Almekia Kingdom

Almekia Kingdom
98. Opal - Gifts



Setelah berbagai prosesi resmi acara pesta pertunangan antara Zircon dan Ruby, beberapa orang tamu akhirnya minta untuk undur diri. Satu persatu dari mereka pamit sehingga hanya menyisakan sedikit orang yang masih tinggal dan berkumpul di rumah kemenangan Zircon sampai malam.


Aku dan Platina masih asik bercengkrama berdua di salah satu meja meja tamu. Jasper dan Saphir juga sepertinya sedang berbincang-bincang dengan Ruby dan Zircon. Mungkin Jasper sedang mencoba mencari informasi yang mungkin didapatkan tentang paman Obsidian dari Ruby.


Dan tak jauh dariku, berdirilah Simone yang anehnya kali ini dia tak ada niatan merayu para lelaki. Mungkin karena dia melihat semua pria sudah membawa pasangan masing-masing. Dia tak ada niatan untuk merayu Zircon, tentu saja karena dia bisa dihajar Ruby kalau dia berani melakukannya.


Simone juga sama sekali tak menggoda Diamond seperti yang dilakukannya sebelumnya. Dan anehnya kali ini pria nyentrik itu seakan berubah haluan. Sifatnya mendadak berubah 180 derajat. Sekarang dia bertindak layaknya the real gentleman, seorang bangsawan yang bermartabat.


Untuk apa? Untuk mendekati Kak Amethys!


Hahahha Aku ingin tertawa daritadi melihat wajah cemberut Diamond dibuatnya. Simone yang entah bagaimana mengerti banyak sekali tentang pengobatan tradisional. Mungkin pria itu memiliki pekerjaan sambilan sebagai tabib atau dukun hehe.


Dan Kak Amethys yang seorang dokter tentu saja sangat tertarik untuk mempelajari tentang ilmu pengobatan tradisional itu. Selain pengobatan modern dengan peralatan canggihnya, kakakku itu memang tak segan untuk mempelajari berbagai macam metode pengobatan. Tentang pengobatan magic yang memanfaatkan tenaga dalam, serta pengobatan tradisional dengan berbagai macam tanaman herbal.


"Jadi akar kering bunga ekor biru bisa dipakai untuk mengembalikan stamina?" tanya Kak Amethys bersemangat. Aku jadi ikut tertarik juga mengikuti pembicaraan mereka.


"Tentu nona cantik. Bangsa solaris sejak dahulu bahkan sudah membuat tablet elixir dari ekstrak bunga itu," jawab Simone dengan bangga.


"Bisa dipakai untuk tubuh orang solaris juga?" Tanya kakakku semakin antusias.


Tentu saja, karena itu berhubungan dengan Diamond. Mungkin masih melekat dalam ingatan kakakku bagaimana alotnya usaha yang dilakukannya untuk proses kesembuhan Diamond. Bagaimana susahnya tubuh solaris menerima prosedur pengobatan biasa.


"Sudah-sudah kalian sudah terlalu banyak berbincang!" Ujar Diamond kesal. Dia berdiri diantara Simone dan Kak Amethys, meutupi tubuh kakakku dengan tubuhnya sendiri. Menghalangi keduanya berhadapan.


"Sebentar Diamond! Lagi seru-serunya ni pembicaraan kita," protes Kak Amethys pada Diamond.


"Sepertinya tuan Diamond tidak suka dengan apa yang kita bicarakan, nona. Anda bisa pergi jika tidak suka." Ujar Simone seolah mendapat angin segar. Ucapan yang semakin membuat wajah Diamond terlihat dongkol tingkat dewa.


"Kauuuu! Awas kalau kau berani macam-macam. Amy adalah wanitaku!" Ancam Diamond pada Simone.


Tetapi temanku itu menurut saja saat kak Amethys menyuruhnya duduk tenang di kursi bersamaku dan Platina. Hanya dengan isyarat pandangan mata saja Kak Amethys dapat menjinakkan Diamond.


Aku dan Platina tertawa serempak saat Diamond menghempaskan dirinya keras-keras ke kursi di hadapan kami dengan muka ditekuk-tekuk. Kok bisa dia cemburu pada pria seperti Simone? Pria yang tidak jelas orientasi gendernya itu hehe.


Aku jadi ikut terheran-heran menyadari Simone ternyata juga tertarik dengan wanita. Simone seakan rela menanggalkan segala kenyentrikannya agar dapat mendekati dan berbicara dengan Kak Amethys. Pemandangan yang sangat aneh untuk dilihat, Simone merayu seorang wanita.


Perhatianku teralihkan pada Zircon dan Ruby yang sepertinya sedang membuka-buka kado dari para tamu yang datang. Kebanyakan para tamu yang hadir menghadiahi mereka barang-barang yang sekiranya dapat mereka gunakan untuk mengisi sebuah rumah baru. Rumah tangga baru.


"Apa itu?" Tanya Saphir keheranan pada sebuah botol transparan yang berisi cairan semi gel berwarna biru tranparan. "Pelumas?"


"Diamond!" Ujar Zircon geram saat membaca si pengirim kado itu adalah Diamond. Hahahah ada-ada saja masa dia memberikan kado lubricant pada acara pertunangan temannya? memangnya dia berharap Zircon dan Ruby mau ngapain?


"Hahaha ya kali aja butuh," jawab Diamond ringan sambil tertawa kegirangan.


"Ini lagi apaan coba?" Kali ini Ruby yang membuka hadiah yang sepertinya satu set obat herbal racikan pribadi. Obat perangsang dan obat penguat.


"Simone! Ini ulahmu kan?" bentak Ruby marah.


"Tapi aku percaya tuan Zircon sangat kuat untuk beberapa ronde bahkan tanpa obat sekalipun." Lanjutnya semakin menggoda kedua pasangan itu.


"Damn you!" umpat Zircon terang-terangan.


"Dan Opal apa ini?" Zircon keheranan membuka kado dariku. "Buku panduan pernikahan yang harmonis?"


"Hehe karena kupikir kau yang pertama akan melangkah lebih jauh diantara kami, jadi kau harus belajar manualnya dulu dari buku." Jawabku santai memberikan alibi kepada mereka.


"Gila! Gak ada kado yang beres disini." Keluh Ruby menyingkirkan kado-kado aneh tadi.


"Kadoku belum dibuka," Jasper tiba-tiba menyeletuk dengan nada sedikit kecewa.


Zircon mengambil satu kado berukuran cukup besar yang diingatnya sebagai pemberian dari Jasper.


"Apa? Apa ini Jez?" Ujar Zircon keheranan setelah membuka kado itu.


"Gear suit model lingerie? Seriously?" Ruby ikut keheranan melihat kado dari jasper.


"Kenapa? Kata penjual di toko, itu adalah barang paling digemari oleh pasangan pengantin baru," jawab Jasper dengan nada tanpa dosa.


"Hahahahahahahha."


Tawa kami semua langsung meledak bersama. Menyadari bahwa tak satupun dari kami yang berpengalaman untuk bertunangan atau menikah sebelumnya. Menyadari bahwa kami semua terlalu awam dan bingung untuk memilih kado yang tepat untuk sahabat kami yang akan melepas masa lajangnya. Untuk memulai hidup barunya.


Eit tapi masih belum lho yah. Pernikahan mereka ditunda! Ingat mereka baru bertunangan saja hehe.


Setelah prosesi pembukaan kado kami berdelapan kembali berkumpul bersama untuk mengadakan breafing ringan membahas keberangkatan tim pulang kampung besok.


Simone yang belum menyelesaikan penjelasan panjang lebarnya sudah diseret dan diusir keluar rumah oleh Diamond. Diamond sudah benar-benar kehabisan kesabarannya melihat Kak Amethys terus berduaan dan bercengkerama dengan pria lain tepat dihadapan mata kepalanya sendiri. Dasar bucin.


"Jadi begini Ruby," Aku memulai pembicaraan "Kami semua sebenarnya berasal dari istana Almekia Kingdom. Seperti yang kau ketahui aku dan Platina adalah putra dan putri menteri disana." Aku mulai menjelaskan asal usul kami pada Ruby.


Menurutku jika kami ingin mendapatkan kepercayaan dan bantuan sepenuhnya dari Ruby, yang pertama harus kami lakukan adalah kamu harus jujur. Jujur kepadanya untuk menceritakan maksud dan tujuan kedatangan kami ke kota ini.


"Aku dan Kak Amethys ini bersaudara. Dia kakak kandungku. Diamond adalah kakak dari Saphir. Kami semua disini termasuk Zircon juga adalah putra putri dari para menteri Almekia kingdom. Sementara Jasper adalah sang pangeran kerajaan," Aku memberi jeda. Membiarkan Ruby untuk berpikir sejenak dan mencerna semua ucapanku.


"Tujuan kami kesini adalah untuk memecahkan misteri besar yang terjadi di kerajaan kami. Misteri tentang kematian mendiang paduka raja Almekia kingdom, ayahanda Jasper."


"Seperti yang sudah diketahui secara umum, segala sesuatu tentang beliau sangat dirahasiakan oleh kerajaan. Bahkan Jasper yang merupakan putra kandungnya pun tak tahu apapun tentang beliau."


"Lantas? Apa hubungannya kalian kesini?" Ruby mencoba menerka hubungan antara tujuan kami dan kedatangan kami ke kota Bloody Hell ini.


..._________#________...


🌼Yuuuuks gaes PLIIIIS jangan lupa kasih LIKE, VOTE dan KOMEN 🌼