Almekia Kingdom

Almekia Kingdom
89. Opal - Champion



Sebuah ledakan dahsyat akhirnya terjadi dari pertemuan kedua energi yang dikerahkan oleh gear biru Zircon dan gear hijau Jade. Ledakkan yang sangat memekakkan telinga, ledakan yang menghasilkan cahaya yang menyilaukan dan menusuk mata. Pertemuan antara api dari serangan Zircon dan petir dari serangan Jade yang menjadi satu beradu dalam pusaran ledakan.


Beberapa saat kemudian ledakan itu akhirnya memudar berubah menjadi kepulan asap yang tebal dan menghalangi pandangan ke arena pertarungan. Membuat kami tak dapat melihat apapun di arena.


Bagaimana keadaan kedua finalis turnamen yang sedang bertarung? Sekuat apapun mereka tak akan selamat jika terkena dampak ledakan dahsyat itu secara langsung. Ledakan yang bahkan mampu membakar dan meledakkan gear serta membunuh pilot yang berada di dalam kokpidnya.


Asap di arena semakin menipis dan perlahan menghilang sampai dapat kulihat sesosok gear yang sedang melayang di udara, diatas arena pertandingan. Rupanya gear itu berhasil menghindari dahsyatnya ledakan dengan terbang ke atas arena pertandingan.


Gear itu terlihat sedang mengangkat gear lainnya di dadanya. Dan setelah diamati lebih lekat, detail gear itu, siluet gear itu, sungguh sangat familier di mataku. Fenrir, itu pasti Fenrir.


Tak salah lagi. Aku bahkan bisa menebak bahwa Fenrir lah yang dapat bertahan bahkan tanpa melihat warna gear itu yang masih tertutup asap tebal.


'Zircon menang! Zircon akhirnya berhasil menjadi juara turnamen BloodyHell tahun ini.'


Ada rasa haru dan bangga yang merasuki lubuk hatiku. Bangga bahwa salah satu sahabatku menjadi juara mengalahkan ratusan orang peserta turnamen. Terharu karena dengan ini akan semakin mendekatkan kami pada tujuan utama kami ke kota ini. Semakin dekat dengan jalan yang harus ditempu untuk menemui paman Obsidian. Memecahkan segala misteri besar tentang almarhum paduka raja.


Aku beranjak ke hanggar gear dari ruang tunggu peserta untuk menanti kedatangan kedua gear itu, Fernir dan Grock. Aku yakin kedua gear itu pasti babak belur saat ini. Entah berapa banyak damage dan kerusakan pada kedua gear itu akibat pertarungan brutal mereka barusan.


Wasit turnamen telah berkoar-koar mengumumkan kemenangan Zircon. Menjelaskan riwayat perjalanan Zircon di turnamen sampai bisa memenangkan turnamen Bloody Hell tahun ini. Kemudian wasit juga menjelaskan keuntungan apa saja yang bisa didapatkan Zircon setelah berhasil menjadi juara.


Selain nama Zircon, wasit menyebutkan nama-nama juara lainnya yang masuk dalam tiga besar dan hadiah apa saja yang bisa mereka peroleh. Zircon sebagai sang juara, Jade sebagai runner up, serta Simone dan Diamond sebagai juara ketiga turnamen.


Keempat orang ini akan menerima menerima penghargaan di podium penghargaan satu jam lagi. Setelah segala kerusakan di arena diperbaiki dan didirikan podium penghargaan disana.


Setelah membahas tentang para pemenang turnamen, sang wasit pun membahas tentang taruhan dan perjudian turnamen. Sepertinya hanya sedikit yang mendukung Zircon. Sebagian besar orang bertaruh untuk kemenangan Jade.


Panitia turnamen untung besar kali ini hehehe. Dan aku tentu saja tak mau ketinggalan dalam pertaruhkan ini. Kupertaruhkan uangku 1.000.000 gills untuk Zircon. Karena aku percaya sepenuhnya Zircon dapat memenangkan pertandingan ini. Yah kita lihat saja berapa banyak uang yang akan kudapat nantinya.


Sebenarnya awalnya aku tak tertarik dengan pertaruhan dan perjudian ini. Tapi Diamond yang memaksaku ikut bertaruh, sekalian mendaftarkan taruhan untuknya. Diamond bilang Zircon pasti menang, taruh saja semua uangmu atas namanya.


Dasar, entah dia itu saking percayanya pada Zircon atau saking sembrono-nya ya. Tapi toh akhirnya aku bertaruh juga.


Dapat kulihat Fenrir yang terlebih dahulu memasuki hanggar gear. Aku menghampiri gear itu. Pintu kokpid gear terbuka lebar dan Zircon keluar dari sana. Zircon melompat turun dari kokpidnya, berjalan dan tersenyum lebar penuh kepuasan kearahku.


"Selamat sobat! I know you can slay him!" sambutku padanya sambil mengulurkan lengan untuk menjabat tangannya.


"Hehehe bagaimana penampilanku?" Zircon menyambut tanganku. menyalaminya dan kami bersua ber highfive untuk sekedar merayakan kemenangan.


"Tapi tak kusangka kau mau mengincar tangan kirinya. Kukira kau akan melakukan pertandingan yang sangat lurus dan kaku seperti biasanya," aku mengutarakan keherananku dari tadi.


Zircon yang berharga diri tinggi biasanya tak akan mau memakai cara curang sekecil apapun di dalam pertarungan.


"Jika ada kesempatan kenapa tak diambil?" jawabnya nakal sambil mengedipkan sebelah matanya padaku. Dan aku hanya bisa tertawa menyadari perubahan temanku itu. Dia sudah tidak seidealis dulu, kini dia lebih bisa membaca peluang. Peluang untuk menang.


Sepertinya Jade tidak menerbangkan gearnya ke hanggar ini. Entah kemana pria itu pergi membawa gearnya yang rusak parah itu. Mungkin ke hanggar satunya atau mungkin juga dia dan gearnya tetap tergeletak di lantai arena pertarungan. Setelah ledakan telah aman, Fenrir memang meletakkan gear hijau Jade begitu saja di lantai arena.


Yang pasti sampai aku dan Zircon meninggalkan hanggar pun, Jade dan gearnya tetap belum kembali ke hanggar. Kami berdua berjalan beriringan ke ruang tunggu peserta. Beberapa panitia turnamen menyerbu dan menghampiri kami. Berebut untuk bersalaman dan memberi selamat kepada Zircon.


Seorang gadis berambut merah juga hadir disana, Ruby. Gadis itu menghampiri kami, menyodorkan tangannya pada Zircon untuk memberi selamat. Zircon menyambut uluran tangan gadis itu dengan senyuman lebar yang terkembang. Keduanya saling berpandangan sejenak penuh arti sebelum akhirnya Zircon menarik tubuh gadis itu ke pelukannya alih-alih menjabat tangannya.


Ruby pun tak menolak atau melawan tindakan Zircon padanya. Gadis itu malah membalas memeluk Zircon dengan lembut.


"Terima kasih. Terima kasih kau telah memenuji janjimu padaku tuan Zircon," ujar gadis itu di dalam pelukan Zircon.


"Tak masalah," jawab Zircon sambil melepaskan pelukannya dari Ruby.


Haaaah? Apa-apaan ini? Aku benar-benar melongo dan terbelalak dengan pemandangan di hadapanku. Bagaimana Zircon dapat mengenal Ruby? Bagaimana caranya mereka bisa sedekat itu?


Aku benar-benar penasaran. Bagaimanapun aku memikirkannya aku tetap tak bisa menemukan kesesuaian dan kecocokan diantara mereka berdua. Sejak kapan mereka bertemu? Sejak kapan mereka bisa seakrab itu?...Jangan-jangan kekasih yang lain dari Zircon selain Simone adalah Ruby?


"Maukah kau kukenalkan dengan semua teman-temanku?" tanya Zircon yang langsung dibalas dengan anggukan bersemangat oleh Ruby. Kemudian dia menggandeng tangan gadis itu melintasi ruang tunggu. Sial mereka benar-benar melupakan kehadiranku. Huhu nasib orang ketiga yang dianggap sebagai setan.


Mereka keluar dari ruangan yang langsung disambut dengan tepuk tangan heboh dan segala pekikan serta pujian yang hadir disana, mengerumuni mereka berdua. Sebagian heboh karena melihat sang juara turnamen. Sebagian lainnya heboh karena sang juara turnamen telah menyanding Ruby sang hadiah utama turnamen ini dengan mesranya.


Seakan tingkah mereka berdua sudah diatur dalam scenario percintaan yang indah karya pujangga. Dimana seorang pangeran mengikuti turnamen sayembara untuk mendapatkan sang putri. Kemudian sang pangeran berhasil memenangkan pertandingan. Keduanya kemudian bertemu. Dan entah bagaiamana sang putri dan pangeran jatuh cinta. Love at the first sigh. Lalu keduanya menikah, happily ever after.


Tapi masa iya kisah mereka seindah fairy tale begitu? Dan memang nyatanya begitulah kejadiannya. Zircon memenangkan turnamen sekaligus memenangkan Ruby sebagai hadiahnya, cintanya.


..._______#_______...


🌼Yuuuuks gaes PLIIIIS jangan lupa kasih LIKE, VOTE dan KOMEN 🌼