Almekia Kingdom

Almekia Kingdom
97. Diamond - Engagement



Tepat setelah matahari tenggelam dan malam mulai menjelang, pesta pertunangan antara Zircon dan Ruby resmi dilaksanakan. Pesta yang cukup meriah dan dihadiri oleh cukup banyak orang. Sebagian besar tamu yang hadir adalah para peserta turnamen, terutama mereka yang berhasil memasuki babak kedua, babak gear battle. Sebagian lainnya tentu saja panitia turnamen dan warga kota middle part ini.


Keseruan pesta pertunangan ini diawali dengan Pesta keakraban. Acara ngobrol santai dengan para tamu dan makan-makan segala hidangan yang telah disiapkan oleh panitia acara.


Private party ini tak dapat dipungkiri konsep pestanya begitu rapi serta sangat sweet dan bikin melting. Dekorasi rumah kemenangan dihiasi dengan berbagai pernak pernik yang sweet bernuansa pink. Bebungaan segar ditata indah di seluruh ruangan. Pita-pita dan kain sutra pun ikut mempercantik suasana. Sangat mewah.


Background musik telah dipilih sesuai dengan nuansa Padang pasir. Serta sajian makanan dan minuman melimpah untuk menjamu para tamu undangan pun telah tertata dengan apik di sana.


Zircon dan Ruby sedang sibuk menjamu berbagai tamu yang hadir. Beramah tamah dengan mereka di tengah ruangan. Sementara kami, Aku dan Amethys, Opal dan Platina serta Jasper dan Saphir dapat berkumpul bersama. Mengobrol dan menikmati suasana pesta serta sajian yang dihidangkan.


"Selanjutnya tinggal acara lamaran resminya untuk pihak istana dan pernikahan." Opal menyeletuk mengawali pembicaraan.


"Lho memangnya kita masih berharap dapat berpesta di istana?" Saphir bertanya balik.


"Entahlah sepertinya sulit." Aku ikut meragukan.


"Kalau kita bisa kembali dengan selamat sepertinya masih memungkinkan." Jasper sedikit menghibur.


"Kira-kira orang tuan Zircon setuju atau tidak ya dengan Ruby...You know lah seperti apa Ruby, dan seperti apa ibu Zircon memperlakukan putra semata wayangnya." Celetuk Platina sedikit ragu.


"Ruby tak seburuk itu." Aku mencoba memperbaiki citra Ruby di mata mereka. "Kalian hanya belum terlalu mengenalnya saja. Dan kurasa Zircon bahkan telah mengenalnya lebih jauh."


"Benar sekali. Selama Zircon tak keberatan dengan Ruby, dan dapat mencintai gadis itu. Maka bibi Garnet dan paman Morgan tak akan menentang hubungan mereka." Opal ikut mendukung pendapatku.


"Sejak kapan ada sistem pemaksaan untuk memilih pasangan? Anggota istana kita begitu berpikiran terbuka untuk urusan pernikahan. Tak pernah sekalipun ada unsur pemaksaan." Amethys juga ikut menyuarakan pendapatnya. Karena dirinya sendiri saja sudah beberapa kali menolak perjodohan dan lamaran dari berbagai macam pria berpengaruh.


"Mungkin untuk kalian masih bisa menolak. Tapi jika kasus itu terjadi padaku, pasti tak akan dapat dihindari lagi." Jasper kali ini menyeletuk pasrah.


"Apa maksudmu? Kau akan menikah dengan putri dari negara lain jika dijodohkan?" Saphir berkata tidak senang. Merasa dikhianati.


"Kan hanya misalnya," Jasper membela diri.


"Yah memang itu resiko jadi penerus tahta. Dan kamu jika sudah berniat menjadi pendamping Jasper, juga harus siap untuk berbagi. Karena kebanyakan seorang raja diharuskan memiliki beberapa istri sekaligus." Aku sedikit sedih juga untuk mengatakan takdir yang harus dihadapi Saphir jika harus bersanding dengan Jasper.


"Tapi sebisanya aku juga hanya menginginkan satu istri saja." Jasper mengutarakan keinginannya.


Semua yang hadir terdiam memikirkan perkataan Jasper. Mungkin Jasper ingin berkaca kepada kedua orang tuanya. Kepada paduka Ratu yang bahkan menolak untuk menikah lagi dan mendapatkan suami pengganti Paduka Raja. Mungkin Jasper dapat memakai alibi itu sebagai alasan penolakan.


Pembicaraan kami terhenti karena, acara pertunangan akan segera dimulai. Prosesi resmi pertunangan antara Zircon dan Ruby.


Kedua pasangan yang berbahagia berjalan memasuki ruang pesta dan telah berdiri berdampingan di tengah ruangan. Keduanya kali ini mengenakan sepasang pakaian ala kerajaan padang pasir yang berwarna broken white dengan hiasan kuning keemasan.


Pakaian itu membuat keduanya bak putri dan pangeran padang pasir. Nampak begitu bersinar dan mempesona. Bagaikan pangeran dan putri dari salah satu kerajaan padang pasir yang sesungguhnya.


Acara dimulai dengan pemberian selamat dan hadiah dari para tamu dan undangan kepada kedua pasangan secara bergantian.


Suasana pesta menjadi hening saat seorang pembawa acara menjelaskan prosesi acara akan dimulai. Zircon dan Ruby yang saling memakaikan cincin berlian di jari manis mereka masing-masing.


Keduanya bertatapan penuh kasih kemudian Zircon mendaratkan ciuman ringan di kening gadis itu. Lalu keduanya berpelukan dengan mesranya. Membuat kami semua yang hadir bersorak dan ikut berbahagia untuk mereka berdua.


Selanjutnya Zircon dan ruby, kedua pasangan yang berbahagia mengambil gelas wine ditangan masing-masing. Seorang pelayan mengisi gelas mereka dengan red wine yang terlihat membara sampai hampir penuh. Dengan sebuah aba-aba dari sang pembawa acara kami para hadirin pesta juga ikut mengambil masing-masing segelas wine yang telah disediakan di meja-meja di tangan kami.


"Untuk kedua pasangan yang bagaikan raja dan ratu malam ini. Nona Ruby dan Tuan Zircon marilah kita semua bersulang bersama-sama demi kebahagiaan dan keharmonisan hubungan mereka berdua." Suara sang pembawa acara kembali memberi aba-aba.


"Mari bersulang! Cheeerseee," teriak Zircon dan Ruby hampir bersamaan, mengawali dengan mengangkat gelas mereka tinggi-tinggi keudara.


Kemudian mereka berdua saling menyilangkan kedua lengan mereka dan meminumkan wine di gelas masing-masing pada mulut pasangannya.


"Cheeerseee!!!" Aku dan seluruh tamu yang hadir di ikut mengangkat gelas kami. Meneguk habis segelas red wine digelas kami. Kemudian sekali lagi kami bertepuk tangan dan bersorak untuk kedua pasangan itu.


"Semoga kalian berdua berbahagia." Kuucapkan harapanku untuk keduanya. Kupandangi kedua pasangan itu dari tempatku berdiri bersama Amy.


Zircon, entah sejak kapan sahabatku itu sudah menjadi sedewasa ini. Aku percaya dia pasti dapat menjaga Ruby dalam keadaan suka maupun duka. Dan Ruby, gadis itu juga sudah tidak semanja dulu lagi. Semoga saja dia dapat setia menemani dan memberikan kehangatan bagi Zircon.


"Ucapanmu kayak orang tua mereka saja hehe," celetuk Amy sambil terkikik mendengar ucapanku.


"Kita berdua yang bertindak sebagai pengganti orang tua mereka saat ini. Kita lah kakak-kakak mereka, siapa lagi yang lebih berhak memberikan mereka restu selain kita?" jawabku mencoba beralibi.


"Kau benar. Andai paman Morgan dan bibi Garnet dapat hadir menyaksikan pertunangan putra semata wayangnya. Mereka dan Zircon sendiri pasti akan lebih bahagia lagi." Amy menyetujui ucapanku.


"Tentu saja. Paman Obsidian juga, beliau pasti akan senang Ruby akhirnya menemukan pria yang dicintainya. Pria yang baik, tangguh, kuat dan dapat diandalkan seperti Zircon."


Kemudian aku mengajak Amy mendekat kepada kedua pasangan itu. Kami memberikan doa dan restu, memeluk dan menyalami mereka dengan hangat. Opal dan Platina serta Jasper dan Saphir juga ikut menyusul tindakan kami. Memberikan doa restunya kepada keduanya. Kemudian kami semua tertawa bersama, menikmati kebersamaan kami yang mungkin tinggal sebentar lagi.


..._______#_______...


🌼Yuuuuks gaes PLIIIIS jangan lupa kasih LIKE, VOTE dan KOMEN 🌼