjak ke hanggar gear. Saphir tersenyum dan memberikan simbol "v" untukku saat berpapasan di hanggar.
Kudapati sebuah gear berwarna merah menungguku bersama seorang petugas. "Jasper? Ini gear yang akan kau kendarai" petugas itu menyapaku saat aku mendekat kepadanya.
Aku mengangguk sebagai jawaban, dan langsung menaiki gear merah itu. Begitu masuk ke kokpid kuamati keadaan sekitarku, gear ini benar-benar bobrok. Rasanya lebih layak disebut sebagai besi tua daripada sebuah gear.
Layar komputer di depanku terdapat retakan besar, handel, tuas dan sebagian besar peralatan di kokpid sudah berkarat dimana-mana. Duh mudah-mudahan saja gear ini masih bisa berfungsi dengan baik. Bahkan gear standart yang biasa kupakai untuk latihan di istana jauh lebih baik dari ini.
Kunyalakan komputer utama gear merahku, kuperiksa perlengkapan gearku. Senjata yang kudapatkan untuk gear ini sebuah tombak. Segera setelah segala persiapan selesai, kuterbangkan gear merah ini ke arena pertandingan.
Tak lama kemudian David lawanku juga mendarat hadir di arena dengan gear hitamnya. Gear itu menggunakan senjata sebilah pedang. Yah paling tidak jangkauan seranganku lebih luas dari dia.
Setelah memastikan kesiapan kami, juri pun memulai pertandingan kami setelah terlebih dahulu memperkenalkan kami berdua kepada para penonton.
David langsung melompat padaku bersiap menusukkan pedangnya, kuarahkan gagang tombakku untuk menahanya. Kumanfaatkan momentum saat dia sedikit kehilangan keseimbangan, kulemparkan gear itu keudara. Lalu kusambut dengan pukulan gagang tombakku yang membuatnya terhempas ke tanah.
Kulanjutkan seranganku dengan menusukkan tombakku ke tubuh gear hitam itu. Diluar dugaanku David dapat berguling untuk menghindari seranganku. Kemudian dia memperbaiki posisinya dan melakukan tendangan padaku. Membuatku terpental beberapa meter dari tempat asalku.
Sebisanya kuberdirikan kembali gearku, mengambil kuda-kuda untuk menahan serangan David. Aku bisa menahan serangan pedangnya dengan tangan kiriku.
Kukerahkan dan kualirkan tenaga dalamku membentuk aliran listrik ke tombakku sebelum akhirnya kulayangkan seragan tusukan ke gear David. Gear hitam itu terdiam membeku karena sengatan listrik, sebelum akhirnya menyatakan menyerah.
Wasitpun akhirnya meneriakkan kenanganku. Dapat kudengar ribuan tepuk tangan bergema dan sorakan serta siulan sampai ke arena pertandingan ini.
Aku lega sekali mendengarnya, akhirnya aku bisa memenangkan pertandingan ini. Akhirnya aku bisa melaju ke babak selanjutnya turnamen ini. Selangkah lagi lebih dekat kepada tujuanku.
...________#________...
🌼Yuuuuks gaes PLIIIIS jangan lupa kasih LIKE, VOTE dan KOMEN 🌼