Almekia Kingdom

Almekia Kingdom
105. Opal - West Line (again)



Setelah menempuh perjalanan jauh selama lebih dari setengah hari, akhirnya kami berlima sampai juga di markas besar militer West Line. Perjalan sedikit molor dari waktu yang seharusnya dan sudah kuperkirakan. Seharusnya kami sudah akan sampai di markas ini tepat tengah hari. Tapi nyatanya kedatangan kami terlambat dua jam dari rencana awal.


Keterlambatan terutama disebabkan karena Diamond yang ternyata masih sangat payah staminanya. Yah sebenarnya wajar si karena kondisinya yang masih masa penyembuhan. Kami harus berhenti untuk beristirahat setiap satu jam sekali mengendari gear. Istirahat 15 menit setiap sesinya.


Sudah tahu kondisi tubuhnya begitu, Diamond masih saja ngotot tidak mau menggunakan mode full auto pilot untuk menghemat tenaganya. Menurutnya gak seru kalau naik gear dengan autopilot, sama saja kayak naik pesawat. Sungguh si idiot yang keras kepala dan seenaknya sendiri.


Diamond berdalih kalau menggunakan full mode auto pilot gearnya akan cepat kehabisan fuels. Akan sulit untuk bertarung apabila ada serangan atau sergapan dadakan. Yah padahal Kak Amethys sendirian saja sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk dapat membereskan para perampok yang menghadang mereka. Justru Diamond lah yang sekarang malah yang menghambat sepak terjangnya.


'Dasar, si lemah yang merepotkan!'


Letnan Goldy dan dokter Midori menyambut hadir untuk kedatangan kami di hanggar gear markas besar West Line. Tentu saja karena kami sudah meminta ijinnya terlebih dahulu untuk dapat singgah di sana sebelumnya.


"Selamat datang kembali di West Line." Sambut Goldy begitu kami semua turun dari kokpid gear yang telah kami parkirkan di hanggar West Line.


"Hei Kolonel, Sepertinya kau masih hidup ya?" Sapanya tersenyum nakal melihat Diamond yang berdiri lemah dengan Kak Amethys membopong sebelah lengannya.


"Sial! Sepertinya kau mengharapkan aku mati ya?!" Hardik Diamond sewot pada Goldy.


"Hahaha kalau kau mati kan aku bisa naik pangkat. Siapa tahu aku bisa jadi pimpinan tertinggi disini menggantikan dirimu," Celetuk Goldy santai.


"Dasar anak buah durhaka!" balas Diamond.


Semua yang hadir ikut tertawa mendengar kelakar kedua orang itu. Bisa-bisanya Goldy bercanda pada atasannya seperti itu, gak takut dilengserkan jabatan apa? Tapi sepertinya keakraban seperti ini sudah biasa di Markas West Line, maklum saja pemimpin tertingginya aja seperti Diamond.


"Dokter Midori, sebaiknya kau siapkan tabung penyembuh untuknya. Atau Kolonelmu itu akan benar-benar mati kehabisan tenaga." Ujarku pada Midori yang juga hadir disana.


"Baiklah. Nona Amethys Sumeragi bisa bantu saya membawanya ke klinik?" Jawab Midori.


Tentu saja dia tak berani menyentuh Diamond meskipun dia adalah dokter di sini. Karena ada Kak Amethys di sisi Diamond, Midori tahu betul betapa protectivnya kakakku itu pada Diamond.


Kak Amethys mengangguk menjawabnya dan dengan cekatan dia mengangkat tubuh Diamond di depan tubuhnya, ala-ala bridal Style. Dia berjalan dengan santai, membawa Diamond ke Klinik dengan midori mengikuti berjalan di belakangnya.


"Hei, Amy? Apa-apaan ini? lepaskan aku! Aku bisa jalan sendiri!" Diamond memprotes marah.


"Sudah diam, orang lemah gak berhak bicara. Atau akan kulemparkan kau!" Ancam Kak Amethys yang langsung dapat membuat Diamond menghentikan perlawanannya. Tak berani protes lagi.


Kami semua yang melihat kejadian menggelikan itu hanya bisa tertawa ngakak bersama-sama. Memang hubungan kedua pasangan itu cukup unik. Mereka yang jelas-jelas saling mencintai dan saling menjaga. Tetapi keduanya masih saja sering berselisih dan bertengkar bahkan untuk hal-hal kecil. Masih sering mengedepankan ego masing-masing sepertinya.


"Baiklah sersan Opal, Nona Saphir dan nona Platina. Kalian bertiga bisa ikut saya ke ruang pertemuan. Saya sudah menyiapkan jamuan makan siang untuk kalian." Goldy menggiring dan mempersilahkan kami memasuki markas dengan ramah.


Aku, Saphir dan Platina mengikuti Goldy dengan perasaan senang. Memang kami bertiga sudah kelaparan setelah perjalanan jauh dan pertarungan tiada henti sepanjang perjalanan tadi. Kami yang masih sehat saja sudah kepayahan begini, pantas saja kalau Diamond benar-benar seperti terkuras habis begitu tenaganya.


"Jemputan dari istana untuk para gadis kapan akan datang?" Tanyaku berbincang dengan Goldy. Mensejajari langkahnya dan berjalan beriringan dengan dia ke arah meeting room.


"Kau pasti akan terkejut siapa yang akan menjemput mereka nanti." Lanjutnya dengan nada penuh misteri.


"Hah? Siapa? Bukannya hanya prajurit?" Aku benar-benar penasaran dengan perkataannya.


"Perdana Menteri Kunzite Baltazhar." Goldy menjawab dengan nada dramatis.


"What?!" Aku benar-benar kaget mendengar jawaban Goldy yang tak terduga.


Bagaimana mungkin sang perdana menteri turun tangan sendiri untuk menjemput rombongan pelarian ini sampai ke markas West Line. Memangnya dia tak ada pekerjaan lainnya? Dia kan orang paling sibuk nomer satu di seluruh kerajaan?


Apa karena ada Saphir yang masuk dalam list rombongan yang akan dijemput? Memang Saphir adalah putri kandungnya. Tapi orang seperti paman Kunzite bukanlah orang yang sentimentil. Beliau pasti lebih mengutamakan kepentingan istana daripada kepentingan pribadi seperti menjemput putrinya.


"Aku juga kaget waktu diberitahukan bahwa beliau yang akan datang. Tapi ya nyatanya beliau yang datang, jadi kalian harus menyiapkan mental dari sekarang." Pembicaraan kami terhenti saat kami memasuki ruang pertemuan.


Goldy segera mempersilahkan kami masuk dan duduk di kursi yang mengelikingi meja berbentuk persegi panjang. Dia juga mempersilahkan kami untuk menikmati segala jamuan yang sudah tersaji di atas meja. Kemudian dia pamit undur diri untuk mengurusi urusan internal markas dan penyambutan kedatangan rombongan penjemputan, rombongan perdana menteri tentunya.


"Apa yang kalian bicarakan tadi?" Tanya Platina padaku penasaran sambil mengisi piringnya dengan berbagai hidangan yang tersedia.


"Dia cuma mengatakan siapa yang akan menjemput kalian nanti." Jawabku sambil menyantap suapan pertama makanan di piringku.


"Memang siapa yang akan menjemput kami?" Saphir ikut bertanya penasaran.


"Ayahmu. Sang perdana Mentri kerjaan Almekia, Kunzite Baltazhar," jawabku dengan nada dramatis.


"Apa?...Ayah?...Uhuuk...uhuuuk." Saphir sampai tersedak makannya demi mengetahui ayahnya yang akan datang menjemput mereka. Gadis itu cepat cepat diambilnya segelas air dan diminumnya habis untuk melegakan tenggorokannya.


"Paman Kunzite?" Platina ikut kaget dan tak percaya mendengar jawabanku.


"Ayah, ayah pasti sangat marah dan kecewa padaku. Beliau bahkan sampai datang sendiri untuk menjemputku secara langsung." Ujar Saphir ketakutan.


"Kurasa tidak begitu. Beliau memang marah tapi beliau juga pasti juga sangat khawatir akan keadaan dan keselamatanmu." Aku mencoba untuk menghibur Saphir yang ketakutan.


Paman Kunzite memang terkenal sangat tegas, berwibawa dan tidak pandang bulu dalam menghukum siapa saja yang melakukan pelanggaran. Termasuk putra dan putrinya sendiri. Tapi dilain sisi aku juga tahu bahwa beliau sangat menyayangi putra putrinya, Diamond dan Saphir.


Contoh paling nyata adalah waktu Diamond membutuhkan banyak sekali transfusi darah. Paman Kunzite lah yang dengan sukarela mendonorkan darahnya sendiri dengan jumlah yang tidak sedikit. Demi keselamatan dan kesembuhan putranya itu.


..._______#_______...


🌼Yuuuuks gaes PLIIIIS jangan lupa kasih LIKE, VOTE dan KOMEN 🌼