Almekia Kingdom

Almekia Kingdom
54. Zircon - Tournamen



Hari ini adalah hari yang sudah kami nanti-nanti, hari dimana diselenggarakannya turnamen Bloddy Hell. Turnamen yang diadakan setahun sekali untuk memilih orang-orang terkuat yang akan mendapatkan banyak hadiah dan segala keistimewaan. Terutama keistimewaan untuk dapat masuk ke wilayah middle part yang sejak awal menjadi tujuan utama kami. Untuk bisa menemui paman Obsidian.


Setelah memastikan segala persiapan kami, aku mengajak Jasper dan Saphir untuk sarapan di cafe penginapan. Sekedar untuk menambah asupan energi kami yang nanti harus bertanding dalam sebuah turnamen beladiri. Mengisi cadangan energi agar kami dapat bertarung secara optimal dan mengeluarkan tenaga dalam tanpa kesulitan.


Untuk menyamarkan penampilan agar tidak mencolok, kami sengaja memakai pakaian seperti kebanyakan penduduk Bloody Hell. Aku memakai celana panjang, singlet tanpa lengan yang dipadukan dengan kemeja. Bahkan Saphir pun juga mengenakan pakaian serupa, tank top putih dan kemeja kotak-kotak merah hitam dipadukan dengan celana jeans.


Begitu kami tiba di City hall, ratusan orang sudah memadati tempat itu. Berbagai macam orang, mulai dari remaja, pemuda, paruh baya sampai yang berumur pun ada. Sebagian besar dari mereka bertampang bengis dan sadis, selayaknya penjahat.


Aku menggiring Jasper dan Saphir dari tengah kerumuman manusia ini, menuju ke tempat pendaftaran. Terjadi antrian mengular di depan bilik pendaftaran dan kami bertiga juga terpaksa ikut mengantri disana dengan sabar.


Hampir satu jam kami mengantri sampai akhirnya mendapat giliran pendaftaran, menghadap petugas.


"Sebutkan namamu,"


"Aku Zircon dan mereka kedua adikku Jasper dan Saphir. Kami bertiga ingin mendaftar ikut turnamen." Jawabku menyebutkan nama kami tanpa nama belakang.


Tak ingin ada yang mengenali dan mengetahui latar belakang kami dari nama belakang yang sedikit terkenal. Nama belakang yang sama dengan Mentri Kerajaan Almekia Kingdom, terlalu mencolok dan mencurigakan. Dan nampaknya sang petugas tidak mempermasalahkannya.


"Ok. Ini tiket kalian," diserahkannya tiga lembar tiket kepadaku.


Kami bertiga kemudian menyingkir menghindari kerumunan. Beberapa menit kemudian layar besar ditengah ruangan menyala dan menampilkan sesosok wanita cantik berambut merah.


'Eh? Dia kan gadis itu. Gadis berambut merah yang misterius dengan sifat kasarnya.'


"Halo semuanya, selamat pagi. Aku Ruby Nightray, Ijinkan aku mewakili ayahku untuk membuka turnamen tahun ini." Sapaan dan perkenalan awal dilakukan oleh gadis itu.


Jadi namanya adalah Ruby? Nama yang sangat sesuai dengannya. Ruby yang berarti permata merah, warna yang cocok untuk rambut gadis itu yang juga berwarna merah terang.


"Turnamen akan dimulai tepat tengah hari nanti untuk babak penyisihan pertama. Babak selanjutnya akan dijadwalkan menyusul. Peraturan turnamen tetap sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Kalian bebas saling hajar dan saling bunuh. Peraturan lebih spesifik akan dijelaskan nanti," Ruby menyunggingkan senyum sinis yang misterius.


"Ada sedikit perubahan untuk hadiah turnamen tahun ini. Bagi siapa saja yang berhasil memenangkan turnamen ini akan dipastikan mendapatkan rumah dan fasilitas lainnya di middle part seperti biasa."


"Sebagai tambahan khusus, bagi pemenang turnamen apabila seorang wanita dia, akan menjadi saudaraku. Dan apabila lali-laki dia akan menjadi suamiku, menikah denganku... Sudah yah, selamat berjuang buat kalian semuanya" Ruby mengakhiri ucapannya dengan menyunggingkan senyuman manisnya.


Gemuruh riuh langsur terdengar begitu Ruby menyelesaikan kalimatnya. Hampir semua pria di ruangan bersorak gembira dan bersemangat, bertepuk tangan bahkan ada yang bersiul. Rupanya Ruby cukup populer juga, banyak sekali pria yang ingin menikah dengannya. Menjadikan wanita itu sebagai istrinya.


Memang tak dapat dipungkiri Ruby ini memiliki wajah yang sangat cantik. Warna rambutnya yang merah menyala menambah keunikan dari wajahnya itu, membuatnya nampak lebih segar dan enak dilihat. Postur tubuhnya juga tak kalah menggiurkan dan tanpa ragu dipamerkannya dengan pakaian sexy yang dipakainya. Dan satu lagi, sepertinya dia adalah putri dari orang yang paling berpengaruh di kota ini.


Dengan segala yang yang dimiliki oleh Ruby tentu tak sedikit pria yang jatuh hati bahkan tergila-gila padanya. Bahkan mungkin rela melakukan apapun untuk menjadikannya sebagai istri.


Dan aku? Aku juga pria normal. Tentu saja aku tak keberatan untuk menikahinya juga, hehe.


"BRENGSEK! APA-APAAN INI" tiba2 seorang pria berteriak marah, dari arah kerumunan. Teriakan yang membuatnya sekaligus menjadi pusat perhatian.


"Kau tak bisa seenaknya sendiri, Ruby. Akan kugagalkan turnamen ini" Pria itu menyerbu ke bagian pendaftaran. Tak menghiraukan antrian panjang, menyerobot begitu saja.


"Tapi, tapi tuan Jade. Nona Ruby pasti akan marah nantinya," sang petugas pendaftaran tidak berani.


"Alah persetan dengannya, nanti aku yang akan mengurus Ruby sendiri." jawab si pria.


"Baik tuan Jade." akhirnya sang petugas mengalah.


Kemudian pria itu yang ternyata bernama Jade, berlalu begitu saja dengan masih emosi.


Siapa pria itu? Wajahnya cukup tampan tapi terlihat sangat tegas dan bengis. Dia juga bisa seenaknya memotong antrian pendaftaran, dan bisa memerintah panitia seenaknya begitu.


Dan yang paling menggangguku adalah hubungannya dengan Ruby. Kenapa dia ingin menggagalkan rencana Ruby? Kenapa dia semarah itu mengetahui Ruby akan menikahi pemenang turamen ini?


"Nightray? Gadis itu bernama Nightray? Dia pasti berhubungan dengan Obsidian Nightray. Orang yang kita cari." Ucapan Saphir mampu membuyarkan lamunanku seketika.


"Benar. Mungkin dia adalah putri paman Obsidian. Paman Obsidian adalah pimpinan kota ini, yang biasa membuka turnamen tahunan. Jika tadi Ruby mengatakan dia mewakili ayahnya. Bisa dipastikan bahwa dia adalah putri paman Obsidian". Jasper menimpali dengan lebih bersemangat.


"Berarti bagaimanapun caranya kita harus memenangkan turnamen ini," tambahku menyetujui hasil kesimpulan pemikiran mereka.


Baik Saphir dan Jasper mengangguk setuju. Yah baguslah ini artinya kami semakin dekat pada tujuan kami, semakin ada titik cerah dari pencarian kami.


Tepat tengah hari sirine yang memekakkan telinga berbunyi. Menandakan telah berakhirnya sesi pendaftaran dan akan dimulainya sesi penyisihan turnamen.


"Kepada seluruh peserta turnamen silahkan memasuki hall. Disana akan diadakan battle royal. Silahkan bertarung sepuas dan sesuka hati kalian, segala bentuk senjata tajam dibebaskan kecuali senjata api. Dan pada sesi pertama ini dilarang keras untuk membunuh. Apapun besas dilakukan kecuali pembunuhan. Apabila nekat tetap membunuh makan nama kalian akan didiskualifikasi dan di black list untuk selamanya tidak bisa mengikuti turnamen."


"Pertarungan babak penyisihan ini akan berakhir saat matahari tenggelam. Hanya 11 orang yang berhasil bertahan akan maju ke babak selanjutnya. Dan battle royal akan dimulai begitu sirine berbunyi".


Bertepatan dengan berakhirnya pengumuman, pintu hall terbuka, segera saja ratusan peserta turnamen berbondong- bondong memasuki ruangan tersebut.


Bergegas kuajak Jasper dan Saphir memasuki ruangan, mengingatkan pada mereka agar jangan berpencar apapun yang terjadi. Kami harus saling melindungi satu sama lain, sampai habisnya waktu turnamen. Harus memastikan keselamatan satu sama lain dan memastikan untuk lolos ke babak selanjutnya bersama-sama juga.


Begitu seluruh peserta memasuki ruangan, pintu ruangan langsung tertutup dan terkunci dari luar. Cerobong- cerobong AC mulai mengalirkan udara sejuk. Dan monitor jam digital super besar di dinding menampakkan angka 5.00.00. Berarti kami harus bertarung battle royal selama 5 jam nostop?


Kuperhatikan seselilingku, kira-kira ada seratus lebih orang dalam ruangan ini. Berarti untuk mendapatkan sebelas pemenang kami harus mengalahkan mereka semuanya? Mengalahkan orang sebanyak ini?


Tak beberapa lama kemudian sirine kedua yang memekakkan telinga berbunyi. Kontan suasana hall menjadi gaduh, riuh, teriakan-teriakan diamana-mana.


And the Bloddy Hell Tournamen has begin.


..._________#________...


🌼Yuuuuks gaes PLIIIIS jangan lupa kasih LIKE, VOTE dan KOMEN 🌼