Almekia Kingdom

Almekia Kingdom
88. Diamond - Winner



Tetapi tetap saja ada perbedaan yang nyata jika harus berhadapan dengan ahlinya. Aku menduga Jade adalah pengguna pedang seperti halnya diriku. Pedang tunggal atau pedang ganda juga tak masalah bagi kami. Makanya dalam pertandingan melawanku kemarin gerakannya lebih bebas dan tidak sekaku sekarang.


Gerakannya dengan senapan ganda cukup hebat dengan Tembakan-tembakannya yang akurat. Tapi tak ada apa-apanya dibandingkan skill menembak Zircon. Skill yang sudah dilatihnya bertahun-tahun.


"Permainan senapan Zircon lebih hebat," Jasper berkomentar sambil mengamati pertandingan.


"Benar. Tembakan Zircon lebih banyak yang masuk dan mengenai gear Jade daripada sebaliknya." Amy ikut menimpali. Amy tentu saja dapat dengan mudah mengetahui perbedaan keahlian kedua gearmaster dalam permainan senapannya.


"Huh biar dia rasakan sendiri akibat dari kesombongannya! salah sendiri memaksa pamer untuk melawan musuh dengan senjata sama!" Saphir ikut menyumpahi Jade.


"Benar dia terlalu sombong." Aku membenarkan.


Gila! Zircon cepat sekali! Dia seakan diatas angin sekarang. Apa dia sehebat ini? Aku bahkan tak tahu dia dapat bertarung sebaik ini. Apa karena dia benar-benar serius?


Seharusnya dia sudah dapat naik pangkat jadi Letnan kalau kemampuannya begini. Sepertinya petualangan kali ini banyak memberikan kemajuan pada kemampuan tempur Zircon. Mungkin karena dia harus menahan tekanan untuk menjaga keselamatan Jasper yang seorang pangeran sendirian. Tanggung jawab untuk memastikan keselamatan mereka serta harus memenangkan turnamen ini.


Sesekali gear Jade melancarkan tembakan balasan tapi Fenrir selalu saja dapat menghindarinya dengan mudah. Seluruh serangan Jade seolah sudah dapat dibaca oleh Zircon kemana arahnya.


Sebaliknya hampir semua serangan Fenrir tepat mengarah pada Grock. Sehingga gear hijau itu harus bersusah payah untuk mengelakkannya bahkan sesekali serangan itu dapat mengenai tubuhnya.


Fenrir terus saja menyerang dengan lebih agresif. Dilancarkannya tembakan bertubi-tubi pada lawannya yang terus berkelit, menghindar dan menghindar dari setiap tembakannya. Dapat kutebak arah tembakan Fenrir yang sekilas seakan terlihat acak dan asal bidik.


Tetapi tentu saja tidak. Aku tahu benar Zircon, dia pasti sudah memperhitungkan semua tembakannya dengan cermat.


Zircon jelas mengincar bagian lengan kiri gear Jade. Lengan kiri gear itu yang telah kuhancurkan kemarin. Yang pastinya lengan itu tidak mungkin dapat diperbaiki secara maksimal hanya dalam waktu sehari. Jelas lengan kiri itu merupakan bagian terlemah gear hijau itu saat ini.


Dan benar saja, beberapa menit kemudian dapat kulihat kongsleting terjadi pada lengan kiri Grock. Sehingga gear hijau itu bahkan sampai menjatuhkan senapan yang dipegangnya di lengan kirinya. Sepertinya Zircon berhasil membuat lengan itu tak dapat berfungsi dengan baik.


Seakan memahami posisinya yang terdesak, Jade membuang senapan di lengan kanannya juga. Sepertinya dia sudah sadar bahwa Zircon adalah musuh yang cukup tangguh dan dia harus benar-benar serius untuk mengalahkan Zircon.


Jade menarik sampai lepas lengan kirinya yang terjadi kongsleting. Tak ingin menyebabkan konsleting yang semakin meluas ke bagian lain gearnya. Kemudian diambilnya pedang yang dari tadi tadi masih tersarung di pinggangnya.


Lagi-lagi sesuai dugaanku, Jade adalah pengguna pedang sepertiku. Dengan senjata pedang pergerakan Jade jauh baik meskipun dia hanya menggunakan satu tangan. Gear itu dapat bergerak meliuk-liuk untuk terus menghindari rentetan tembakan dari Zircon. Dia mencuri kesempatan untuk mengurangi jaraknya dengan Fenrir.


Setelah jarak mereka sudah cukup dekat, Jade tidak menghiraukan beberapa tembakannya mengenai tubuhnya, terus mendekati lawannya. Dapat kulihat Jade mengalirkan energi listrik kepedangnya lalu menebaskannya berkali-kali pada tubuh Fenrir.


Serangan yang sangat cepat dan akurat yang tak bisa dihindari sehingga Fenrir terlempar beberapa meter dari tempatnya semula.


Diluar dugaanku, Zircon dapat bangkit dan memperbaiki posisinya dalam sekejap. Dia langsung menyerang dengan tembakan chi api.


Jade berhasil menghindari serangan itu, memperbaiki posisinya segera. Tapi ternyata dugaannya salah. Zircon memang tak berniat mengincar gear hijau itu dengan apinya, dia hanya berniat menghentikan gerakan Jade sejenak.


Kongsleting mulai terjadi di sekujur tubuh gear itu. Namun sepertinya Jade belum menyerah, dia menerbangkan gearnya untuk sedikit mengulur waktu. Dia sengaja berputar-putar menghindari rentetan tembakan zircon. Cara klasik untuk membuat Zircon kehabisan pelurunya setelah beberapa menit berlalu.


Zircon membuang begitu saja kedua senapan ditangannya begitu pelurunya habis. Digantikan oleh pedang biru yang sedari tadi tak pernah dipakainya. Dengan begini pertandingan akan menjadi adu pedang satu lawan satu.


Fenrir dan Grock berkali kali beradu di tengah arena. Saling menghunus dan menyabetkan pedang pada musuhnya satu sama lain. Kedua gear itu beradu dengan sengit selama beberapa menit. Saling mengeluarkan jurus combo dan serangan-serangan mematikan.


Zircon memang ahli dalam menggunakan senapan, tapi bukan berarti dia tak bisa menggunakan pedang sebagai senjata. Ahli senapan selalu punya senjata cadangan lainnya, karena senapan mempunyai keterbatas peluru. Dan senjata kedua keahlian Zircon tentu saja pedang tunggal.


"Jade ternyata sehebat itu," celetuk Saphir kagum.


"Benar. Dia masih bisa bertarung seperti itu dengan gearnya yang rusak berat." Mau tak mau aku harus mengakui kehebatan Jade.


"Grock sudah diambang batas sekarang," Amethys berpendapat. "Meski Jade masih dapat bertahan, tetapi damage yang diterima gearnya sudah terlalu besar. Gear itu bisa meledak kapan saja."


Dapat kulihat di layar Grock mulai mengerahkan energinya di tangan kanan untuk menciptakan semburan soaring bolt yang diarahkan langsung ke badan Fenrir.


Zircon juga tak ketinggalan mengerahkan energinya yang berbentuk api exploision yang siap menahan dan sekaligus menghantam serangan dari Jade.


Terjadilah pertemuan dua energy chi yang sangat kuat dari mereka berdua. Keduanya mengerahkan seluruh energi mereka yang tersisa. Siapapun yang memiliki sisa energi terbanyak akan memenangkan pertarungan energi ini.


Namun sepertinya Zircon berpikiran lain. pada saat yang hampir bersamaan, Fenrir juga mengerahkan energinya di tangan kirinya yang kini memegang pedang. Menggabungkan chi angin untuk melapisi dan mempertajam pedangnya.


Sambil tetap mengerahkan energinya di tangan kanan, Zircon melemparkan pedangnya dengan tangan kiri. Serangan pedang yang tepat mengenai dan menancap di dada Grock. Serangan telak yang membuat gear itu kongselting semakin parah dan akhirnya lumpuh total.


Sementara itu pertemuan energy petir dan api yang mereka tabrakkan semakin memuncak mencapai batasnya. Ledakan energi sudah tak terbendung lagi, menghasilkan ledakan luar biasa api bercampur petir yang dahsyat sehingga memenuhi seluruh layar dengan cahaya menyilaukan yang menyakitkan mata.


Bisa kubayangkan ledakan itu pasti sanggup untuk mementalkan kedua gear yang sedang bertarung itu sangat jauh. Atau bahkan jika terkena langsung ledakan itu gear manapun pasti akan meledak dan menewaskan pilot yang ada didalamnya seketika.


Untuk beberapa saat keadaan menjadi sunyi. Sampai cahaya benderang ledakan tadi berubah menjadi asap yang mengepul di seluruh penjuru arena. Setelah asap kian menipis sampai akhirnya dapat kami lihat sesosok gear yang sedang terbang di atas arena.


Gear itu sedang menggendong gear lainnya di dadanya. Dengan semakin menipisnya asap dapat kulihat gear itu berwarna biru. Fenrir! Fenrir masih bisa berdiri tegak sementara Crock sudah tak berdaya.


"Zircon menang!" pekikku kegirangan.


Segala gemuruh, teriakan dan tepuk tangan kembali berkumandang di seluruh gedung ini. Wasit mengumumkan hasil akhir pertandingan. Mengumumkan kemenangan Zircon sebagai sang juara turnamen Bloody Hell tahun ini.


..._______#_______...


🌼Yuuuuks gaes PLIIIIS jangan lupa kasih LIKE, VOTE dan KOMEN 🌼