Almekia Kingdom

Almekia Kingdom
72. Zircon - Help



"Lalu kenapa kakak ada disini?" Kembali kutanyakan keherananku akan kehadirannya di kota ini. Gak mungkin kan hanya jalan-jalan sampai ke kota berbahaya di tengah gurun pasir ini?


"Semua bermula dari sebuah surat untuk Diamond yang dialamatkan ke istana. Surat cinta dari seseorang bernama Ruby. Di surat itu tertulis bahwa Ruby sedang menawan Opal dan Platina."


"Ruby meminta sejumlah emas sebagai tebusan dan mewajibkan Diamond untuk datang sendiri. Membawa tebusan kesini sebagai syarat pembebasan mereka berdua. Bahkan lebih lanjut Ruby juga memaksa Diamond mengikuti turnamen sebagai syarat tambahan. Sebagai jaminan keselamatan untuk nyawa Opal dan Platina." Kak Amethys menjelaskan alasan kedatangan mereka ke kota Bloody hell ini.


"Siapa? Ruby? Mana mungkin." Aku tak dapat mempercayai apa yang kudengar barusan. Ruby mengancam istana dan minta tebusan dengan alasan penculikan pada Opal dan Pltaina? Mana mungkin.


Sesuatu dalam hatiku menolaknya mentah-mentah. Kenyataan bahwa Ruby ternyata adalah musuh kami.


"Kau belum tahu rupanya? Ruby itu adalah pimpinan kawanan perampok yang menyerang kalian di gurun pasir waktu itu. Karenanya dia bisa menangkap dan menawan Opal serta Platina yang terpisah dari rombongan kalian." Kak Amethys mengungkapkan kenyataan tak terbantahkan.


"Jadi dia? Dia si pilot dari gear merah itu?" tanyaku tak berdaya mendengar kenyataan mengejutkan ini. Aku tahu Ruby memang kasar dan seenaknya, tapi mana mungkin dia bisa sekejam itu? Bukankah dia hanyalah seorang gadis nakal yang kesepian?


"Dia gadis yang licik Zirc, kita harus berhati-hati padanya. Sebagai buktinya kasarnya saja dia dapat menjadikan Opal dan Platina sebagai sandera untuk mendapatkan sejumlah besar emas tebusan dari pihak istana. Bahkan lebih jauh lagi dia dapat memaksa Opal dan Diamond sekaligus untuk bertarung di turnamen atas namanya." Kak Amethys memperingatkan kepadaku tentang Ruby.


"Tapi tetap saja kenapa harus kalian berdua yang berangkat kesini?" Aku masih tak dapat memahami alasan kedatangan mereka, terlalu sembrono.


"Paduka Ratu secara pribadi melalukan permohonan pada Diamond. Dan si bodoh itu tentu saja tanpa ragu menyanggupi dan berangkat tanpa ragu. Maka aku disini untuk menemaninya mencegahnya jangan sampai bertidak bodoh lagi."


"Paduka Ratu? Bibi Nefrit?" tanyaku sedikit kaget. Jelas saja Diamond tak akan sampai hati untuk menolak. Bukan hanya karena beliau adalah ratu di negeri ini. Tapi lebih kepada karena beliau sangat baik kepada kami semua sebagai bibi Nefrit.


Kak Amethys hanya mengangguk sebagai jawaban.


"Bagaimana keadaan si bodoh itu sekarang? Dan besok, bagaimana peluangnya melawan Jade?" Tanyaku sedikit khawatir akan keadaan sahabatku itu. Bagaimana pun keadaanya sampai begitu juga semua karena salahku. Karena melindungiku.


"Not that bad. Dia sudah bisa dikatakan sembuh secara statistik. Hanya saja dia masih tahap penyembuhan. Ketahanan tubuhnya masih tidak memungkinkan untuk bertarung terlalu lama dengan mengendalikan gear."


"Berapa lama?" desakku penasaran. Aku sudah menduga si bodoh itu pasti belum sembuh benar. Kenapa selalu saja dia memaksakan keadaan? Benar-benar gak sayang nyawa memang dia.


"Sepuluh menit."


"Apa? Hanya sepuluh menit?" kupastikan bahwa aku tak salah dengar. Dan Kak Amethys mengangguk memastikan dengan senyuman pahit.


Sekarang aku baru sadar alasan mengapa perwakilan Ruby yang pertama, Diamond selalu melakukan serangan mematikan dalam gerakan pertamanya. Dia tak ingin membuang-buang waktu dan tenaganya. Dia harus dapat meringkus musuhnya sebelum waktu sepuluh menitnya habis.


Untuk dua pertandingan sebelumnya mungkin masih bisa dan memungkinkan. Tapi bagaimana jika harus melawan Jade? Tidak mungkin untuk mengalahkan Jade dalam waktu hanya sepuluh menit.


Apalagi mulai pertandingan semifinal besok gear yang digunakan adalah private gear masing-masih peserta. Tentunya Jade dengan private gearnya akan menjadi semakin sulit diatasi. Jade akan mengeluarkan kekuatan aslinya secara maksimal dengan mengendarai private gearnya sendiri.


"Karena itulah aku kesini untuk meminta bantuanmu... Bantu aku untuk menyelamatkan Diamond sekali lagi, Zirc. Help us." Kak Amethys berkata setengah memohon kepadaku.


"Tentu. Apa yang harus aku lakukan?" Aku menyanggupi permintaannya. Tetapi juga bertanya karena tak bisa membayangkan rencana apa yang ada di otak Kak Amethys saat ini.


"Tidak, kau tidak boleh terlibat secara langsung langsung. Aku tak ingin kau didiskualifikasi sebagai peserta turnamen. Kurasa harapan kita untuk memenangkan turnamen ini sekarang hanya ada padamu, Zirc."


"Yah aku tahu..." Jawabku tahu betul kemana arah turnamen ini akan berjalan.


Padahal di lain sisi aku sungguh mengharapkan Diamond dapat mengalahkan Jade. Lalu dia akan melawanku di final. Pasti akan sangat menyenangkan untuk bertarung secara serius denganya. Tentu saja dengan kondisinya yang 100%. Aku juga tak ingin menang darinya yang hanya bisa bertahan untuk bertarung selama sepuluh menit.


"Apa? Kakak mau ngapain?"


"Tenang saja. Hanya untuk jaga-jaga. Aku hanya akan bertindak jika memang diperlukan." Jawabnya santai.


"Bagaimana aku bisa menyelundupkan gear? Benda sebesar itu?" tanyaku kebingungan.


"Kamu kan semifinalis. Bisa keluar masuk hanggar gear turnamen dengan bebas. Apalagi pertandingan semifinal akan menggunakan private gear pribadi. Tentu mudah untuk memasukkan Leviatan"


"Maksud kakak aku akan membawa 2 gear?"


"Satu gear dan equipmentnya," jawab Kak amethys mengedipkan sebelah matanya padaku.


"Ah jadi begitu..." secara garis besar aku dapat memahami rencana yang dikemukakan olehnya.


Gear kak Amethys nantinya akan memecah diri menjadi potongan potongan kecil. Potongan itu yang nanti akan menempel ke gearku. Bagian-bagian gear itu bisa bersatu dengan gearku dalam bentuk variasi details, perlengkapan tambahan bahkan senjata.


Gearku akan dikarantina sehari sebelum pertandingan, dan akan terus di hanggar gear turnamen sampai selesainya pertandinganku. Setelah aku membawa Fenrir dan Leviatan sekaligus ke hanggar gear, mungkin malam harinya saat tak ada yang melihat Leviatan akan memisahkan dirinya dari Fenrir.


Menyatukan kembali potongan dan pecahan gearnya untuk kembali menjadi sebuah gear utuh. Tentunya tak akan kentara jika dia bersembunyi juga diantara banyaknya gear lain yang diparkir di hanggar itu.


Jangan tanya padaku bagaimana cara melakukannya, karena aku bukan teksisi gear. Yang kutahu seluruh keluarga Sumeragi yang merupakan dokter dan peneliti gear entah bagaimana dapat melakukan hal-hal gila seperti itu.


Baik Opal, Kak Amethys maupun paman Topaz dapat merubah dan mengotak-atik bentuk gear mereka sesuai yang mereka kehendaki. Mereka adalah orang-orang dengan kemampuan otak yang mengerikan. Klan yang sudah terkenal dengan kejeniusannya, Sumeragi.


Tapi tetap saja aku tak suka membayangkan Kak Amethys yang membahayakan dirinya. Menyusup sendirian ke hanggar untuk dapat menaiki gearnya dan menerobos ke arena pertandingan.


"Tapi terlalu beresiko untuk kakak," protesku padanya.


"Semuanya harus dicoba. Kalau Diamond mati, aku juga akan mati Zirc. Aku tak akan membiarkannya mati." Jawaban Kak Amethys kali ini begitu mantap. Bahkan sorot dan pandangan matanya menunjukkan kesungguhan dan tekad yang tak akan tergoyahkan lagi. Aku hanya bisa terdiam, menyadari akan betapa besar cintanya pada Diamond.


Aku tak sanggup membayangkan. Terlalu mengerikan untuk membayangkan hal itu terjadi, Diamond tiada. Sementara Kak Amethys, dia tentu saja tak akan bunuh diri dengan bodohnya. Gadis itu pasti akan tetap bertahan hidup. Tapi hidup sebagai jiwa yang kosong dan hampa. Dia tak akan memiliki semangat dan cahaya kehidupan lagi. Aku tak sanggup membayangkannya...


"Bagaimana? Kamu mau membantuku?" desaknya padaku karena aku terlihat masih ragu.


"Tentu akan kulakukan," jawabku menyanggupi.


"Baiklah, kau menyetujuinya ayo kita lakukan segala persiapannya." Kak Amethys tersenyum lega mendengar jawabku.


"Ok," jawabku beranjak dari dudukku.


Kuajak Kak Amethys ke hanggar gear dimana Fernrirku parkir. Kukeluarkan geaku dari hanggar, kubawa Kak Amethys di telapak tangan Fenrir, kuterbangkan ke tempat yang ditunjukkan oleh Kak Amethys padaku. Area bukit pasir beberapa kilo meter dari kota Bloody Hell. Dimana Leviatan, gear Kak Amethys sudah menunggu kami disana.


...________#________...


🌼Yuuuuks gaes PLIIIIS jangan lupa kasih LIKE, VOTE dan KOMEN 🌼