Almekia Kingdom

Almekia Kingdom
91. Zircon - Winning Prize



Panitia turnamen sudah heboh berlarian kesana kemari mengatur segala keperluan dan peralatan untuk membuat podium penghargan di arena. Arena pertandingan gear yang polos dengan hanya mimbar persegi dari bahan beton yang tidak menyenangkan. Kini telah disulap seketika menjadi lebih hidup dan meriah. Dengan berbagai pernak pernik podium.


Mimbar penghargaan tiga tingkat telah berdiri di arena pertandingan. Back drop setinggi dua meter dengan dikelilingi vas berisi bebungaan kering. Bertuliskan berbagai macam brand yang mendukung dan mensuponsori jalannya turnamen. Hiasan berupa pita-pita segala warna dan papper art juga tak ketinggalan ditempelkan secara apik di sana.


Seluruh juara tiga besar turnamen termasuk aku telah hadir pula disudut arena pertandingan. Aku sebagai juara pertama, Jade sebagai runner up, serta Diamond dan Simone yang menjadi juara tiga berdua sekaligus. Kami semua dikumpulkan sambil menunggu jalannya prosesi penghargaan dan pembagian hadiah.


"Hei ganteng, tak kusangka kau bisa mengalahkan Tuan Jade," sapa Simone padaku dengan genitnya.


"Hahahaha," Diamond tertawa ngakak tanpa ditahan-tahan lagi mendengarnya.


'Fvck!' Dia seakan tertawa diatas penderitaanku.


Aku diam saja malas menjawab celotehan Simone yang sangat menyebalkan.


"Aduuuuuhh semakin dingin semakin bikin meriang, tuan Zircon." Simone semakin genit menggodaku.


Sekali lagi aku hanya diam membisu. Kalau ditanggapi bisa makin parah dan menjadi-jadi dia. Biarin aja! Anggap gak denger dan gak lihat!


Dan si brengsek Diamond semakin keras saja tertawanya melihat reaksiku pada Simone.


"Aku senang sekali. Aku akan naik podium bersama tiga pria tampan sekaligus," ujar Simone seakan tak memperdulikan tawa Diamond.


"Tuan Zircon dengan ketampanan surgawi yang cool. Tuan Jade dengan ketampanannya yang sedikit sadis dan masokis, serta Tuan Diamond dengan ketampanannya yang cerah ceria," Lanjut Simone semakin mengoceh tak karuan.


Ocehan yang mampu membuat bulu kudukku meremang, berdiri dan kembali merinding. Sungguh geli dan mengerikan rasanya mendengarnya.


Diamond pun sampai menghentikan tawanya demi mendengar ocehan absurd Simone. Tak sanggup tertawa lagi menyadari Simone ternyata juga menyukai dirinya. Sementara Jade terang-terangan memberikan tatapan jijik pada Simone dan menusuk pada Simone. Jelas merasa terusik dan tidak senang.


"Tapi tenang saja Tuan Jade. Andalah tetap yang nomer satu dihatiku. Hanya namamu yang terpahat dengan indahnya disana." Pria itu semakin agresif mendekat ke arah Jade. Ingin memeluk Jade dengan kedua tangannya yang terulur kedepan .


"Shut up your fvcking mouth!" umpat Jade marah.


Jade bereaksi dengan sigap dan cekatan menghentikan tindakan Simone untuk memeluk tubuhnya. Jade menghindar dan menghempaskan tubuh pria itu begitu saja saat sudah semakin dekat dengan tubuhnya.


Simone terhempas dan tersungkur ke lantai, dengan sangat dramatis. Dia bersimpuh seperti pose orang terlantar dengan muka sedih dan air mata yang dibuat-buat. Sudah seperti adegan di film drama saja.


"Anda sungguh kejam Tuan Jade... Kejam sampai membuatku semakin mencintaimu...Oh tuhan apalah salahku yang terlanjur mencintainya seperti ini?" Ujar Simone semakin dramatis dan semakin gila saja. Membuat kami semua yang hadir disana saking merinding kegelian melihat dan mendengarnya.


"Hentikan tingkah menjijikkanmu atau akan kubunuh kau," ancam Jade. Dengan gerakan ringan dan cekatan, dia mencabut, mengarahkan pedangnya yang dari tadi tergantung di pinggangnya ke leher Simone.


"Hiiiiiii... ampun Tuan Jade. Ampuni aku yang terlalu mencintaimu. Mencintai tapi tak dapat memiliki," ujar Simone pura-pura ketakutan.


Tahu-tahu Simone sudah kabur secepat kilat dari hadapan Jade. Menghindari pedang Jade yang diarahkan ke lehernya, siap menggoroknya. Dan tanpa bisa dicegah, Simone bersembunyi di belakangku, seakan meminta perlindungan dariku.


"Go to hell!" Hardikku marah padanya.


"Huahahahha. Tolong aku sudah tak tahan lagi melihat tingkahmu! Aduh aduh perutku sampe sakit kebanyakan tertawa." Diamond tertawa terpingkal-pingkal sampai keluar air mata.


'Sialan! Bisa-bisa nya dia menertawaiku dalam kondisi begini.'


Kekacauan dan kehebohan karena ulah sinting Simone akhirnya terhenti ketika salah seorang panitia turnamen menghampiri kami untuk segera bersiap-siap. Membuat aku, Jade dan Diamond bisa sedikit bernapas lega. Acara pemberian hadiah bagi pemenang turnamen akan segera dimulai.


"Baiklah hadirin sekalian. Sekarang kita tiba di acara terakhir dari serangkaian acara turnamen Bloody Hell tahun ini. Tak lama lagi acara penghargaan untuk keempat juara turnamen akan segera kita laksanakan." Sang pembawa Acara hadir di tengah arena pertarungan. Seorang pria dengan dandanan rapi dengan setelan tuxedo nya yang perlente.


"Langsung saja kita sambut ke kedatangan juara ketiga yang pertama Tuan Simone, beliau merupakan juara turnamen tahun lalu. Kehebatannya dalam pertarungan fisik serta gear tak bisa diragukan lagi meskipun penampilannya sedikit nyentrik dan antik." Sang pembawa acara memperkenalkan Simone kepada seluruh penonton di turnamen hall.


Simone yang namanya disebut langsung melangkah ke tengah arena dengan melambai-lambaikan setangkai bunga mawar di tangannya. Entah darimana dia bisa mendapatkan bunga itu. Perasaan dari tadi dia tak membawanya?


"Juara ketiga yang kedua adalah Tuan Diamond, dia merupakan perwakilan pertama dari Nona Ruby. Jati dirinya masih merupakan misteri besar tapi yang pasti dia adalah seorang gear master yang sangat berbakat." Sang pembawa acara memanggil Diamond kali ini. Sesuai dugaanku, nama belakang dan asal usulnya sengaja dirahasiakan.


Diamond yang telah diperkenalkan juga berjalan santai ke tengah arena. Menaiki podium juara tiga tepat di sebelah Simone.


"Selanjutnya runner up kita tahun ini adalah Tuan Jade Nightray. Sepertinya banyak dari kita yang mengharapkan beliau untuk memenangkan pertandingan final dan menjadi juara tahun ini."


"Namun apalah daya dewa keberuntungan tidak berpihak padanya. Tuan Jade adalah pemenang turnamen tiga kali berturut-turut sebelum Tuan Simone. Untuk kemanpuan dan kehebatannya sudah tidak bisa diragukan lagi dan kita sudah sering melihatnya. Semoga tahun depan dia yang akan menjadi juaranya."


Sang pembawa acara memperkenalkan Jade dengan sedikit lebih panjang. Huh dasar deskriminasi.


Ucapan perkenalan Jade disambut sangat meriah oleh para penonton. Namun dapat kulihat Jade berjalan dengan wajah datar tanpa minat. Menghampiri podium dan menaiki tempat posisi ranking dua.


"Dan selanjutnya yang paling kita tunggu adalah juara turnamen tahun ini. Juara baru kita! Tuan Zircon!" Aku adalah yang paling terakhir dikenalkan oleh pembawa acara kepada para penonton.


"Lihatlah saudaraku sekalian selain memiliki kemampuan bela diri yang hebat, dia juga seorang gear master yang sangat handal. Dan yang paling mencengangkan adalah wajahnya yang sangat tampan bahkan mampu membuat Tuan Simone jatuh cinta padanya. Bahkan tuan Simone tak ragu untuk menyatakan cinta dan menyerah kalah untuknya." Seluruh arena langsung heboh dengan sambutan, siulan dan tawa lepas dari segala penjuru arena.


'Fvck!! Apa-apaan itu? Kenapa dia mengenalkanku seperti itu?'


Seakan kisah konyol pertandingan semifinalku melawan Simone jauh lebih menarik daripada pertandingan finalku melawan Jade.


Dengan sangat amat dongkol aku berjalan perlahan memenuhi panggilan pembawa acara itu ke tengah arena dan menaiki podium penghargaan.


..._______#_______...


🌼Yuuuuks gaes PLIIIIS jangan lupa kasih LIKE, VOTE dan KOMEN 🌼